Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
GAS ALAM by Mind Map: GAS ALAM

1. contoh combation ;

2. DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

3. Daftar Pustaka :makalah Pencairan Gas Alam

4. KELOMPOK 2 : GAS ALAM UNTUK PEMBANGKIT

4.1. PENDAHULUAN

4.1.1. Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Cadangan gas alam di Indonesia sangat besar. Berdasarkan data tahun 1988 terdapat cadangan terbukti sebesar 68,87 trilyun kaki kubik yang terdiri atas cadangan non-associated gas sebesar 60 trilyun kaki kubik dan cadangan associated gas sebesar 8,87 trilyun kaki kubik. Cadangan tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan yang besar berada di Pulau Natuna, Kalimantan Timur, dan Aceh.

4.2. BIAYA PEMBAGKIT TENAGA LISTRIK DAN EFISIENSI

4.2.1. Pembangkit tenaga listrik dengan gas alam mempunyai biaya investasi yangpaling kecil bila dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan menggunakanbahan bakar minyak, diesel, maupun batubara. Gas combined cycle mempunyaibiaya investasi yang lebih besar bila dibandingkan dengan turbin gas tetapi gascombined cycle mempunyai keunggulan yaitu efisiensinya tinggi. Turbin gas lebihbanyak digunakan bila kapasitas pembangkitan masih rendah seperti kondisi diSumatera., Kalimantan, dan pulau lain.

4.3. 1. Dampak lingkungan pembangkit tenaga listrik dengan gas alam lebih kecil bila dibandingkan dengan pembangkit tenaga listrik dengan bahan bakar fosil yang lain. Hal ini dapat dimengerti karena gas alam mempunyai sifat yang bersih dalam proses pembakaran. Meskipun demikian, gas buang dari proses pembakaran masih mengandung bahan NOx. 2. Panas yang diemisikan ke udara merupakan dampak lingkungan yang lain disamping emisi gas buang. Untuk gas combined cycle panas yang diemisikan ke udara dapat dikurangi dengan adanya turbin uap. 3. Dampak lainnya yaitu kebisingan yang ditimbulkan selama pembangkit tenaga listrik tersebut beroperasi. Untuk mengatasi kebisingan yang ditimbulkan,dalam desain sistem pembangkit tenaga listrik baik dengan turbin gas maupundengan gas combined cycle digunakan pelindung akustik dan juga dipilih materialtertentu untuk mengurangi kebisingan

4.4. KEUNTUNGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS

4.5. 1. Memiliki efisiensi yang tinggi sehingga biaya operasional pembangkit listrik (rupiah per kwh rendah) 2. Konsumsi energi lebih hemat dengan harga gas dunia yang masih rndah saat ini 3. Proses pembangunan pembangkit listrik yang lebih cepat dibanding dengan pembangkit listrik tenaga uap 4. Kapasitas pembangkit daya (power) yag bervariasi dari skala keil sampai dengan skala power yang lebih besar 5. Fleksibilitas yang tinggi, mudah dalam menaikkan dan menurunkan beban sesuai dengan kebutuhan sistem 6. Konstruksi dari pembangunan pembangkit listrik tenaga gas sederhana dan tidak memerlukan area yang luas 7. Sisa pembakaran atau gas buang dari PLTG dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas yang dapat digunakan untuk memanaskan ketel uap (boiler) 8. Investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga gas lebih murag dibandingkan dengan pembangunan PLTU atau solar cell

4.6. KEKURANGAN PEMBANGKIT TENAGA GAS

4.6.1. 1. Lifetime dari pembangkit listrik tenaga gas cenderung lebih singkat 2. Daya mampunya dipengaruhi oleh kondisi alam sekitar, dicuaca yang panas pembangkit tenaga gas terkadang hanya mampu sampai denga 95% dari daya mampu pembangkit

4.7. 1. Udara dengan tekanan atmosfir ditarik masuk ke dalam compressor melalui pintu, 2. udara ditekan masuk ke dalam compressor. 3. Udara ditekan masuk ke dalam ruang bakar dengan tekanan 250 Psi dicampur dengan bahan bakar dan di bakar dalam ruang bakar dengan temperatur 2000–3000ᴼF. 4. Gas hasil pembakaran yang merupakan energi termal dengan temperature dan tekanan yang tinggi suhunya kira-kira 900ᴼC. 5. Dari energi panas yang dihasilkan inilah kemudian akan dimanfaatkan untuk memutar turbin dimana didalam sudu-sudu gerak dan sudu-sudu diam turbin, 6. gas panas tersebut temperature dan tekanan mengalami penurunan dan proses ini biasa disebut dengan proses ekspansi. 7. Selanjutnya energi mekanis yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk memutar generator hingga menghasilkan energi listrik.

4.8. PROSES KERJA

4.9. DAFTAR PUSTAKA

4.9.1. http://bmj.co.id/tentang-genset/pembangkit-listrik-tenaga-gas-pltg/ file:///C:/Users/user/Downloads/p9002.pdf https://rakhman.net/power-plants-id/prinsip-kerja-pltg/

5. KELEMPOK 1 ; GAS ALAM UNTUK BERAGAM INDUSTRI

5.1. DEFINISI

5.1.1. Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas.

5.2. PEMBAKARAN

5.3. BAHAN - BAKU

5.3.1. OXYGEN (O2) digunakan sebagai bahan baku dalam proses-proses oksidasi. Dalam jumlah yang sangat besar OXYGEN (O2) digunakan dalam gasifikasi batubara untuk menghasilkan gas sintesis yang dapat digunakan sebagai bahan baku kimia atau prekursor untuk menjadikan bahan bakar mudah-diangkut dan mudah-digunakan. OXYGEN (O2) digunakan untuk memperkaya kandungan udara / katalis cracking regenerators, yang meningkatkan kapasitas unit. OXYGEN (O2) juga digunakan untuk regenerasi katalis di kilang. OXYGEN (O2) digunakan untuk mencapai pembakaran yang sempurna dan penghancuran bahan berbahaya dan sampah di insinerator.

5.3.2. CARBON DIOXIDE (CO2) dalam jumlah besar digunakan sebagai bahan baku dalam industri proses kimia, khususnya untuk metanol dan produksi urea. CARBON DIOXIDE (CO2) digunakan dalam sumur minyak untuk ekstraksi minyak dan menjaga tekanan dalam formasi. Ketika CARBON DIOXIDE (CO2) dipompakan ke dalam sumur minyak, sebagian dilarutkan ke dalam minyak, mengurangi kekentalan, sehingga minyak yang akan diekstrak lebih mudah dari batuan dasar dan meningkatkanproduksi.

5.3.3. -Gas Alam Sebagai Bahan Dasar Untuk Membuat Pupuk Gas alam dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat berbagai macam jenis pupuk, sehingga banyak ditemui pabrik pupuk yang berdekatan dengan unit pengolahan gas alam. Pada dasarnya, gas alam telah melalui beberapa tahap konversi kimia hingga dihasilkan amonia yang menjadi bahan campuran pembuatan pupuk.

5.3.4. HIDROGEN (H2) dalam jumlah besar digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis kimia amonia, metanol, HIDROGEN (H2) peroksida, polimer, dan pelarut. Dalam penyulingan, digunakan untuk menghapus belerang yang terkandung dalam minyak mentah. Industri farmasi menggunakan HIDROGEN (H2) untuk memproduksi vitamin dan produk farmasi lainnya.

5.4. REFERENSI :

5.4.1. http://bumn.go.id/gasnegara/halaman/141

5.4.2. www.kemenperin.go.id › download

5.4.3. https://www.youtube.com/watch?v=SrPnOy45FVw

5.5. -Menghasilkan Metanol Produk berbahan dasar gas alam berikutnya yakni metanol. Metanol diperoleh dari gas alam dengan skema mirip dengan proses Fischer-Tropsch. Metanol sering digunakan untuk mencegah endapan hidrat yang terbentuk di jaringan pipa pada suhu rendah. Selain itu, metanol dapat juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bahan kimia yang lebih kompleks, seperti bahan isolasi, cat, lem, pernis, formalin, asam asetat dan zat aditif untuk bahan bakar.

6. Kelompok 3 (21-30) GAS ALAM UNTUK RUMAH TANGGA

6.1. DEFINISI

6.1.1. Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA dengan brand ELPIJI, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (Kilang BBM) dan Kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan.

6.1.1.1. ELPIJI lebih berat dari udara dengan berat jenis sekitar 2.01 (dibandingkan dengan udara), tekanan uap Elpiji cair dalam tabung sekitar 5.0 – 6.2 Kg/cm2

6.1.1.2. tekanan uap Perbandingan komposisi, propana (C3H8) : butana (C4H10) = 30 : 70. Nilai kalori: + 21.000 BTU/lb

6.1.1.3. Zat mercaptan biasanya ditambahkan kepada LPG untuk memberikan bau yang khas, sehingga kebocoran gas dapat dideteksi dengan cepat

6.1.1.4. ELPIJI PERTAMINA dipasarkan dalam kemasan tabung (3 kg, 6 kg, 12 kg, 50 kg) dan curah. A.

6.2. LPG butana dan LPG mix biasanya dipergunakan oleh masyarakat untuk bahan bakar memasak, sedangkan LPG propana biasanya dipergunakan di industri-industri sebagai pendingin, bahan bakar pemotong, untuk menyemprotkan cat dan yang lainnya.

6.2.1. 2. LPG butane , yang sebagian besar terdiri dari C4

6.2.1.1. 3. Mix LPG, yang merupakan campuran dari propana dan butana.

6.2.2. Menurut data PGN hingga September 2017, rata-rata harga gas bumi PGN sebesar US$ 8,56 per MMBtu. Sementara harga gas tabung 12 kg jika disetarakan seharga US$ 20,11 per MMBtu atau lebih murah lebih dari 50%. Meskipun untuk gas tabung 3 kg bersubsidi masih lebih murah yakni US$ 7,07 MMBtu. "Rata-rata jargas jika dihitung Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per meter kubik atau US$ 9 per MMBtu. Kalau LPG harganya Rp 12.500 per meter kubik. Saya tanya ke pelanggan, nyaman enggak? Mereka nyaman," tambahnya.

6.3. Saat ini cadangan gas alam yang dimiliki Indonesia diperkirakan sebesar 134,0 triliun kaki kubik (TCF) yang tersebar didaerah:

6.3.1. Aceh

6.3.2. Sumatera Utara

6.3.3. Sumatera Tengah

6.3.4. Sumatera Selatan

6.3.5. Jawa Barat

6.3.6. Jawa Tengah

6.3.7. Jawa Timur

6.3.8. Kalimantan Timur

6.3.9. Jenis-Jenis LPG Berdasarkan komposisi propane dan butane, LPG dapat dibedakan menjadi tiga macam:

6.3.9.1. 1. LPG propane, yang sebagian besar terdiri dari C3

6.3.10. Natuna

6.4. Sulawesi Selatan, dan Papua

6.5. Harga Gas Alam

6.6. Cadangan Gas Alam

6.7. NET17 - Warga Bekasi dan Depok Memakai Instalasi Gas Alam

6.7.1. Cadangan gas alam cair (LNG) Indonesia berkurang 5% dalam dua tahun terakhir. Kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber gas baru sangat diperlukan untuk kembali meningkatkan cadangan gas nasional. "Total cadangan gas Indonesia (hingga 2018) sebanyak 135,55 TSCF (triliun kaki kubik)," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto di Jakarta, Selasa (5/3). Rinciannya, cadangan terbukti (P1) sebesar 99,06 TSCF, cadangan potensial (P2) 21,26 TSCF dan cadangan yang mungkin (P3) 18,23 TSCF.

6.7.2. Volume cadangan gas ini lebih rendah dibandingkan dua tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian ESDM dalam buku “Neraca Gas 2018-2027”, total cadangan gas pada 1 Januari 2017 mencapai 142,72 TSCF. Artinya, dalam dua tahun terakhir cadangan gas berkurang sebesar 7 TSCF. Dalam buku tersebut dijelaskan rata-rata tingkat pemanfaatan gas bumi sepanjang 2012-2017 sebesar 2,9 TSCF per tahun. Mengacu data ini, jika tidak ada penambahan sumber gas baru, cadangannya akan habis dalam 49 tahun. Sementara realisasinya dalam dua tahun ini rata-rata pemanfaatan gas sudah mencapai 3,5 TSCF per tahun.