Corak Kehidupan Manusia Purba

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Corak Kehidupan Manusia Purba by Mind Map: Corak Kehidupan Manusia Purba

1. Alat tulang

2. Zaman Paleolitikum

2.1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan

2.2. Ciri - ciri zaman paleolitikum

2.2.1. Food gathering

2.2.2. Hidup di dalam kelompok kecil

2.2.3. Komunikasi dalam bentuk bunyi mulut dan gerakan badan (isyarat) sederhana)

2.2.4. Melakukan aktivitas berburu untuk bertahan hidup

2.2.5. Nomaden

2.3. Faktor migrasi hewan buruan

2.3.1. Perubahan iklim yang ekstrim

2.3.2. Bencana alam

2.3.3. Ancaman dari sesama hewan

2.3.4. Gangguan manusia

2.3.5. Tumbuhan biasanya lebih mudah tumbuh di daerah iklim panas

2.4. Hasil - hasil budaya

2.4.1. Kapak perimbas

2.4.2. Alat serpih (flakes)

3. Zaman Mesolitikum

3.1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan Tingkat lanjut

3.2. Ciri - ciri masa mesolitikum

3.2.1. Berburu dan alat-alat dari batu dan tulang

3.2.2. Mulai mengenal pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan

3.2.3. Semi-sedenter

3.2.4. Bertempat tinggal di gua payung (Abris Sous Roche)

3.2.5. Kjokkenmoddinger (tumpukan sampah dapur berupa kulit kerang)

3.2.6. Mulai mengenal tradisi melukis di dinding gua atau dinding karang

3.2.7. Pertama kali menemukan api

3.2.8. Pada tahap akhir masa ini, mengenal teknik slash and burn

3.3. Bentuk kepercayaan awal

3.3.1. Lukisan tangan dengan latar belakang cat merah di gua Leang-leang (Sulawesi Selatan) ➡️ Diyakini sebagai simbol kekuatan atau pelindung terhadap gangguan roh jahat

3.3.2. Menurut H.R. van Heekeren Cap-cap tangan menggambarkan suatu perjalanan dari arwah mereka yang telah meninggal yang sedang meraba-raba menuju alam arwah

3.3.3. Menurut Robert dan Galis Lukisan-lukisan gua berhubungan dengan upacara-upacara penghormatan nenek moyang, upacara kesuburan atau memperingati kejadian penting

3.3.4. Sudah adanya upacara penguburan membuktikan adanya kehidupan setelah kematian

3.4. Hasil - hasil budaya

3.4.1. Serpih-bilah (flakes)

3.4.2. Alat tulang (pebble)

3.4.3. Kapak genggam Sumatra

4. Zaman Neolitikum

4.1. Masa bercocok tanam

4.2. Ciri - ciri zaman neolitikum

4.2.1. Pastoralisme

4.2.2. Slash and burn

4.2.3. Kehidupan sedenter

4.2.4. Terbentuk perkampungan yang terbuat dari kayu/bamboo

4.2.5. Gotong royong

4.2.6. Pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan

4.3. Mengenal primus interpares (pemimpin yang merupakan pertama dari yang sederajat)

4.4. Sistem kepercayaan

4.4.1. Animisme percaya terhadap roh

4.4.2. Dinamisme Percaya terhadap sebuah benda

4.4.3. Totemisme Percaya terhadap patung yang berupa hewan

4.5. Hasil-hasil budaya

4.5.1. Beliung persegi

4.5.2. Kapak lonjong

4.5.3. Alat-alat obsidian (batu kecubung)

4.5.4. Mata panah

4.5.5. Gerabah (perabot dari tanah liat)

4.5.6. Alat pemukul dari kayu

4.5.7. Perhiasan

5. Zaman Megalitikum

5.1. Masa bercocok tanam tingkat lanjut

5.2. Kepercayaan terhadap keberadaan dan pengaruh arwah nenek moyang semakin berkembang

5.3. Ditandai dengan hasil budaya berupa :

5.3.1. Menhir : batu besar yang bentuknya seperti tiang atau tugu Fungsi : tanda peringatan arwah nenek moyang

5.3.2. Pundek berundak : bangunan yang berteras-teras Digunakan sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang

5.3.3. Kubur batu

5.3.3.1. Waruga : kubur batu yang tidak memiliki tutup

5.3.3.2. Sarkofagus : kubur batu yang memiliki tutup

5.3.4. Dolmen : bangunan megalitik Fungsi : pelinggih roh atau tempat sesaji saat upacara

5.3.5. Arca batu Bentuk meyerupai binatang/manusia dengan ciri negrito

6. Zaman Logam

6.1. Masa perundagian

6.1.1. dari kata undagi yang artinya "terampil"

6.2. Ciri - ciri zaman logam

6.2.1. Tidak menggantikan gerabah

6.2.2. Hidup menetap

6.2.3. Masih menggunakan sistem primus interpares

6.2.4. Adanya sistem pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan

6.2.5. Perdagangan dilakukan dengan sistem barter

6.3. Teknik utama membuat barang-barang dari logam

6.3.1. A cire perdue Teknik cetak tuang

6.3.1.1. (+) benda yang diinginkan punya detail yang sempurna (-) cetakan model hanya dapat digunakan sekali saja

6.3.2. Bivalve Teknik dua setangkup

6.3.2.1. (+) cetakan dapat dilakukan berulang kali (-) terdapat rongga dalam benda logam yagng sudah jadi sehingga kurang kuat

6.4. Hasil-hasil budaya

6.4.1. Alat-alat dari logam perunggu

6.4.1.1. Nekara dan moko

6.4.1.2. Kapak perunggu

6.4.1.3. Bejana perunggu

6.4.1.4. Patung perunggu

6.4.1.5. Gelang dan cincin perunggu

6.4.2. Alat-alat dari besi

6.5. Gerabah

6.6. Bentuk kepercayaan

6.6.1. Animisme

6.6.2. Dinamisme

6.6.3. Totemisme