Perkembangan Islam Pasca Khulafaur Rasyidin

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Perkembangan Islam Pasca Khulafaur Rasyidin by Mind Map: Perkembangan Islam Pasca Khulafaur Rasyidin

1. Abdul Malik bin Marwan (65-86 H)

1.1. Menumpas pemberontakan

1.2. Merubah bahasa administrasi dari bahasa

1.3. Yunani dan bahasa Pahlawi ke bahasa Arab

1.4. Merubah mata uang Bizantium dan Persia menjadi dinar dan dirham

2. Dinasti Umayyah di Damaskus

2.1. Muawiyah bin Abi Sufyan (41-60 H)

2.1.1. Memperluas wilayah Islam di tiga wilayah yang subur

2.1.2. Membentuk Departemen dan Duta

2.1.3. Mengangkat beberapa profesional dalam bidang Administrasi keuangan

2.2. Al-Walid bin Abdul Malik (86-96 H)

2.2.1. Mengirimkan 12.000 pasukan Islam ke Eropa atau Andalusia pada tahun 711 M

2.3. Umar bin Abdul Aziz (99-101 H),

2.3.1. Memerintahkan gubernur Madinah agar masyarakat Islam yang ada di Madinah, Hijaz dan sekitarnya menghimpun, menyeleksi dan menyempurnakan hadits

2.4. Pengembangan ilmu pengetahuan

3. Dinasti Abbasiyah

3.1. Bidang Sosial dan Ekonomi

3.1.1. Bidang Ekonomi

3.1.1.1. Pembangunan bidang Pertanian, indurstri, dan perdagangan

3.2. Ilmu Tafsir - Ilmu Hadis Ilmu kalam - Ilmu Qira'at Ilmu Nahwu - Tarikh dan Geografi Seni Bahasa

3.3. Bidang Seni

3.4. Seni Bahasa , Seni Suara , Seni Musik , Seni Tari , Seni Rupa , Seni Bangunan dan Arsitektur

3.5. Bidang Kebudayaan

3.5.1. Istana Hasyimiyah Dibangun pada masa Abu Abbas As-Saffah dan merupakan tempat tinggal khalifah dan para keluarganya

3.5.2. Masjid Sebagai tempat ibadah, bermusyawarah, dan tempat menuntut ilmu

3.5.3. Kota Baghdad Pusat peradaban dan kebangkitan Ilmu pengetahuan dalam Islam

3.6. Bidang Politik dan Pemerintahan

3.6.1. Ada 5 periode

3.6.1.1. periode pengaruh Persia pertama

3.6.1.2. Turki pertama

3.6.1.3. Persia kedua

3.6.1.4. Turki kedua

3.6.1.5. periode bebas dari pengaruh dinasiti lain

3.7. Bidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan

3.7.1. Berdirinya lembaga-lembaga pendidikan

3.7.2. Berdirinya kota-kota kegiatan ilmu pengetahuan

3.7.3. Lahirnya ilmu fiqih dan para fuqaha terkenal

3.7.4. Perkembangan ilmu Naqli

3.7.5. Perkembangan Ilmu Aqli

4. Dinasti Umayyah II di Andalusia

4.1. Kemajuan Intelektual Filsafat

4.1.1. Dikembangkan abad ke-9 selama pemerintahan Mihammad bin Abdurrahman

4.1.2. Ibn Bajjah

4.1.3. Abu Bakr bin Thufail dengan karya filsafatnya yang sangat terkenal Hay bin Yaqzhan

4.1.4. Ibn Rusyd yang juga dianggap sebagai “Avicenna dari Barat” dengan karya filosofinya yang utama yaitu “Tahafut al-Tahafut”

4.2. Kemajuan Pembangunan

4.2.1. Cordova, adalah ibu kota Spanyol sebelum Islam, yang kemudian diambil alih oleh Bani Umayyah. Oleh penguasa Muslim, kota ini dibangun, diperindah untuk nantinya dijadikan pusat kota juga pusat pemerintahan Andalusia

4.2.2. Perdagangan: pembangunan jalan raya dan pasar

4.2.3. Pertanian: sistem irigasi

4.3. Kemajaun sains dan teknologi

4.3.1. Ilmu kedokteran: Ibn Rusyd, Juljul (Dawud Sulaeman bin Hassan al-Andalusia), Abu Qasim al-Zanrawi, Ibnu Khatib dan Ibn Khatima, Ibn Wafid, Ahmad Ibnu Ibas, Ummul Hasan binti Abi Ja‟far dan saudara perempuan al-Hafidz

4.3.2. Astronomi: Abu Ma‟syar alias Albumasar, Al-Majriti, Al-Zarqali, Ibrahim bin Yahya al- Naqqash

4.3.3. Matematika: Dalam bidang matematika yang berkembang pada masa itu adalah perhitungan

4.4. Musik dan Kesenian

4.4.1. Al- Hasan Ibn Nafi yang dijuluki Zaryab, setiap kali diselenggarakan pertemuan dan perjamuan, Zaryab selalu tampil mempertahankan kebolehannya menggubah lagu. Keahliannya atau ilmu yang dimilikinya itu diwariskan kepada anak-anaknya dan juga kepada budak-budak sehingga kemasyhurannya tersebar luas

4.5. Bahasa dan Sastra

4.5.1. Bahasa dan sastra Arab telah menjadi bahasa administrasi pemerintahan Islam di Spanyol khususnya di Cordova

4.5.2. Karya-karya sastra bermunculan, seperti Al-‟Iqd al-Farid karya Ibnu Abd Rabbih, al-Dzakhirahji Mahasin Ahl al-Jazirah oleh Ibnu Bassam, Kitab al-Qalaid buah karya al-Fath bin Khaqan, dan banyak lagi yang lain

4.5.3. Adanya perpustakaan yang digunakan untuk mempermudah mendalami ilmu pengetahuan di tengah-tengah masyarakat

4.6. Sejarah dan Geografi

4.6.1. Ibnu Jubair dari Valencia menulis tentang negeri-negeri Muslim Mediterania dan Sicilia

4.6.2. Ibnu Batuthah dari Tangier mencapai Samudera Pasai dan Cina

4.6.3. Ibnu Khatib menyusun riwayat Granada

4.6.4. Ibnu Khaldun dari Tunisia adalah perumus filsafat sejarah

5. Dinasti Ayyubiyah

5.1. Situasi Politik

5.1.1. Shalahuddin mengubah orientasi keagamaan dari Syi’ah menjadi Sunni

5.1.2. Shalahuddin membangun kesultanan dari Tigris sampai ke Nil

5.1.3. Setelah Shalahuddin wafat, rangkaian perselisihan terjadi dalam dinasti Ayyubiyah

5.1.4. Islam kehilangan kekuatannya untuk melakukan serangan, satu demi satu daerah taklukan Shalahuddin seperti Beirut, Safawi, Tiberias, Askalon bahkan Yerussalem jatuh ke tangan orang Franka

5.2. Situasi Ekonomi

5.2.1. Pada masa pemerintahan Shalahuddin, Dinasti Ayyubiyah menikmati kelapangan ekonomi dan kehidupan sejahtera

5.2.2. Shalahuddin membelanjakan harta bendanya di jalan Allah, mendirikan benteng-benteng, membangun pertahanan dan merenovasi berbagai bangunan, serta membagun setiap proyek yang dapat mendatangkan keuntungan bagi negara

5.2.3. Membangun irigasi, membuat kanal, dan meratakan jalan-jalan

5.2.4. Berkembang beberapa industri kecil seperti penyamakan kulit serta penyulingan minyak zaitun dan minyak simsim

5.3. Situasi Peradaban Islam

5.3.1. Bidang Pendidikan

5.3.1.1. Menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan, terutama pada masa kekuasaan Nuruddin dan Salahuddin

5.3.1.2. Di samping mendirikan sejumlah madrasah, Salahuddin membangun dua rumah sakit di Kairo

5.3.1.3. Pada masa Nuruddin, fungsi masjid dikembangkan sebagai lembaga pendidikan atau sekolah di Suriah

5.3.1.4. Salahuddin mendirikan pendidikan tinggi (kulliyat) dan universitas

5.3.1.5. Al-Azhar dijadikan salah satu lembaga strategis dalam pembelajaran, penyebaran, dan pengembangan ajaran atau mazhab Sunni

5.3.2. Bidang Ekonomi dan Perdagangan

5.3.2.1. Masa pemerintahan Salahuddin, kekuatan militernya terkenal sangat tangguh

5.3.2.2. Salahuddin membangun monumen berupa tembok kota di Kairo dan Muqattam, yaitu Benteng Qal'al Jabal lebih dikenal dengan Benteng Salahuddin al-Ayyubi

5.3.3. Ilmuwan-Ilmuwan Muslim

5.3.3.1. As-Suhrawardi al-Maqtul

5.3.3.1.1. Karya : Kitab at-Talwihat al-Lauiyyat al-Arsyiyyat, Al-Muqawamat, Ijikmah al-Isyraq, Al-Lamahat, Hayakil al-Nur, Risalah al-Isyraq, Qissah al-Gurbah al-Garbiyyah, Al- 'Aqi al-A hmar, dan Yauman ma’a Jama’at al-Sufiyyin

5.3.3.2. Ibn Al-Aim

5.3.3.2.1. Seorang qadi di Allepo pada masa kekhalifahan Amir al-Aziz

5.3.3.2.2. duta besar di Baghdad dan Kairo

5.3.3.2.3. Karya : Zubdah al-Hallab min Tarikh Halaba, Bugyah at-Talib fi Thaiikh Halaba

5.3.3.3. Al-Busyiri

5.3.3.3.1. Ahli sastra. Hasil karyanya yang terkenal yaitu Qasidah Burdah

5.3.3.3.2. Ahli fikih, kalam, dan tasawuf

5.3.3.4. Abdul Latif al-Bagdadi

5.3.3.4.1. Ahli ilmu mantiq, bayan, Hadis, fikih, kedokteran, dan ilmu lainnya

5.3.3.4.2. Tokoh berpengaruh dalam pengembangan dan penyebaran mazhab Sunni di Mesir

5.3.3.5. Abu Abdullah al-Quda'i

5.3.3.5.1. ahli fikih, Hadis, dan sejarah

5.3.3.5.2. Karya : Asy-Syihab, Sanad As-Sihah, Manaqib Al-Imam asy-Syafi’i, Anba ‘ai Anbiya’, Uyun Al-Ma’ar, dan Buku Sejarah Mesir