PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
PERLINDUNGAN LINGKUNGAN by Mind Map: PERLINDUNGAN LINGKUNGAN

1. Dimas Patar Prawoto 2R-09 Parameter Limbah Cair PLTU Menurut peraturan menteri lingkungan hidup no.8 tahun 2009 tentang baku mutu air limbah bagi usaha pembangkit listrik thermal, parameter limbah cair PLTU yaitu kandungan PH,TSS(Total Suspended Solid),minyak dan lemak, klorin bebas(Cl2), kromium total, tembaga(Cu), Besii(Fe), Seng (Zn), Phospat(PO4-), Alkalinitas, Sulfat (SO4 2-), dan Temperatur

2. Sumber Limbah Cair PLTU Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 8 tahun 2009 tentang baku mutu air limbah bagi usaha pembangkit lstrik tenaga termal, limbah yang dihasilkan berasal dari proses utama, kegiatan pendukung, dan kegiatan yang menghasilkan air limbah yang mengandung minyak. 1. Proses utama= menghasilkan air limbah dari proses pencucian dengan atau tanpa bahan kimia. 2. Kegiatan pendukung= kegiatan fasilitas air pendingin, kegiatan fasilitas desalinasi 3. Air limbah mengandung minyak= berasal dari tumpahan yang dibuang melalui kolam separator. Yubdina Nurfazlia Irbah 2R

3. BAKU MUTU LINGKUNGAN (UU. NO 32 Thn. 2009 pasal 20) Penentuan terjadinya pencemaran lingkungan hidup diukur melalui baku mutu lingkungan hidup. Baku mutu lingkungan hidup meliputi: a. baku mutu air; b. baku mutu air limbah; c. baku mutu air laut; d. baku mutu udara ambien; e. baku mutu emisi; f. baku mutu gangguan; dan g. baku mutu lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Muhammad Dicky Darmawan 1802421005

4. Fadia Ramadhania N 1802421016 Beberapa tindakan yang dapat dilakukakn untuk mencegah dampak pencemaran udara antara lain: •Menanam pohon •Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil •Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan •Pengawasan yang ketat pada wilayah hutan yang rawan terbakar •Melarang pembakaran hutan •Tidak melakukan percobaan nuklir secara massif

5. Nama :Tribers Andre Mangihut Jaya Kelas :2R SELAMATKAN BUMI DARI PEMANASAN GLOBAL Cara Mengatasi Pemanasan Global: 1. Mengurangi Penggunaan Kendaraan Bermotor 2. Menjaga Kelestarian Alam 3. Mengontrol Pemakaian Listrik 4. Mengendalikan Limbah

6. Andry Trisaputra 2-R/1802421024 Batubara, Rusak Lingkungan, Sumber Beragam Penyakit sampai Hancurkan Pangan dan Budaya oleh Indra Nugraha, Jakarta 24 Februari 2014 Kala banyak negara sudah mulai mengurangi penggunaan batu bara sebagai sumber energi, pemerintah Indonesia, justru makin masif merencanakan pertambangan maupun pembangunan PLTU batubara. Padahal, penggunaan batu bara sangat merusak lingkungan dan manusia. Indonesia tidak mempunyai aturan khusus menangani pencemaran udara akibat pertambangan. Begitupun standardisasi PM 2,5. Indonesia juga tidak pernah memantau bahaya polusi PLTU. Indonesia membangun banyak PLTU juga banyak eksplorasi tambang batubara. Orang di dekat PLTU maupun lokasi tambang sangat dirugikan. Mereka akan menghirup udara dari batubara itu. Saat ini, beberapa negara justru berkomitmen mengurangi penggunaan batubara. China, misal, menargetkan pengurangan penggunaan batubara mulai 2017 sebesar 30%. Mereka mulai mengembangkan sumber energi terbarukan karena pencemaran udara sangat parah pernah melanda China tahun 2008. Sumber: www.mongabay.co.id

7. Azmi A.M. 2R/06 Permen LH No 8 Tahun 2009 Limbah PLTU Ancam Laut Sebagian PLTU batubara saat ini ataupun yang akan dibangun pada masa mendatang berada di pesisir. Namun, baku mutu limbah air lindi abu batubara belum diatur. JAKARTA, KOMPAS – Perlindungan perairan pesisir Indonesia dari dampak limbah buangan pembangkit listrik tenaga uap batubara lemah, Aturan saat ini tak cukup memastikan laut terbebas pencemaran limbah cair dari penyimpanan batubara dan abu hasil pembakaran dan operasional termal. Pengaturan dan pengetatan baku mutu mendesak dilakukan karena 91 persen PLTU batubara berada di pesisir yang membangkitkan listrik 24.435,96 megawatt (MW). Ke depan, 82 persen PLTU berbahan bakar batubara kapasitas 44.047 MW ada di pesisir (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik /RUPTL 2018-2027). Analisis yang dilakukan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) mengungkapkan, peraturan baku mutu air limbah PLTU batubara longgar. Sumber : https://kompas.id/baca/utama/2018/12/06/limbah-pltu-ancam-laut/

8. “LANGKAH MITIGASI PLTA BATANGTORU DALAM MENANGGAPI ISU KONSERVASI ORANG UTAN” Pembangunan koridor, pembangunan tumbuhan pakan sebagai habitat pengganti, dan tim monitoring sebagai tiga hal yang harus dipenuhi Pembangunan koridor akan mempertahankan akses bagi populasi orangutan yang tersisa kendati terdapat kegiatan di sekitarnya. Kemudian, habitat pengganti diperlukan agar makanan untuk orangutan tetap terjaga. Terakhir, tim monitoring untuk memastikan seluruh satwa liar di sekitar lokasi proyek tetap terlindungi “kalau semua pembangunan pembangkit energi terbarukan dihadang dengan isu lingkungan, tidak akan ada investor yang mau masuk. Maka, komitmen kita untuk menurunkan emisi grk akan terancam. Lalu, kita akan terus menerus membakar batubara yang membuat dampak buruk perubahan iklim menjadi-jadi,” kata sonny, yang merupakan menteri lingkungan hidup periode 1999-2001.. MUHAMMAD FIRSTYAN RAMADHANI 2R // 1802421030

9. BAGAS AL RIZKY (07) SOLUSI UNTUK MENGURANGI POLUSI SAMPAH DI LINGKUNGAN. UNTUK INDIVIDU : 1. Bangkitkan Kesadaran dan Kepedulian Kita Tentang Lingkungan 2. Mulailah dari Rumah 3. Cobalah Kurangi Pemakaian Plastik 4. Mengisi waktu luang dengan keterampilan UNTUK PEMERINTAH : 1. Permudah Akses Pembuangan 2. Atur dan Maksimalkan Peran Petugas Kebersihan 3. Berikan Para Petugas Apresiasi Leb 4. Gencarkan Penyuluhan

10. Holin Aselius Nicola 1802421020 Limbah PLTU Ancam Laut Sebagian PLTU batubara saat ini ataupun yang akan dibangun pada masa mendatang berada di pesisir. Namun, baku mutu limbah air lindi abu batubara belum diatur. Perlindungan perairan pesisir Indonesia dari dampak limbah buangan pembangkit listrik tenaga uap batubara lemah, Aturan saat ini tak cukup memastikan laut terbebas pencemaran limbah cair dari penyimpanan batubara dan abu hasil pembakaran dan operasional termal. Analisis yang dilakukan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) mengungkapkan, peraturan baku mutu air limbah PLTU batubara longgar. Landasan utama pencegahan dampak pencemaran air limbah dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Termal ialah turunan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencernaran Air. Sumber: https://icel.or.id/limbah-pltu-ancam-laut/

11. M Fauzan Azhar (1802421025) Tahapan Penetapan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) 1. Memahami karakteristik bentang alam di Wilayah Ekoregion. 2. Pembuatan peta DDDTLH indikatif berbasis Jasa Lingkungan (peta kinerja jasa lingkungan) dengan pendekatan kesepakatan para ahli. 3. Tahap penentuan status DDDTLH (indikatif) dengan mempertemukan kebutuhan dan ketersediaan dengan menggunakan pendekatan sistem Grid

12. MUHAMMAD YUSUP AL QARDHAWI 1802421009 PROSES AMDAL Untuk rencana usaha atau kegiatan wajib AMDAL, Proses AMDAL dan lingkungan secara umum terdiri dari : 1. Proses Penapsisan 2. Proses Penyusunan dan Penilaian AMDAL 3. Proses Penerbitan : a. Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup Dan Izin Lingkungan b. Surat Keputusan Ketidaklayakan Lingkungan Hidup

13. PENGERTIAN PENCEMARAN UDARA Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomer 1407 tahun 2002 tentang Pedoman Pengendalian Dampak Pencemaran Udara, Pencemaran Udara adalah masuknya atau dimasukannya zat, energi, atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, sehingga turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan atau mempengaruhi kesehatan manusia Muhammad Rafif Pratama (1802421023)

14. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Fawwaz Mahdi D

15. Nama : Ananda Irfansyah Kelas : 2R Nim : 1802421001 Pengertian dan Jenis AMDAL di Indonesia Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha/kegiatan. Berikut ini adalah jenis AMDAL yang dikenal di Indonesia: 1. AMDAL Proyek Tunggal, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha/kegiatan yang diusulkan hanya satu jenis kegiatan. 2. AMDAL Kawasan, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan dari berbagai kegiatan dimana AMDAL menjadi kewenangan satu sektor yang membidanginya. 3. AMDAL Terpadu Multi Sektor, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan dari berbagai jenis kegiatan dengan berbagai instansi teknis yang membidangi. 4. AMDAL Regional, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan terkait satu sama lain.

16. Aldira Kiko Haiqyastri (1802421021/2R) Sektor yang penting ini mencakup berbagai industri di mana pun ada kebutuhan untuk melindungi lingkungan dari kontaminasi : 1.Kepercayaan klien. 2.Memenuhi tujuan-klien tertentu. 3.Melindungi anda dari polusi. 4.Dalamnya pengalaman kami. 5.Menampung, pengeringan dan menyimpan dengan inovasi ‘Mac’.

16.1. Dede Muhamad Ilyas (1802421007) Tindakan Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Air 1. Penggunaan pupuk organik dan kompos sebagai pengganti pupuk buatan pabrik 2. Pemanfaatan musuh alami dan parasitoid dalam pemberantasan hama 3. Hindari penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan 4. Jangan membuang limbah rumah tangga di sungai atau danau 5. Kurangi penggunaan detergen 6. Pengolahan limbah cair dari pabrik/industri dengan benar 7. Perencanaan AMDAL 8. Kawasan industri harus memenuhi syarat yang telah ditentukan 9. Memiliki bak penampungan limbah (septi tank) 10. Pencegahan kebocoran instalasi pengeboran minyak lepas pantai dan kebocoran tanker minyak 11. Gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalur hijau, mempertahankan areal resapan air 12. Pembuatan sengkedan dan terasering pada lahan miring

17. Nama : Irchas Iskandar NIM : 1802421006 Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Pemerintah dan Masyarakat Oleh Pemerintah : 1. Mencanangkan program pembangunan berkelanjutan 2. Mengeluarkan UU tentang lingkungan hidup 3. Membentuk badan pengendalian lingkungan hidup 4. Mengadakan sosialisasi tentang lingkungan hidup Oleh Masyarakat dengan dukungan Pemerintah : 1. Menjalankan program penanaman seribu pohon 2. Tidak membuang limbah ke sungai atau laut 3. Mengurangi pencemaran udara 4. Tidak melakukan perburuan liar dan perusakan lingkungan

18. Sherina Putri Dwi C (1802421029) Fenomena yang kerap terjadi oleh PLTU ialah hujan asam. Hal ini disebabkan karena adanya sulfur diosida dari hasil gas buang. PLTU Jepara telah menggunakan teknologi Desulfurisasi gas buang, yakni adalah prosedur pembersihan gas untuk memisahkan SO2 dari gas buang dengan dua cara, yakni metode basah dengan cara menggunakan cairan penyerap sulfur, dan metode kering dengan arang aktif sebagai pengikat sulfur yang menghasilkan gipsa. (detail : https://www.slideshare.net/may021994/flue-gas-desulphurization-detailed-process)

18.1. Permasalahan utama dalam pengelolaan fly ash dan bottom ash pada PLTU menggunakan ISM (Interpretative Structural Modeling), memperlihatkan bahwa permasalahannya adalah penanganan fly ash dan bottom ash secara terbuka, kurang ketatnya pemerintah daerah dalam pemberian ijin Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 (TPS), desain TPS harusnya berupa silo yang tidak berinteraksi dengan air, penanganan fly ash dan bottom ash tidak terencana dengan baik, pembuangan fly ash dan bottom ash dilakukan setelah menumpuk banyak, sehingga biaya mahal, jasa pemanfaat fly ash dan bottom ash terfokus di Pulau Jawa. Ade Fadhlurrohman / 1

19. Dede Muhamad Ilyas (1802421007) Tindakan Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Air 1. Penggunaan pupuk organik dan kompos sebagai pengganti pupuk buatan pabrik 2. Pemanfaatan musuh alami dan parasitoid dalam pemberantasan hama 3. Hindari penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan 4. Jangan membuang limbah rumah tangga di sungai atau danau 5. Kurangi penggunaan detergen 6. Pengolahan limbah cair dari pabrik/industri dengan benar 7. Perencanaan AMDAL 8. Kawasan industri harus memenuhi syarat yang telah ditentukan 9. Memiliki bak penampungan limbah (septi tank) 10. Pencegahan kebocoran instalasi pengeboran minyak lepas pantai dan kebocoran tanker minyak 11. Gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalur hijau, mempertahankan areal resapan air 12. Pembuatan sengkedan dan terasering pada lahan miring

20. Nama : Muhammad Rizki Kurnia NIM : 1802421032 Perlindungan lingkungan hidup bertujuan: a. melindungi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup; b. menjamin keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia; c. menjamin kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem; d. menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup; e. mencapai keserasian, keselarasan, dan keseimbangan lingkungan hidup; f. menjamin terpenuhinya keadilan generasi masa kini dan generasi masa depan; g. menjamin pemenuhan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia; h. mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana; i. mewujudkan pembangunan berkelanjutan; dan j. mengantisipasi isu lingkungan global. Tujuan perlindungan lingkungan semua ini diatur dalam UU No. 39 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

21. Pengendalian limbah B3 Limbah B3 perlu diolah, baik secara fisik atau kimia (solidifikasi), maupun biologi (bioremediasi dan vitoremediasi) sehingga menjadi tidak berbahaya atau berkurang daya racunnya. Setelah diolah limbah B3 masih memerlukan metode pembuangan yang khusus yakni dengan cara memompakan limbah tersebut melalui pipa kelapisan batuan yang dalam, di bawah lapisan-lapisan air tanah dangkal maupun air tanah dalam.untuk mencegah resiko terjadi pencemaran. (Fara Arinda Z.)

22. ASTRY AFRILIA HAMZAH 1802421008 Undang Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup memiliki beberapa point aturan yang berkaitan erat dengan implementasi Keuangan Berkelanjutan di Indonesia. beberapa point aturan tersebut terdiri atas pasal-pasal berikut ini: 1. Paragraf 3; Pasal 20 ayat 1 s/d 5 Tentang Baku Mutu Lingkungan Hidup. 2. Paragraf 4; Pasal 21ayat 1 s/d 5 Tentang Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup. 3. Paragraf 5; Pasal 22 ayat 1 menyatakan "Setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki AMDAL". 4. Paragraf 6; Pasal 34 ayat 1 menyatakan "Setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kriteria wajib AMDAL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) wajib memiliki UKL-UP".