EPISTIMOLOGI

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
EPISTIMOLOGI by Mind Map: EPISTIMOLOGI

1. melalui epistemologi itu manusia akan memahami bagaimana ilmu pengetahuan. Pengetahuan manusia secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu pengetahuan ilmiah dan pengetahuan non-ilmiah

1.1. 1. Pengetahuan ilmiah: hasil serapan indera dan pemikiran rasional yang terbuka terhadap pengujian lebih lanjut menggunakan metode-metode ilmiah.

1.2. 2. Pengetahuan non-ilmiah: hasil serapan indera terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin di uji kebenarannya.

2. epistemologi ialah ilmu yang melacak pengertian mengenai pengetahuan yang dimiliki mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuatan pengenalannya ia dapat realitas sebagaimana adanya.

3. epistemologi berasal dari bahasa Yunani yang berarti teori ilmu pengetahuan, yang merupakan gabungan dari kata episteme(pengetahuan) dan logos(teori).

4. Pencarian keputusan benar atau tidak atas dasar baik buruknya seseorang dan di dasarkan atas keputusan etis suatu ilmu di masyarakat

5. Apa itu epistemologi?

6. Cakupan Pokok Epistemologi

6.1. Epistemologi subjektif

6.1.1. Apabila dalam penelitian kebenaran dalam suatu ilmu dilakukan tanpa sadar reliable melainkan atas dasar refleksi, maka refleksi diri yang akan masuk kedalam pemahaman ilmu

6.2. Epistemologi pragmatic

6.2.1. Upaya yang menemukan kebenaran dengan mengacu pada pemikiran realistik. Dasar epistemologi ini adalah aspek kegunaan ilmu dalam masyarakat.

6.3. Epistemologi religius

6.3.1. Ilmu yang membahas pencarian kebenaran dari kitab kitab

6.4. Epistemologi moral

7. Tataran Epistemologi memiliki 2 poin

7.1. 1. Cakupan pokok bahasan;

7.1.1. Subjek epistemology yang mempelajari ilmu secara umum. Ilmu itu sendiri memiliki istilah yang berbeda dan setiap istilah menunjukkan batasan dari ilmu itu.

7.2. 2. Sudut pembahasan

7.2.1. Sudut-sudut yang berbeda bisa menjadi pokok bahasan dalam ilmu.

8. Ilmu pengetahuan manusia merupakan strategi khusus untuk menemukan sebuah kebenaran. Kebenaran tersebut menjadi target filsafat ilmu. Ada 3 macam teori untuk mengungkap kebnaran ilmu yaitu :

8.1. Teori korepondensi

8.2. Teori korehensi

8.3. Teori pragmatis

9. Hubungan Filsafat dan Ilmu Pengetahuan

9.1. Ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan system pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafatyang telah di bukukan secara sistematis dalam bentuk ilmu yang terorientasi.

10. Ilmu dapat di bedakan dengan filsafat

10.1. Ilmu bersifat pasteriori

10.1.1. Kesimpulannya di tarik setelah melakukan pengujian secara berulang-ulang.

10.2. Ilmu bersifat priori

10.2.1. Kesimpulannya di tarik tanpa pengajuan. Sebab filsafat tidak mengharuskan adanya data empiris seperti yang di miliki oleh ilmu.

11. Aktivitas ilmu sendiri di dasari oleh pertanyaan bagaimana fakta itu ada, sedangkan filsafat menjelaskan pertanyaan tentang bagaimana sesungguhnya fakta itu dari mana asalnya dan darimana akhirnya.

12. Macam-macam Epistemologi

12.1. Epistemologis Metafisis

12.1.1. Suatu pembuktianapa yang dapat kita ketahui sebagai kenyataan atau benar-benar, serta tak dapat di ragukan lagi.

12.2. Epistemologi Skeptic

12.2.1. Suatu paham tertentu tentang kenyataan,lalu membahas tentang bagaimana manusia mengetahui kenyataan tersebut.

12.3. Epistemologi Kritis

12.3.1. Tidak mempreoritaskan metafisika atau epistemologis tertentu,melainkan berangkat dari asumsi,prosedur,dan kesimpulan pemikiran akal sehat ,lalu kita mencoba menanggapi hal tersebut secara kritis.

13. ALIRAN-ALIRAN DALAM EPISTEMOLOGI

13.1. Empirisme

13.2. Rasionalisme

13.3. Fenomenologi

13.4. Intuisionisme

13.5. Positivisme

14. Peranan dan pengaruh epistemologi

14.1. Peranan epistemologi sangat besar dalam sebuah peradaban dan tingkat pendidikan manusia. Oleh karena itu suatu peradaban dapat dipengaruhi oleh pengetahuan. Kejadian yang terjadi di Italia mengenai nasib dari Galileo galilei tentunya memberikan dampak yang sangat besar pada peradaban manusia. Kajian epistemologi namun pada dasarnya manusia memiliki pembenaran bahwa kebenaran hakiki nya memiliki Ilahi, meskipun Tidak satu pun di antara kita yang dapat atau pernah melihat secara langsung.