DEMAM TIFOID

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
DEMAM TIFOID by Mind Map: DEMAM TIFOID

1. PATOGENESIS

1.1. Kuman Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh melalui melalui makanan yang terkontaminasi, kuman menembus sel-sel epitel lalu lamina propria, berkembang biak kemudian di fagosit oleh makrofag. Lalu ke plak peyeri ileum distal ke kelenjar getah bening mesenterika. Melewati duktus torakikus masuk ke sirkulasi darah dan menyebar ke seluruh organ retikuloendotelial terutama hati dan limfa. Di organ ini kuman meninggalkan sel fagosit berkembang biak di luar sel atau ruang sinusoid masuk ke sirkulasi darah lagi kemudian disertai dengan tanda-tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik.

2. P. DIAGNOSIS

2.1. GEJALA KLINIS

2.1.1. Demam > 7 hari, mual, muntah, diare, konstipasi, perut kembung, serta penurunan kesadaran

2.2. LABORATORIUM

2.2.1. 1. Darah rutin

2.2.2. 2. Hitung jenis

2.2.3. 3. Kultur Salmonella

2.2.4. 4. Pemeriksaan serologi

2.3. Diagnosa Banding

2.3.1. Sepsis, Meningitis, Tuberkulosis, Malaria, Hepatitits Anikterik, Mononukleosis infeksiosa

3. P. PENUNJANG

3.1. 1. Darah rutin (Anemia, Leukopenia, Trombositopenia)

3.2. 2. Hitung jenis (Aneosinofilia, Limfositosis relatif)

3.3. 3. Kultur Salmonela (Darah, Urin, Feses)

3.4. 4. Pemeriksaan Serologi (Widal, Tubex, Peningkatan SGOT/SGPT)

4. ETIOLOGI

4.1. Disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi, berbentuk basil, gram negatif, berflagella, tidak memiliki spora dan kapsul, memiliki antigen berupa Somatik(O) Oligosakarida, Flagelar(H) Protein, dN Envelope(K) Polisakarida

5. TATALAKSANA

5.1. FARMAKOLOGI

5.1.1. Lini Pertama

5.1.1.1. Kloramfenikol(4x500mg per hari) selama 7 haru

5.1.1.2. Ampisilim dan Amoksisilin(50-150 mg/kgBB) selama 2 minggu

5.1.1.3. Kotrimoksazol(2x2 tablet)-> 1 tab sulfametoksazol 400 mg dan 80 mg trimetoprim, selama 2 minggu

5.1.2. Lini Kedua

5.1.2.1. Ceftriaxone(80 mg/kgBB) selama 5 hari

5.1.2.2. Cefixime(15 mg/kgBB) selama 10 hari

5.1.2.3. Azithromycin(20 mg/kgBB)

5.1.2.4. Fluoroquinolone

5.2. NON FARMAKOLOGI

5.2.1. Istirahat dan perawatan

5.2.2. Diet(rendah serat) dan terapi penunjang

6. REFERENSI

6.1. Setiati, S.2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi VI. Jakarta:Interna Publishing