Kerjasama Diklat SDM Ketenagakerjaan

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Kerjasama Diklat SDM Ketenagakerjaan by Mind Map: Kerjasama Diklat SDM Ketenagakerjaan

1. Mekanisme

1.1. Dasar hukum kerjasama

1.1.1. PP 42 / 2018

1.1.1.1. 16 diklat teknis

1.1.1.2. 9 diklat fungsional

1.1.1.3. 3 diklat manajemen

1.1.2. Peraturan Menteri Keuangan

1.2. Lingkup kerjasama (Scooping mission)

1.3. Penjajakan kerjasama

1.4. Perumusan kerjasama

1.5. Penandatanganan kerjasama

1.6. Bentuk kerjasama

1.6.1. Pusdiklat - Pihak lain (Keluar)

1.6.2. Pihak lain - Pusdiklat (Kedalam)

2. Sumberdaya manusia

2.1. Pejabat struktural

2.1.1. Kepala Pusat

2.1.2. Kepala bidang / Kepala Biagian 3 orang

2.1.3. Kepala Seksi 6 orang

2.2. Pejabat Fungsional

2.2.1. Widyaiswara

2.2.1.1. Manajemen 7 orang

2.2.1.2. Pengantar kerja 4 orang

2.2.1.3. Hubungan industrial 6 orang

2.2.1.4. Pengawasan 6 orang

2.2.2. Lainnya

2.2.2.1. Statistisi

2.2.2.2. Analis kepegawaian

2.2.2.3. Pejabat pembuat komitmen

2.2.2.3.1. APBN

2.2.2.3.2. PNBP

2.2.2.4. Bendahara

2.2.2.4.1. Pengeluaran

2.2.2.4.2. Gaji

2.2.2.4.3. PNBP

3. Sarana & prasarana

3.1. Kampung Makasar

3.1.1. Asrama 90 -120 peserta

3.1.2. Aula pertemuan 120 peserta

3.1.3. Ruang belajar 4 klas @ 40 orang

3.1.4. Ruang diskusi 3 klas @ 10-15 orang

3.1.5. Perpustakaan 1 ruangan

3.1.6. Data Center

3.1.7. Kolam renang

3.2. Ciloto

3.2.1. Asrama 90 -120 peserta

3.2.2. Aula 120 peserta

3.2.3. Ruang belajar 4 klas @ 30 orang

3.2.4. Ruang diskusi 3 tempat @ 10 orang

4. Uang

4.1. APBN Naker

4.2. APBN K/L lain

4.3. Anggaran Pegiat Naker

5. Bidang

5.1. Manajemen

5.1.1. Latihan dasar CPNS

5.1.1.1. Naker

5.1.1.2. K/L lain (KS ke dalam)

5.1.2. Kepemimpinan ASN IV & III

5.1.2.1. Naker

5.1.2.2. K/L lain (KS ke dalam)

5.1.3. Kepemimpinan ASN II & I

5.1.3.1. Naker (KS ke luar)

5.2. Teknis Fungsional

5.2.1. Pengantar kerja

5.2.1.1. Naker

5.2.1.2. Prov/Kab/Kota (KS ke dalam)

5.2.2. Hubungan Industrial

5.2.2.1. Naker

5.2.2.2. Provinsi / Kab/ Kota (KS ke dalam)

5.2.3. Pengawasan

5.2.3.1. Naker

5.2.3.2. Provinsi / Kab/Kota (KS ke dalam)

5.2.4. Methodologi Instruktur

5.2.4.1. Naker

5.2.4.2. Provinsi / Kab / Kota (KS ke dalam)

6. Peningkatan Kapasitas Diklat Ketenagakerjaan (KS ke luar)

6.1. TOF

6.1.1. Manajemen penyelenggara

6.1.2. Pengajaran

6.2. TOT

6.2.1. Manajemen

6.2.2. Pengantar kerja

6.2.3. Hubungan Industrial

6.2.3.1. TOT Dalam Negeri)

6.2.3.2. TOT Luar Negeri

6.2.4. Pengawasan

6.2.5. Methodologi Instruktur

6.3. Elemen

6.3.1. Analisis Kebutuhan Diklat

6.3.2. Kurikulum

6.3.3. Modul

6.3.4. Bahan Ajar

6.3.5. Metode pembelajaran

6.3.5.1. Klasikal

6.3.5.2. E-learning

6.3.5.3. Blended learning

6.3.6. Media pembelajaran

6.3.7. Evaluasi

6.3.7.1. Peserta

6.3.7.2. Penyelengaraan

6.3.7.3. Widyaiswara

6.3.7.4. Purna Diklat

7. Status Peserta

7.1. Aparatur Sipil Negara

7.2. Pengusaha

7.3. Pekerja /pencari kerja

8. Lesson Learnt

8.1. Business as usual

8.2. Corporate university Kemenkeu

9. Resources Sharing

9.1. Bantuan teknis

9.2. Bantuan pembiayaan

10. Jenis diklat

10.1. Eksisting diklat ASN

10.2. Pengembangan

10.2.1. Diklat penjenjangan fungsional

10.2.2. Diklat SDM Ketenagakerjaan

10.2.2.1. sektor perhubungan

10.2.2.2. Sektor maritim

10.2.2.3. Lainnya

11. Focus

11.1. Curriculum development

11.2. Instructional improvement

11.3. Staff Development

11.3.1. Lecturer

11.3.2. Administrator

12. Sektor (konvensi ILO)

12.1. Maritim / Perikanan

12.2. Perhubungan

13. Variabel penentu mutu diklat

13.1. Kualitas peserta

13.2. Kualitas Kurikulum

13.3. Kualitas dosen dan tenaga kependidikan

13.4. Sarana

13.5. Prasarana

13.6. Sistem evaluasi

13.7. Pembiayaan