Evaluasi pembelajaran PAI

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Evaluasi pembelajaran PAI by Mind Map: Evaluasi pembelajaran PAI

1. Pengertian Evaluasi Dalam Pembelajaran

1.1. suatu proses yang sistemstis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh siswa (Norman E. Gronlund, 1976) Suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternative keputusan (Mehren & Lehmann,1978:5) Penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum (Wrightstone dan kawan-kawan, 1956:16) Pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkkat perubahan dalam pribadi siswa (Bloom et. Al :1971)

1.2. 3 aspek yang terkandung dalam evaluasi 1. kegiatan evaluasi merupakan proses yang sistematis. kegiatan terencana dan berkesinambungan.tidak hanya dilaksanakan diakhir suatu program tertentu saja. 2. Di dalam kegiatan evaluasi diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut objek yang sedang dievaluasi (data perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran, hasil ulangan, PR, nilai UTS, nilai UAS dsb.)3. Setiap kegiatan evaluasi tidak bias terlepas dari tujuan-tujuan pengajaran yang hendak dicapai

2. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran 1. memberikan umpan balik (feedback) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki program satuan pelajaran atau proses mengajar. 2. Menentukan hasil kemajuan belajar siswa, antara lain berguna sebagai bahan laporan kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus atau tidaknya seorang siswa. 3. Menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat (missal penentuan kelas, tingkat atau jurusan) sesuai dengan tingkat kemampuan dn karakterustik lainnya yang dimiliki oleh siswa. 4. Mengenal latar belakang psikologis, fisik dan lingkungan siswa, terutama yang mengalami kesulitan-kesulita belajar, untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar perbaikan dan pembimbingan.

2.1. Fungsi Evaluasi Dalam Pembelajaran Evaluasi berfungsi selektif : Untuk memilih siswa yang diterima di sekolah tertentu Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkn sekolah dsb. 2. Evaluasi berfungsi diagnostic mendiagnosa kelemahan dan kebaikan/kemajuan siswa sehingga bisa di cari cara 3. Evaluasi berfungsi sebagai penempatan 4. Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan

2.1.1. Prinsip-prinsip Evaluasi 1Keterpaduan 2Melibat kansiswa 3Koherensi 4Pedagogis 5akuntabilitas

3. Pengukuran Penilaian dan Evaluasi Pendidikan

3.1. Pengukuran Pengukuran adalah kegiatan mengukur sesuatu/membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Pengukuran dalam dunia pendidikan adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris.

3.2. Pengukuran dalam pendidikan merupakan proses yang mendeskripsikan performance siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (system angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka

3.3. Penilaian Penilaian adalah proses pengumpulan informasi secara menyeluruh dan terus menerus untuk mengetahui keberhasilan seseorang. Penilaian adalah komponen yang harus dipenuhi dalam pendidikan.

3.4. Prinsip Penilaian A. Harus merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran. B. Harus mencerminkan masalah dunia nyata. C. Harus menggunakan berbagai ukuran, metode, kriteria yang sesuai. D. Harus bersifat holistic.

3.5. Evaluasi berasal dari bahasa inggris “Evaluation” akar katanya value yang berarti nilai atau harga. Dalam bahasa arab disebut al-qimah atau al-taqdir. Dengan demikian secara harfiah, evaluasi pendidikan al-taqdir at-tarbawy dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.

3.6. Fungsi Pengukuran dan Penilaian 1.Untuk mengtahui kemajuan siswa. 2.Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. 3. Untuk keperluan bimbingan konseling (BK). 4.Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah.

3.7. Evaluasi Evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan

3.8. Jenis-jenis evaluasi 1.Evaluasi formatif 2Evaluasi sumatif 3 Evaluasi placement 4Evaluasi diagnostik

3.9. Perbedaan Pengukuran, Penilain, Evaluasi 1Pengukuran lebih kepada hasil tes dengan bersifat kuantitatif. 2Penilaian ialah proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. 3 Evaluasi ialah kegiatan untuk mengumpulkan informasi, informasi digunakan untuk menentukan alternative yang tepat dalam mengambil keputusan.

4. Pengertian evaluasi pendidikan

4.1. Pengertian Evaluasi Pendidikan Secara harfiah kata Evaluasi berasal dari bahasa Inggris Evaluation, dalam bahasa Arab al-Taqdir, Dalam bahasa Indonesia berarti Penilaian. Akar katanya adalah value, dalam bahasa Arab: al-Qimah, dalam bahasa Indonesia berarti nilai. Dengan demikian secara harfiah, evaluai pendidikan (educational evaluation= al-Taqdir al-Tarbuwy) dapat diartikan sebagai, penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan menilai hasil belajar-mengajar yang terjadi dalam kegiatan pendidikan. Tujuan dari melakukan evaluasi belajar adalah untuk mendapatkan informasi akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan intruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindakan selanjutnya.

4.2. Subjek Evaluasi Pendidikan

4.2.1. Subjek evaluasi pendidikan adalah orang yang melakukan pekerjaan evaluasi dalam bidang pendidikan. Yang dapat disebut subjek evaluasi untuk setiap tes, ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku. Dalam kegiatan evaluasi pendidikan di mana sasaran evaluasinya adalah peserta didik, maka subjek evaluasinya adalah guru atau dosen yang mengasuh mata pelajaran tertentu. Jika evaluasi yang dilakukan itu sasarannya adalah sikap peserta didik, maka subjek evaluasinya adalah guru atau petugas yang belum melaksanakan evaluasi tentang sikap itu, terlebih dahulu telah memperoleh pendidikan atau latihan mengenai cara-cara menilai sikap seseorang.

4.3. Syarat Seseorang Menjadi Subjek Evaluasi Pendidikan 1Mampu melaksanakan 2Cermat 3Objektif 4Sabar & Tekun 5Hati-hati & bertanggungjawab

4.4. Objek Evaluasi Pendidikan Yang dimaksud dengan objek evaluasi atau sasaran evaluasi adalah hal-hal yang menjadi pusat perhatian untuk di evaluasi. Apapun yang ditentukan evaluator atau penilai untuk di evaluasi, itulah yang dimaksud dengan objek evaluasi.

5. MENGIDENTIFIKASI PRASYARAT TES YANG BAIK

5.1. Pengertian evaluasi menurut para ahli 1.Nurkancana(1983) 2.rakajoni(1975) 3.shulfebeam(1971) 4.zainul dan nasution(2001)

5.1.1. Empat Pertimbangan pendidik 1. Mengidentifiksikan tujuan 2. Menentukan pengalaman belajar 3. Menentukan standar yang bisa dicapai dan “menantang” siswa belajar lebih giat 4. Mengembangkan keterampilan dan mengambil keputusan guna memilih tujuan, menganalisis pertanyaan problem solving , danmenentukan nilai seseorang.

5.2. TUJUAN EVALUASI 1. Menilai ketercapaian (attaitment) tujuan 2. Mengukur macam-macam aspek belajar yang bervariasi 3. Sebagai sarana (means) untuk mengetahui apa yang siswa sudah ketahui 4. Memotivasi belajar siswa 5. Menyediakan informasi untuk tujuan bimbingan dan konseling 6. Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum

5.3. SYARAT – SYARAT EVALUASI Validitas Keandalan Objektivitas Kepraktisan Kekhususan

6. JENIS-JENIS EVALUASI NON TEST DALAM PENLAIAN PENDIDIKAN

6.1. PENGERTIAN EVALUASI NON TEST Secara harfiyah kata evaluasi berasa dari bahasa Inggris evaluation, dalam bahasa Indonesia artinya penilaian. Akar katanya adalah value, dalam bahasa Indonesia berarti nilai. Adapun secara istilah evaluasi adalah suatu tindakan/ proses untuk menentukan nilai dari sesuatu tersebut.

6.2. JENIS-JENIS EVALUASI NON TEST 1.observasi 2.wawancara 3.angket 4.pemekrisaan

6.3. OBSERVASI Observasi adalah teknik pengumpul data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja melalui proses pengamatan dan pendekatan terhadap gejala-gejala yang diselidiki. Observasi sebagai alat evaluasi banyak digunakan untuk menilai tingkah laku individu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan.

6.4. WAWANCARA A. Wawancara terpimpin (guided interview) yang juga sering dikenal dengan istilah wawancara berstruktur (structured interview) atau wawancara sistematis (systematic interview). B. Wawancara tidak terpimpin (un-guidded interview) yang sering dikenal dengan istilah wawancara sederhana (simple interview) atau wawancara tidak sistematis (non systematic interview) atau wawancara bebas.

6.5. Angket

6.6. Pemikrasaan dokumen

6.7. FUNGSI EVALUASI NON TEST Alat umpan balik kecakapan

6.8. FUNGSI EVALUASI NON TEST Penilian Tangung jawabl

6.9. FUNGSI EVALUASI NON TEST

7. Pengertian Evaluasi

7.1. Jenis jenis evaluasi pembelajaran 1. Perencanaan 2.minotoring 3.dampak 4.efisiensi 5.kompershif

7.2. 1) Jenis evaluasi berdasarkan tujuan : Pre Test dan Post Test Evaluasi Diagnostik Evaluasi Selektif Evaluasi penempatan Evaluasi formatif Evaluasi sumatif

7.3. 2)Jenis evaluasi berdasarkan sasaran: Evaluasi konteks Evaluasi Input Evaluasi hasil atau produk

7.4. 3) Evaluasi berdasarkan lingkup pembelajaran: Evaluasi program pembelajaran Evaluasi proses pembelajaran Evaluasi hasil pembelajaran 4) Evaluasi berdasarkan Objek Evaluasi input Evaluasi transformasi Evaluasi output 5) Evaluasi berdasarkan subjek Evaluasi internal Evaluasi eksternal

7.5. Jenis jenis instrumen penilian