Kehamilan (ANC)

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Kehamilan (ANC) by Mind Map: Kehamilan (ANC)

1. Sistem Reproduksi

1.1. Perubahan pada vagina dan vulva

1.2. Perubahan pada serviks

1.3. Perubahan pada uterus

1.4. Perubahan Ovarium

2. Kebutuhan Selama Hamil

2.1. Psikologi

2.1.1. TM. I

2.1.1.1. Kondisi campur aduk

2.1.1.2. Fluktuasi emosi

2.1.1.3. Perubahan hormonal

2.1.1.4. Morning sickness (mual muntah di pagi hari)

2.1.2. TM. II

2.1.2.1. Bumil mulai lebih tenang

2.1.2.2. Bentuk tubuh mulai berubah

2.1.2.3. Bumil mulai melihat dan meniru peran ibu

2.1.2.4. Bumil semakin bergantung kepada pasangannya

2.1.3. TM III

2.1.3.1. Kehamilan semakin besar

2.1.3.2. Emosi bumil kembali fluktuatif

2.2. Sering buang air kecil

2.3. Fisiologi

2.3.1. Nyeri di perut

2.3.2. Mual dan muntah

2.3.3. Mudah lelah

2.3.4. Gangguan pada pola tidur

2.3.5. Konstipasi atau sembelit

2.3.6. Wasir

2.3.7. Nyeri punggung

3. Menurut (Dewi dan Sunarsih, 2011) Kehamilan adalah proses yang normal, alamiah yang diawali dengan pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin dan dimulai sejak konsepsi sampai persalinan

4. TahapanTerjadinya Kehamilan

4.1. Ovulasi

4.1.1. Yaitu terjadinya ketika sel telur (ovum) keluar dari sarangnya (ovarium) dimana di dalam ovarium terdapat kantung-kantung (folikel) yang berisi cairan dan sel telur, pada saat folike menjadi matang. Kemudian akan pecah maka keluarlah sel telur yang ada di dalamnya tadi.

4.2. Kenaikan Hormon

4.2.1. Setelah folikel meninggalkan folikel, folikel berkembang menjadi sesuatu yang disebut korpus luteum. Korpus luteum melepaskan hormon yang membantu menebalkan lapisan rahim, untuk mempersiapkan ketika terjadi proses kehamilan nantinya.

4.3. Telur Berjalan Ke Tuba Fallopi

4.3.1. Setelah telur dilepaskan ia bergerak ke tuba fallopi. Sel telur tinggal disana selama sekita 24jam, menunggu sel sperma untuk membuahi. Semua ini terjadi rata-rata sekitar 2 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir atau masa ini disebut juga dengan masa subur.

4.3.1.1. Tuba Fallopi Disusun Oleh 4 Lapisan

4.3.1.1.1. Lapisan serosa (lapisan terluar.

4.3.1.1.2. Lapisan subserosa/lapisan otot (menciptakan untuk menggerakan ovum dari ovarium ke rahim.

4.3.1.1.3. Lamina propria (lapisan vaskuler).

4.3.1.1.4. Lapisan mucosa.

4.3.1.2. Tuba Fallopi Dibagi Atas 4 Bagian

4.3.1.2.1. Pars interstisialis (bagian yang terdapat di dinding uterus.

4.3.1.2.2. Pars ismika/isthmus (merupakan bagian tuba yang sempit seluruhnya).

4.3.1.2.3. Pars ampullaris (bagian terbentuk sebagai saluran agak tebal).

4.3.1.2.4. Infundibulum (ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen yang mempunyai fimbrra.

4.4. Fertilisasi (pembuahan)

4.4.1. Jika salah satu sel sperma masuk ke tuba fallopabdan bertemu dengan sel telur yang sudah menanti, maka terjadinya fertilisasi (pembuahan), proses kehamilan dimulai dari sini. Sel telur akan memperkuat dirinya sehingga tidak ada sel sperma lagi yang masuk. Pada saat pembuahan gen bayi dan jenis kelaminnya ditetapkan saat itu juga.

4.5. Implantasi

4.5.1. Telur yahg sudah dibuahi (zigot) tetap dalam tuba fallopi selama 3-4 hari, tetapi dalam waktu 24 jam setelah dibuahi zigot akan mulai membelah diri. Dari zigot yang sudah membelah diri inilah yang disebut embrio. Embrio akan terus membelah ketika bergerak perlahan-lahan melalui tuba fallopi menuju rahim. Ketika sampai ke rahim embrio akan menempel ddan tertanam di dinding rahim yang sudah menebal (lahan subur).

5. Perubahan Organ

5.1. Sistem Pernapasan

5.1.1. Perubahan yang lazim yaitu memperbesar penerimaan oksigen dalam kandungan dan menyediakan saluran pembuangan karbondioksida yang efektif bagi ibu dan janin.

5.2. Sistem Pencernaan

5.2.1. TM I

5.2.1.1. Pada bulan-bulan awal kehamilan 1/3 dari wanita hamil mengalami mual muntah.

5.2.2. TM II

5.2.2.1. Mulut dan gusi terus hiperemia, sensitif terhadap zat iritan.

5.2.3. TM III

5.2.3.1. Terjadi perubahan posisi lambung dan usus akibat perkembangan uterus.