Alam Semesta by Mind Map: Alam Semesta
0.0 stars - reviews

Alam Semesta

Seimbang, sebab sumbernya sama, dari kekuatan kejiwaan yang disebut Purusa dan Pradana.

Pengertian

Bhuwana Agung

Bhuwana: Alam, Loka dan Jagat

Agung: Besar atau Raya

Bhuwana Agung: Dunia yang besar atau alam semesta

Unsur-unsur Bhuwana Agung disebut Panca Mahabhuta, Panca: Lima, Mahabhuta: Unsur zat alam, Panca Mahabhuta: Lima unsur zat alam, Pertiwi: Zat padat, Apah: Zat cair, Teja: Zat Cahaya, Bayu: Zat Udara, Akasa: Ruang

Bhuwana Alit

Alit: Kecil

Bhuwana Alit: Dunia kecil yang unsur-unsurnya sama dengan Bhuwana Agung (Mikrokosmos)

Unsur-unsur Bhuwana Alit ada pada diri Manusia, Purusa menjadi Jiwatman, Prakerti menjadi badan manusia, Suksema Sarira: Badan halus, Stula Sarira: Badan Kasar

Terjadinya Bhuwana Agung

Bhuwana Agung dulunya tidak ada lalu ada, kemudian tidak ada lagi dan demikian seterusnya.

Disebut masa Srsti atau Brahma Diwa saat alam semesta ada (siang hari Dewa Brahma).

Disebut masa Pralaya atau Brahmakta saat alam semesta tidak ada (malam hari Dewa Brahma).

Proses tercipta Bhuwana Agung berlangsung secara berjenjang, dari jenjang halus (Niskala) sampai jenjang kasar (Sekala).

Pada mulanya Bhuwana Agung diciptakan oleh Tuhan yang bergelar Rudra. Beliau mempergunakan satu maya yang memiliki beraneka tenaga. Dari maya ini muncul Tri Guna; Sattwan, Rajas dan Tamas.

Melalui Maya yang diliputi Tri Guna maka bergeraklah unsur-unsur yang menjadikan Bhuwana Agung antara lain Pramanu, akasa, Kola dan Dik. Meraka berputar dan berubah masing-masing menuju pada posisinya sehingga muncul dunia, bintang, matahari, bulan dan planet-planet.

Setelah proses terbentuknya Bhuwana Agung melalui proses evolusi dari Paramanu dan Akasa maka Tuhan (bergelar Rudha) mengisi alam semesta dengan kehidupan.

Hubungan Bhuana Agung dan Bhuana Alit

Ibaratnya Bhuwana Agung sebagai air dan Bhuwana Alit sebagai perahu. Perahu tidak dapat berlayar tanpa air, air itulah yang menyebabkan perahu dapat berlayar. Jika salah cara maka airlah yang menenggelamkan perahu.

Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit harus tetap harmonis untuk kesejahteraan dan kebahagian. Kesimbangan itu perlu dijaga, manusia harus mengharmonikan dirinya dengan lingkungan.

Dampak Ketidakselarasan Hubungan Antara Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit

Bhuwana Agung terdiri atas benda-benda alam; matahari, bulan, bintang yang sifatnya panas dan air (laut/sungai) yang sifatnya cair. Bhuwana Alit terdiri atas darah, kelenjar lendir dan serum yang sifatnya cair dan daging, otot, tulang dan kulit yang sifatnya padat.

Bhuwana Agung dikuasai oleh Brahman dan Bhuwana Alit dikuasai oleh Atman. Ketidakselarasan terjadi pada Bhuwana Alit (manusia) seperti sakit. Dan Bhuwana Agung terjadi bencana alam.

Terjadinya Bhuwana Alit

Asal mula Bhuwana Alit (manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan) pada dasarnya sama.

Makhluk hidup pertama diciptakan adalah Stawara (Tumbuhan), golongan Eka Pramana.

Trana: Bangsa rumput yang hidup di air dan di darat

Lata: Bangsa tumbuhan menjalar di tanah dan di pohon

Taru: Bangsa semak

Gulma: Bangsa pohon berkayu dan berongga

Janggama: Bangsa tumbuhan yang hidupnya menumpang pada pohon lain

Makhluk hidup kedua diciptakan adalah Marga Satwa (Hewan), golongan Dwi Pramana.

Swedaya: Bangsa binatang satu sel yang hidup di air

Andaya: Bangsa binatang yang bertelur, hidup di air, darat dan udara

Jarayuda: Bangsa binatang yang menyusui, pemakan rumput dan pemakan daging

Makhluk hidup ketiga diciptakan adalah Nara Marga (Manusia), golongan Tri Pramana.

Nara Marga: Manusia binatang, berbadan manusia dan berkepala singa

Wamana: Manusia kerdil

Jatma Manusia: Manusia sempurna

Upaya-Upaya Penyeimbang Hubungan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit

Melaksanakan upacara Bhuta Yadnya. Melaksanakan pecaruan yang bermakna untuk mengkomunikasikan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.

Melaksanakan upacara Tumpek Pengatag yang bermakna sebagai pernyataan rasa terima kasih atas keseimbangan diciptakannya tumbuh-tumbuhan sebagai wujud penyeimbang Bhuwana Agung dan Bhuwana alit.

Melaksanakan upacara Tumpek Kandang yang bermakna sebagai pernyatan rasa terima kasih atas keseimbangan diciptakannya hewan/binatang yang merupakan pelengkap dari keseimbangan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.

Create your own awesome maps

Even on the go

with our free apps for iPhone, iPad and Android

Get Started

Already have an account?
Sign In