Demokrasi Parlementer

Demokrasi Parlementer dan Upaya pemerintah dalam mempertahankan Kemerdekaanya

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Demokrasi Parlementer by Mind Map: Demokrasi Parlementer

1. Tugas: 1. Melucuti senjata Jepang 2. Memulangkan tentara Jepang 3. Membebaskan tawanan perang 4. Menjaga status quo

2. Pemerintahan sipil Belanda yang dibawa ke Indonesia dipimpin oleh Van Mook.

2.1. Ingin menguasai Indonesia kembali

3. UPAYA MILITER 1. Pertempuran Surabaya tanggal 25 Oktober 1945 2. Pertempuran Lima Hari di Semarang tanggal 15 Oktober 1945 3. Palagan Ambarawa 4. Pertempuran Medan Area Pada tanggal 9 Oktober 1945 5. Bandung Lautan api 6. Puputan Margarana 7. Serangan Umum 1 Maret

3.1. Perlawanan Surabaya/ 10 Nop, Bung Tomo Insiden perobekan bendera Belanda, bentrokan menewaskan WS Malaby. Ultimatum dari Jendral EC Mansergh ketua divisi AD Jatim kepada rakyat Soerabaya.

3.2. Perlawanan Bandung Lautan api M.Toha Membakar kota Bandung agar fasilitasnya tidak dipakai Sekutu

3.3. Perlawanan Ambarawa 15 Des’45, Soedirman Perebutan air dan Belanda memasang bendera di Ambarawa. Berhasil memukul mundur pasukan sekutu ke Semarang. Diperingati sebagai hari Infanteri.

3.4. Medan Area, Matang Sitepu Penolakan kedatangan Sekutu yg menginjak2 lencana merah putih.

3.5. Puputan Margarana, I gusti Ngurah Rai Penolakan menjadi bagian wilayah Belanda

3.6. Lima Hari di Semarang Ditembaknya dr,Karyadi saat akan memeriksa sumur yang diduga diracunin Jepang. Pertempuran ini dipringati dg Monumen Tugu Muda.

3.7. Serangan Umum 1 Maret, brigade X/ Wehrkreis III Soeharto Membalas AMB II yg dilakukan Belanda untuk membuktikan bahwa TNI masih ada

4. Kedatangan sekutu & Nica

4.1. AFNEI

4.1.1. Diwakili oleh : Sir Jhon Philip Christison

4.2. NICA

5. Upaya Mempertahankan Kemerdekaan

5.1. Upaya Militer

5.2. Upaya Diplomasi

5.2.1. Hoge Value Linggarjati Renville Roem-Royen Inter-Indonesia KMB

5.2.1.1. Hooge Value (tanpa hasil)

5.2.1.2. Renville di geladak kapal perang USS Renville AS berlabuh di Tanjung Priok (Indo: Amir Syarifudin ; Blnda: Abdul Kadir) : wilayah Indonesia semakin sempit berdasar garis khayal Van Mook “hanya sebagian wilayah Jawa Tengah” (Perjanjian ini berdampak: 1.ibukota dialihkan ke Jogjakarta seperti saran Hamengku Buwono IX, 2.Amir syarifudin dijatuhkan dari Kabinet lalu sakit hati & melakukan PKI 1948). Renville dikhianati AMB II (Belanda menyerang Jogja & menangkap Soe-Hat diasingkan ke Prapat, sehingga dibentuk PDRI di Bukit Tinggi oleh Syafrudin Prawiranegara) Dampaknya Belanda dikecam Negara2 di Asia, Burma & India melakukan Konferensi Asia mendesak PBB menyelesaikan AMB II--PBB membentuk UNCI

5.2.1.3. Roem-Royen, Pengembalian Soe-Hat, Penghentian agresi, Inter Indonesia RI & BFO, merancang isi KMB

5.2.1.3.1. Linggarjati (Indo: Sutan Syahrir ; Blnda: Schermerchon): Indonesia diakui secara de facto meliputi Jawa Sumatera Madura Dikhianati AMB I PBB membentuk KTN

5.2.1.4. KMB (Indo: Hatta ; Belanda: Van Mook) Indonesia berbentuk RIS, Dibentuk Uni Indo-Belanda di bawah Ratu Belanda, masalah Irian Barat ditunda 1 th lagi.

6. Keadaan Ekonomi awal Kemerdekaan

6.1. Kebijakan Pemerintah Diplomasi beras ke India Menjalin perdagangan langsung dengan luar negeri Membangun kerjasama hankam di Singapore Planboard ORI Pinjaman Nasional

7. Situasi Politik awal Kemerdekaan

7.1. 1. Fokus kepada penyeselesaian masalah Perang dan upaya diplomasinya. 2. Mencari dukungan luar negeri dengan mengirimkan K.H Agus Salim ke wilayah Timur Tengah