Komunikasi Antar Pribadi

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Komunikasi Antar Pribadi by Mind Map: Komunikasi Antar Pribadi

1. Rejection (penolakan)

2. Tidak berpura-pura mendengarkan

3. Komunikasi Verbal

3.1. Pengertian Komunikasi Verbal

3.1.1. Komunikasi yang menggunakan tulisan ataupun lisan dengan alat yaitu bahasa yang outputnya berupa ucapan atau tulisan kata

3.2. Jenis Komunikasi Verbal

3.2.1. Jenis Secara Umum

3.2.1.1. Berbicara dan Menulis

3.2.1.2. Mendengarkan dan Membaca

3.2.2. Menurut Arahnya

3.2.2.1. Sisi Pemberi

3.2.2.2. Sisi Penerima

3.3. Fungsi Komunikasi Verbal

3.3.1. Penamaan

3.3.2. Jalur Interaksi Tranmisi Informasi

3.3.3. Menonjolkan Artikulasi dan Intonasi

3.3.4. Alat Sosialisasi Efektif

3.3.5. Sarana Pengembangan Bahasa

3.4. Masalah Bahasa

3.4.1. Abstrak

3.4.2. Inferensi

3.4.3. Dikotomi

3.4.4. Eufemisme

4. Komunikasi Non Verbal

4.1. Pengertian Komunikasi Non Verbal

4.1.1. Isyarat bukan kata - kata penyederhanaan secara berlebihan

4.2. Jenis Komunikasi Non Verbal

4.2.1. Non Verbal atau Vokal

4.2.2. Non Verbal atau Non Vokal

4.3. Informasi Non Verbal

4.3.1. Menguatkan Verbal

4.3.2. Menggantikan Verbal

4.3.3. Menentang Verbal

4.4. Interaksi Non Verbal

4.4.1. Zona

4.4.1.1. Intim pribadi sosial publik

4.4.2. Visual

4.4.2.1. Ekspresi wajah gerakan tubuh isyarat tangan hepetika penampilan penggunaan objek

4.4.3. Spasial

4.4.3.1. Ruang pribadi orientas

4.4.4. Temporal

4.4.4.1. Monokronik polikronik

4.4.5. Vokal

4.4.5.1. Volume kecepatan kefasihan nada kualitas

5. Mempresepsi Orang dan Pembentukan Kesan

5.1. Pengertian Presepsi

5.1.1. Proses yang didahului oleh pendengaran, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indra

5.2. Jenis Presepsi

5.2.1. Visual

5.2.2. Auditori

5.2.3. Perabaan

5.2.4. Penciuman

5.2.5. Pengecapan

5.3. Proses Terjadi Presepsi

5.3.1. Seleksi

5.3.2. Interpretasi

5.3.3. Reaksi

5.4. Proses Pembentukan Kesan

5.4.1. Stereotyping

5.4.2. Implict Personality Theory

5.4.3. Atribusi

5.5. Faktor yang Mempengaruhi

5.5.1. Internal

5.5.1.1. Fisiologi

5.5.1.2. Perhatian

5.5.1.3. Minat

5.5.1.4. Pengalaman dan Ingatan

5.5.1.5. Suasana Hati

5.5.2. Eksternal

5.5.2.1. Ukuran dan Penempatan Obyek atau Stimulus

5.5.2.2. Warna dari Obyek

5.5.2.3. Keunikan dan Kekontrasan Stimulus

5.5.2.4. Intensitas dan Kekuatan dari Stimulus

5.5.2.5. Motion atau Gerakan

6. Membangun Norma dan Etika dalam Berkomunikasi

6.1. Pengertian Norma

6.1.1. Kaidah pedoman, acuan, atau ketentuan berperilaku dan berinteraksi antar manusia dalam kelompok masyarakat saat menjalin kehidupan bersama

6.2. Pengertian Etika

6.2.1. Kebiasaan hidup yang baik, tata cara hidup yang baik pada diri sendiri atau masyarakat

6.3. Cara Membangun Norma & Etika dalam Komunikasi

6.3.1. Memulai pembicaraan

6.3.2. Komunikasi Tatap Muka

6.3.3. Komunikasi Lewat Media

6.4. Teknik Komunikasi yang Baik

6.4.1. Berbicara dengan jelas

6.4.2. Mendengarkan dengan baik

6.4.3. Perhatikan lawan bicara

6.4.4. Konfirmasi jika terjadi salah paham

6.4.5. Perhatikan komunikasi non verbal

7. Menjadi Pendengar dan Pembicara yang Baik

7.1. Mendengar

7.1.1. Pengertian Mendengar

7.1.1.1. Proses menangkap suara (bunyi) melalui telinga kemudian disampaikan ke otak agar bisa dipahami

7.1.2. Unsur- Unsur Mendengar

7.1.2.1. Mendengar

7.1.2.2. Memperhatikan

7.1.2.3. Memahami

7.1.2.4. Mengingat

7.1.3. Macam - Macam Mendengar

7.1.3.1. Mendengar yang Menyenangkan

7.1.3.2. Mendengar secara Diskriminatif

7.1.3.3. Mendengar secara Kritis

7.1.3.4. Mendengar dengan Empati

7.1.4. Cara Mendengarkan secara Baik

7.1.4.1. Bersabar

7.1.4.2. Menyediakan Waktu

7.1.4.3. Memperhatikan dengan Baik

7.1.4.4. Mempersiapkan untuk Mendengarkan

7.1.4.5. Tidak bereaksi berlebih terhadap pembicara

7.1.4.6. Tidak bereaksi berlebih terhadap pesan

7.1.4.7. Tidak asyik sendiri dengan pemikiran diri sendiri

7.2. Berbicara

7.2.1. Pengertian Berbicara

7.2.1.1. Kemampuan dalam mengucapkan kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan gagasan dan perasaannya secara lisan kepada orang lain

7.2.2. Jenis Berbicara

7.2.2.1. Berbicara di Muka Umum

7.2.2.2. Berbicara Pada Konferensi

7.2.3. Cara Berbicara secara Baik

7.2.3.1. Selalu menetapkan tujuan yang jelas

7.2.3.2. Selalu kenali dengan siapa kita bicara

7.2.3.3. Menguasai setiap materi yang dibawakan

7.2.3.4. Mengoptimalkan penggunaan bahasa verbal

7.2.3.5. Mengoptimalkan penggunaan bahasa non verbal

7.2.3.6. Menjadi diri sendiri dan natural

8. Membangun dan Membina Hubungan Manusia

8.1. Karakteristik Hubungan

8.1.1. Konteks

8.1.2. Penegasan (konfirmasi) dan dikonfirmasi

8.1.3. Sikap mendukung dan bertahan

8.1.4. Waktu

8.1.5. Pemilikan bersama atas informasi

8.1.6. Kepercayaan

8.1.7. Motif untuk menipu

8.1.8. Afeksi dan kontrol

8.2. Tahap Hubungan Menuju Bersama

8.2.1. Memulai (initializing)

8.2.2. Penjajagan (experimenting)

8.2.3. Penggiatan (intensifying)

8.2.4. Pengintergrasian (integrating)

8.2.5. Pengikatan (bonding)

8.3. Tahap Hubungan Menuju Perpisahan

8.3.1. Pembedaan (differentianting)

8.3.2. Pembatasan (circumsribing)

8.3.3. Stagnasi (stagnating)

8.3.4. Penghindaran (avoiding)

8.3.5. Pemutusan (terminating)

8.4. Pemeliharaan Hubungan

8.4.1. Positivitas (positivity)

8.4.2. Keterbukaan (openness)

8.4.3. Jaminan (assurances)

8.4.4. Jaringan (networks)

8.4.5. Tugas

9. Ketrampilan Dasar Komunikasi Konseling

9.1. Teknik Dasar Komunikasi Konseling

9.1.1. Attending (perhatian)

9.1.2. Opening (pembukaan)

9.1.3. Acceptance (penerimaan)

9.1.4. Paraphrasing (menangkap pesan utama)

9.1.5. Restatement (pengulangan)

9.1.6. Reflecting of Feeling (pemantulan perasaan)

9.1.7. Clarification (klarifikasi)

9.1.8. Structuring (pembatasan)

9.1.9. Lead (pengarahan)

9.1.10. Silence (diam)

9.1.11. Reassurance (penguatan)

9.1.12. Advice (saran atau nasihat)

9.1.13. Confrontation (konfrontasi)

9.1.14. Interpretation (penafsiran)

9.1.15. Summary (kesimpulan)

9.1.16. Termination (pengakhiran)