MESOPOTAMIA

CHERIN KRISTIN

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
MESOPOTAMIA by Mind Map: MESOPOTAMIA

1. Kondisi Geografis

1.1. Diyakini sebagai peradaban kuno tertua

1.2. Pada 5000 tahun yang lalu pertama kali mengembangkan sistem penulisan.

1.3. Berkembang di tanah pertanian yang subur di antara dua aliran sungai besar yaitu, Eufrat dan Tigris.

2. Bangsa Bangsa yang Menempati

2.1. A. Bangsa Sumeria (5.300-2.300 SM)

2.1.1. Merupakan penduduk asli daerah Mesopotamia.

2.1.2. Pertama kali mediami wilayah Ubaid pada tahun 5.300-4000 SM maka dari itu disebut sebagai Periode Ubaid.

2.1.3. Sudah mengenal dan mengembangkan tulisan kuneiform.

2.1.4. Meskipun sebagian besar bertani, penduduk Sumeria Juga ada yang beternak dan menjadi nelayan.

2.2. B. Bangsa Akkadia

2.2.1. Tidak termasuk rumpun bangsa sumeria, tetapi bangsa ini rumpun dengan bangsa semit dan memiliki Bahasa sendiri yaitu Akkadia.

2.2.2. Awalnya bangsa akkadia adalah bangsa nomaden di padang pasir bagian utara Mesopotami, kemudian menetap di selatan Sumeria

2.2.3. Raja yang berhasil menaklukan Sumeria yang dipimpin Raja Lugal-Zagesi dari Uruk pada tahun 2200 SM adalah Raja Sargon Agung

2.2.4. Pada masa pemerintahannya, Raja Sargon memperluas wilayah melampaui Mesopotamia Selatan dan menguasai kerajaan Asyur, dan membangun di Sumeria lebih kuat lagi.

2.3. C. Bangsa Guti dan Elam

2.3.1. Masa kekuasaan Guti hanya Setengah abad sebelum pada tahun 2050 SM, kerajaan Uruk dan Ur menyingkirkan mereka dan menjadi penguasa baru Mesopotamia, dibawah kepemimpinan Ur-Nammu ( memerintah +- 2000-an SM ).

2.3.2. Undang-undang Ur-Nammu tertulis pada lempeng tanah liat. Isi dari undang-undang ini adalah pola Kasuistik, yaitu jika melakukan kejahatan tertentu, maka akan mendaptkan hukuman tertentu.

2.4. D. Bangsa Amori

2.4.1. Menurut Encyclopedia Britannica, kota Babilon sudah ada pada masa Sumero-Akkadia, tetapi Sumuabum yang mengembangkannya menjadi kota besar dan megah

2.4.2. Wilayah kekuasaan Hammurabbi mencakup sampai ke Pegunungan Zagros di Persia, wilayah sekitar Teluk Persia, Asia Kecil, sampai ke Sungai Khabur di Suriah

2.5. E. Bangsa Asyur

2.5.1. Asyur membentuk dinasti sendiri terlepas dari Sumeria

2.5.2. Penguasa terakhir Asyur adalah Raja Assurbanipal. Ia merupakan raja terpelajar. Selama pemerintahannya, sebuah perpustakaan besar di ibu kota Niniwe dibangun

2.6. F. Bangsa Khaldea

2.6.1. Di bawah bangsa Khaldea, Kerajaan Babilonia ditegakkan kembali, dengan nama Babilonia Baru. Di bawah putranya, Nebukadnezar II, Babilonia mencapai puncak kejayaan dengan menguasai seluruh wilayah Mesopotamia termasuk Mesopotamia utara yang menjadi wilayah kekuasaan Asyur.

2.6.2. Nabonidus adalah raja terakhir Babilonia

2.7. G. Bangsa Persia dan Yunani

2.7.1. Cyrus Agung membangun Keaisaran Persia dengan membagi wilayahnya dalam satrapi (provinsi).

2.7.2. Kekuasaan Persia atas Babilonia runtuh di bawah pemerintahan Darius III

2.7.3. Setelah menguasai Persia, Alexander mengambil gelar Shahanshah, yang berarti raja dari segala raja, serta mengadopsi beberapa adat-istiadat dan kebiasaan Persia.

3. Kerajaan UR

3.1. Ur menjadi kaya berkat perdagangannya dengan luar negeri. Sejak sekitar tahun 4300 SM, kota Ur sudah dihuni orang. Dalam saat berikutnya (sampai sekitar tahun 3400) bagian-bagian kota itu rusak karena air bah yang berlangsung selama waktu yang panjang ("lapisan air bah"). Daftar raja-raja Babilon kuno menghitung adanya tiga buah dinasti yang berkuasa. Dinasti ketiga (sekitar 2047-1939) termasuk yang paling penting: Ur mengambil-alih pimpinan politik di Mesopotamia selatan (dengan pimpinan pemerintahan pusat, puncak perkembangan literatur Sumer, bangunan-bangunan ibadat). Imigrasi bangsa Amori dan serangan pasukan Elam yang dahsyat membuat Ur tidak bernilai lagi.