Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
IPS by Mind Map: IPS

1. ASEAN

1.1. ASEAN (Association of South East Asian Nations) merupakan organisasi yang beranggotakan nega-negara di Asia Tenggara. ASEAN berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand.

1.2. Adanya keinginan kuat dari para pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. Hal tersebut mengemuka karena situasi di kawasan pada era 1960-an dihadapkan pada situasi rawan konflik, yaitu perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan yang apabila dibiarkan dapat mengganggu stabilitas kawasan sehingga menghambat pembangunan.

1.3. Anggota - Anggota Asean : Filipina, Indonesia, Singapore, Thailand, Malaysia, Brunei Darrusalam, Myanmar, Kamboja, VIetnam, Laos, Timor Leste.

1.4. Menteri Luar Negeri yang Mnenandatangani Deklarasi Bangkok Adam Malik (menteri luar negeri Indonesia) Tun Abdul Razak (wakil perdana menteri Malaysia) S. Rajaratnam (menteri luar negeri Singapura) Narciso Ramos (menteri luar negeri Filipina) Thanat Khoman (menteri luar negeri Thailand)

2. Kerjasama dan Pengaruhnya

2.1. Kerjasama berpengaruh pada aspek-aspek berikut ini :

2.1.1. Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik, Pendidikan

2.2. Pertemuan ke – 1 ASEAN Ministerial Meeting on Women di Vientiane, Laos, 16 Oktober 2012.

2.3. Deklarasi tersebut merupakan komitmen ASEAN untuk meningkatkan:

2.4. Pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam bidang lingkungan

2.5. Akses, kepemilikan, dan kontrol terhadap sumber daya

2.6. Pembuatan kebijakan, strategi, dan progrmengenai lingkungan berkelanjutan untuk perempuan.

3. Interaksi Antarruang

3.1. Banyak faktor yang menimbulkan berbagai bentuk interaksi antara negara tersebut, antara lain faktor iklim dan faktor geologi.

3.1.1. Negara-negara ASEAN terkadang mengalami perubahan iklim yang tidak terprediksi, sebagai akibat adanya perubahan pola penggunaan lahan dan perilaku yang menimbulkan pemanasan global. Perubahan iklim ini memicu terjadinya bencana alam klamatik atau bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan faktor-faktor iklim.

3.1.2. Pergerakan lempeng yang bertumbukan menyebabkan terjadinya bencana geologis, seperti gempa bumi. Apabila terjadi diluar atau memengaruhi pergerakan gelombang laut, gempa bumi dapat menimbulkan bencana Tsunami.

3.1.3. Faktor Ketersediaan SDA, Hampir semua negara-negara ASEAN memiliki sumber daya alam berupa barang tambang, kecuali singapura. Negara Singapura yang wilayahnya sangat sempit memiliki keterbatasan sumber daya alam barang tambang, tetapi menguasai perdagangan dan industri. Negara-negara ASEAN yang lain juga melakukan kegiatan yang serupa dengan volume yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing Negara.

3.2. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi terhadap Perubahan Ruang

3.2.1. Ilmu yang menghasilkan teknologi komunikasi, mengurangi jarak dan waktu dalam berinteraksi antarpihak. Teknologi yang memiliki peranan besar dalam mengubah kehidupan manusia dalam berinteraksi adalah teknologi transportasi dan teknologi komunikasi.

3.2.1.1. Teknologi Transportasi Adanya perkembangan teknologi tansportasi membawa perubahan aktivitas manusia yang berakibat terhadap perubahan tata kehidupan. Jumlah orang Indonesia yang pergi ke Malaysia dan Singapura atau sebaliknya semakin meningkat setiap tahunnya.

3.2.1.2. Ilmu pengetahuan telah berjasa mengubah perkembangan teknologi komunikasi menjadi semakin canggih. Teknologi komunikasi memungkinkan informasi dapat menyebar luas dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan keadaan pada masa lalu ketika komunikasi masih menggunakan surat, yang membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tujuan. Perkembangan teknologi komunikasi sangat menguntungkan, karena dapat mengurangi jarak dan waktu.

4. Mobilitas Sosial

4.1. Perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan satu ke lapisan yang lain.

4.1.1. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

4.1.1.1. Faktor Struktural

4.1.1.2. Faktor Individu

4.1.1.3. Faktor Status Sosial

4.1.1.4. Faktor Keadaan Ekonomi

4.1.1.5. Faktor Situasi Politik

4.1.1.6. Faktor Kependudukan (Demografi)

4.1.1.7. Faktor Keinginan melihat daerah lain

4.1.2. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

4.1.2.1. Faktor Kemiskinan

4.1.2.2. Faktor Diskriminasi Kelas

4.1.2.3. Faktor Perbedaan Ras dan

4.1.2.4. Agama

4.1.2.5. Faktor Perbedaan Jenis

4.1.2.6. Kelamin ( Gender )

4.1.2.7. Faktor Pengaruh Sosialisasi

4.1.2.8. yang sangat Kuat,

4.2. Bentuk - Bentuk mobilitas sosial yaitu : Mobilitas Vertikal Mobilitas Horisontal Mobilitas Antargenerasi

4.3. Mobilitas Vertikal Perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda. => Social Climbing => Social Sinking

4.4. Mobilitas Horisontal Perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. => Terjadi perpindahan yang sederajat. => Untuk penyegaran, peningkatan daya hasil dan daya guna sehingga lebih efektif dan efisien.

4.5. Mobilitas Antargenerasi Perpindahan antara dua generasi atau lebih a. Mobilitas Intergenerasi Perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi. b. Mobilitas Intragenerasi Perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.

5. Konflik

5.1. Pengertian Konflik Secara Etimologis : Berasal dari bahasa Latin configere, berarti saling memukul. Secara sosiologis : Konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

5.1.1. Konflik berdasarkan cakupannya : Konflik Vertikal : merupakan konflik dalam 1 stuktur organisasi yang mempunyai derajat kedudukan berbeda Konflik horizontal : konflik yang terjadi antarindividu dan kelompok yang memiliki kedudukan yang sama Konflik berdasarkan subjeknya Konflik intrapesonal: konflik yang terjadi dengan dirinya sendiri, sering disebut konflik batin Konflik interpersonal konflik individu dan kelompok: antara individu dengan individu yang lain. Contoh: antarteman, persahabatan. Konflik kelompok dan individu: antara seseorang dengan kelompok Konflik antarkelompok: antara satu kelompok dengan kelompoklain. Contoh: tawuran Konflik berdasarkan cakupan wilayahnya Konflik lokal: antarindividu atau antarkelompok dalam cakupan wilayah relatif sempit konflik nasional : berada dalam satu negara melibatkan suku, agama, ras, etnik, pemerintah. Konflik internasional: melibatkan dua negara atau lebih

5.1.2. Menurut Gillin dan Proses disosiatif dibagi menjadi tiga bentuk:

5.1.2.1. 1. Persaingan Melakukan usaha atau perjuang an secara sportif, damai, tanpa ancaman atau benturan fisik de- ngan pihak lawan. 2. Kontravensi : Suatu bentuk perjuangan mencapai tujuan yang ditandai oleh adanya ketidakpuasan, rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keragu-raguan terhadap kepribadian orang. 3. Konflik : Suatu bentuk perjuangan seseorang atau kelompok untuk mencapai tuju- an dengan jalan menantang pihak la wan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan.

5.1.3. Faktor - Faktor Penyebab Konflik

5.1.3.1. Perbedaan Individu Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan Peruabahan Nilai secara Cepat Perbedaan Kepentingan Kesenjangan sosial Perbedaan Status

5.1.4. Bentuk - Bentuk Konflik

5.1.4.1. 1. Konflik pribadi

5.1.4.2. 2. Konflik rasial

5.1.4.3. 3. Konflik antar kelas

5.1.4.4. 4. Konflik politik

5.1.4.5. 5. Konflik internasional

5.1.5. Dampak Konflik

5.1.5.1. Memperjelas aspek-kehidupan yang belum jelas / masih belum tuntas ditelaah. ♥ Memungkinkan adanya penyesuaian kem- bali norma-norma dan nilai-nilai serta hu - bungan-hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan sesuai kebutuhan. ♥ Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in group solidarity) yang sedang mengalami konflik dengan kel

5.1.6. Cara Menghentikan Konflik

5.1.6.1. Melakukan Kompromi : kesepakatan pihak-pihak berkonflik untuk mengurangi tuntutan guna mencapai penyelesaian konflik Negosiasi: negosiasi tidak membutuhkan pihak ketiga sebagai penengah. Penyelesaian ini membutuhkan persetujuan kedua belah pihak yang bertikai dengan bertemu dan upaya penyelesaian Mediasi: Penyelesaian ini memerlukan pihak ketiga sebagai penasihat, biasa disebut mediator. Arbitrase: penyelesaian konflik yang bersifat formal, membutuhkan pihak ketiga yang disebut arbitrase. Arbitrase mempunyai wewenang penuh dalam penyelesaian konflik Rekonsilasi : penyelesaian konflik pada masa lalu melalui perdamaian. Konflik seperti perang masa lalu yang mengakibatkan hubungan sebuah kelompok atau negara menjadi renggang.

6. Pluralitas

6.1. 1. Perbedaan Budaya

6.2. 2. Perbedaan Agama

6.3. 3. Perbedaan Suku Bangsa

6.4. 4. Kualitas Penduduk dan pergerakan nasional.

6.5. 5. Perbedaan Pekerjaan

6.6. 6. Potensi pluralitas masyarakat Indonesia

7. Integrasi Sosial

7.1. Integrasi adalah sebuah sistem yang mengalami pembauran hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh. Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

7.1.1. A. Faktor Internal : Kesadaran diri sebagai makhluk sosial Tuntutan kebutuhan Jiwa dan semangat gotong royong

7.1.2. B. Faktor Eksternal : Tuntutan perkembangan zaman Persamaan kebudayaan Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama Persaman visi, misi, dan tujuan Sikap toleransi Adanya konsensus nilai Adanya tantangan dari luar

7.1.3. C. Homogenitas Kelompok Dalam masyarakat yang kemajemukannya rendah, integrasi sosial akan mudah dicapai

7.1.4. D. Besar Kecilnya Kelompok Dalam kelompok kecil integrasinya lebih mudah.

7.1.5. E. Mobilitas Geografis Adaptasi sangat diperlukan mempercepat integrasi.

7.1.6. F. Efektivitas Komunikasi Komunikasi yang efektif akan mempercepat integrasi.

7.1.7. G. Integrasi antara dua hati

7.2. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertaya ciri khas kebudayaan asli.

7.3. Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli. contoh : Sekaten, akulturasi antara budaya Jawa, Islam dan Hindu

7.4. Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.