ibn Rejab
Ali Imran [3]: 174
Ali-Imran [3]:135
Al-A'raf [7]:201
Kisah Nabi Dawud a.s dan dua orang yang berselisih, Shad [38]:25
Nabi Yaakub a.s mengadu kesedihan, Yusuf [12]:86
kesenangan seorang hamba untuk bermunajat kepada Allah
menikmati zikir
senang menyendiri dengan-Nya
semakin kuat pengetahuan tentang-Nya
semakin bertambah kebersamaannya
"Banyak berbicara dengan Allah" Nabi Isa a.s [Ibnu Rajab, Abu Nu'aim], menyepi untuk berzikir dan memohon, menyendiri untuk bermunajat kepadaNya
cinta Allah dan rasul lebih daripada yang lain
cinta seseorang demi Allah semata
benci untuk kebali kepada kekufuran sebagaimana x ingin dia dilemparkan ke dalam api neraka
Telah merasakan manisnya iman orang yang meredhai Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi serta Rasulnya
manis iman pada hati sebagaimana manisnya makanan pada mulut/lidah -Ibn Qayyim
ketika cahaya masuk ke dalam hati
kembali kepada Akhirat
mengabaikan dunia
bersiap menyambut kematian sebelum kedatangan
takut, tergoncang dan detak hatinya bertambah cepat
ummu darda': "Getaran di dalam hati bagaikan panasnya bisul." [Al Jami' liahkam al-Quran, Vol 5, h 163]
Ibn Abbas, "Mereka takut dan tenang di dalam salat mereka"
Ibn Rejab, kehalusan, kelembutan, ketenangan, kerundukan, kelemahan dan kepedihan hati. Apabila hati khusyuk, ia akan diikuti oleh khusyuknya seluruh anggota tubuh, "Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal darah. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rosak, maka rosaklah seluruh tubuh. Ingatlah sesungguhnya ia adalah hati." [HR Bukhari-Muslim]
Fushilat [41]:39, khusyuk bumi = diam dan rendah
dipaksa khusyuk pada anggota tubuh dan pandangan mata, tanpa khusyuk pada hati
Makrifah Allah, lebih tinggi makrifah, lebih khusyuk seseorang