Get Started. It's Free
or sign up with your email address
KUISIONER by Mind Map: KUISIONER

1. PENGERTIAN

1.1. SECARA PARA AHLI : - Dewa Ktut Sukardi (1983) Pengertian kuesioner menurut Dewa Ktut Sukardi adalah suatu bentuk teknik alam pengumpulan data yang dilakukan pada metode penelitian dengan tidak perlu/wajib memerlukan kedatangan langsung dari sumber data. - Bimo Walgito (1987), Menurut Bimo Walgito definisi kuesioner adalah daftar pertanyaan dalam penelitian yang diharuskan untuk dijawab oleh responden atau informan.

1.2. SECARA DUNIA : suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

2. MACAM PERTANYAAN

2.1. Pertanyaan tertutup. Kemungkinan jawaban sudah ditentukan terlebih dahulu dan responden tidak diberi kesempatan untuk memberikan jawaban lain. Pertanyaan terbuka. Kemungkinan jawaban tidak ditentukan terlebih dahulu dan responden bebas memberikan jawaban. Pertanyaan semi terbuka. Pada pertanyaan semi terbuka, jawabanya sudah tersusun tetapi masih ada kemungkinan jawaban tambahan.

2.2. Petunjuk membuat pertanyaan Gunakan kata-kata yang sederhana dan dimengerti oleh semua responden. istilah yang hebat tetapi kurang atau tidak dimengerti responden. Usahakan supaya pertanyaan jelas dan khusus. Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti Pertanyaan harus berlaku untuk semua respoden

2.3. Pertanyaan dikelompokan sesuai dengan tujuan penelitian, dimulai dengan identitas yang berisi : (1) nama responden (2) tempat tinggal (3) nama pewawancara (4) tanggal wawancara. Lalu disusul dengan pertanyaan tentang ciri-ciri demografi : jenis kelamin, usia, pendidikan, status, dll.

3. MASALAH MENDASAR

3.1. Responden tidak mengerti pertanyaan: jawaban yang diberikan tidak ada hubungannya dengan pertanyaan yang diajukan. Pewawancara tidak selalu menyadari tentang hal itu, karena nampaknya/ pewawancara menganggap masih logis. Barangkali jika pewawancara memahami benar tentang pertanyaan, dia akan menyadari tidak relevannya jawaban dengan pertanyaan. 2. Responden mengerti pertanyaannya, mempunyai informasi (datanya) akan tetapi mungkin tidak mengetahui mana informasi penting yang hams diingat. Misalnya pertanyaan tentang " Berapa kali dilakukan fogging setahun yang lalu ? "Responden mengetahui pertanyaan tersebut tentang fogging akan tetapi tidak mengetahui secara tepat frekwensi- nya ? Seandainya waktu yang ditanyakan adalah sebulan yang lalu mungkin dapat dijawab lebih tepat oleh responden. 3. Responden mengerti pertanyaan, mempunyai informasi tetapi tidak mau menjawab/memberikan informasi yang dimaksud. Hal ini umumnya menyangkut pertanyaan-pertanyaan tentang masalah pribadi misalnya mengenai gaji, pemilikan misalnya menyimpan emas atau tidak, mempunyai tabungan di Bank dan lain sebagainya. 4. Responden mengerti pertanyaannya, mau menjawab tetapi tidak mampu untuk mengemukakan. Ada tiga alasan pokok yaitu pertama responden tidak mampu menguraikannya. Ke dua, pertanyaannya kurang tepat diajukan kepada responden. Misalnya responden tidak menangani langsung tentang pelaksanaan fogging di lapangan, ditanya tentang berapa kali dalam bulan ini telah dilakukan fogging. Ke tiga, responden tidak mengetahui jawabannya. Prinsip-Prinsip Pembuatan Kuesioner Pembuatan kuesioner perlu memperhatikan masalah-masalah yang sering timbul sebagaimana telah diuraikan di atas.

4. PRINSIP PEMBUATAAN

4.1. - Jelas. Pada umumnya masalah yang timbul menyangkut penggunaan kata-kata yang tepat supaya responden memahami benar pertanyaan yang diajukan. Ada kalanya hanya karena satu kata yang ganjil maka jawabannya berbeda dan jauh dari yang diharapkan. - Membantu ingatan responden Pertanyaan harus dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan responden untuk mengingat kembali hal-hal yang diperlukan untuk menjawab suatu pertanyaan. Cara yang sering dipakai ialah menggunakan "time line" dengan mengambil suatu peristiwa penting yang mudah diingat oleh responden. Kemudian setahap demi setahap menuju ke pertanyaan yang betul-betul diinginkan. Sebagai contoh misalnya ingin menanyakan berapa kali melakukan supervisi selama 3 bulan terakhir ini ? - Menghindari bias. Kadang-kadang responden mengetahui jawaban yang sebenarnya dari suatu pertanyaan tetapi dia menolak atau memberi jawaban yang lain. Paling sering ialah tentang income, oleh sebab itu di saat menanyakan income atau pengeluaran sebaiknya meminta ditanyakan jumlah tepatnya tetapi dengan menanyakan dalam bentuk "range". Hal lain adalah penggunaan kata-kata yang agak muluk dan sekaligus mengundang bias misalnya : responden akan memberi jawaban karena alasan ekonomi. Pada pertanyaan kenapa Ibu berobat ke dukun, dari pada menjawab ke dukun murah maka kata-kata ekonomi lebih disenangi dari pada murah meskipun ke duanya mempunyai arti sama. Oleh karena itu dalam pertanyaan "multiple choice" jawaban-jawabannya hams dipikirkan agar tidak mengundang bias.Menghindari bias. Kadang-kadang responden mengetahui jawaban yang sebenarnya dari suatu pertanyaan tetapi dia menolak atau memberi jawaban yang lain. Paling sering ialah tentang income, oleh sebab itu di saat menanyakan income atau pengeluaran sebaiknya meminta ditanyakan jumlah tepatnya tetapi dengan menanyakan dalam bentuk "range". Hal lain adalah penggunaan kata-kata yang agak muluk dan sekaligus mengundang bias misalnya : responden akan memberi jawaban karena alasan ekonomi. Pada pertanyaan kenapa Ibu berobat ke dukun, dari pada menjawab ke dukun murah maka kata-kata ekonomi lebih disenangi dari pada murah meskipun ke duanya mempunyai arti sama. Oleh karena itu dalam pertanyaan "multiple choice" jawaban-jawabannya hams dipikirkan agar tidak mengundang bias.

4.2. LANGKAH : - Tentukan tujuan kuesioner - Pilih tipe pertanyaan - Mengembangkan tipe pertanyaan - Membatasi panjangnya kuisioner - Melakukan identifikasi target kuisioner - melakukan peng-rahasian terhadap responden kuisoner