Konsep dasar bimbingan dan konseling karir (materi kelompok 1-2👇🏻👇🏻 🧕🏻Andarira Lan Seprani ✏️ ...

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Konsep dasar bimbingan dan konseling karir (materi kelompok 1-2👇🏻👇🏻 🧕🏻Andarira Lan Seprani ✏️ 1911080024 by Mind Map: Konsep dasar bimbingan dan  konseling karir (materi kelompok 1-2👇🏻👇🏻  🧕🏻Andarira Lan Seprani  ✏️ 1911080024

1. Karir. Apa itu karir??? 😯

2. Mengenal pengertian Bimbingan dan Konseling karir 🗣️

2.1. Bimbingan dan konseling karir adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik atau individu baik secara perorangan atau kelompok 👫

2.2. agar mandiri dan bisa berkembang optimal dalam bimbingan pribadi, sosial maupun karir melalui berbagai jenis layanan yang ada serta memenuhi syarat dan ketentuan norma yang berlaku

3. Konsep dasar bimbingan dan konseling karir

3.1. Konsep layanan bimbingan karir sulit dipisahkan dari konsep vocational guidance yang berubah menjadi career guidance seperti yang dikemukakan oleh National Vocational Guidance Association (NVGA) pada tahun 1973, yang diartikan sebagai proses membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan memperoleh kemajuan di dalamnya

3.2. Model okupasional terutama menekankan pada adanya kesesuaian antara bakat dan minat dengan tuntutan pekerjaan; sedangkan model karir mencoba menghubungkan dengan tujuan-tujuan yang lebih jauh sehingga nilai-nilai pribadi, kebutuhan, konsep diri, rencana-rencana pribadi dan sejenisnya ikut dipertimbangkan.

4. Manfaat Bimbingan dan Konseling Karir. Apa ya?

4.1. Bimbingan karier sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat yang dinikmati oleh kliennya dalam mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karier yang sesuai dengan kemampuan siswanya.

5. dikutip oleh Sukardi, Ia berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan “karir ialah sebagai suatu rangkaian pekerjaan –  pekerjaan ,jabatan  –  jabatan dan kedudukan yang mengacuh pada kehidupan dalam dunia kerja”.

6. Jenis-jenis permasalah bk karir yang Ada di sekolah 🔊

6.1. Siswa SD selalu berpikir untuk masa depan (membayangkan dirinya akan menjadi apa) namun belum mencapai tahap yang realistis.

6.2. Sedangkan pada siswa SMP cara berpikir mereka telah realistis namun, akan ada sedikit berkurangnya motivasi, karena bingung untuk menentukan dia akan menjadi apa nantinya.

6.3. Para siswa di tingkat SMA pada akhir semester 2 perlu menjalani pemilihan program studi atau penjurusan. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua siswa yg tamat dari f.SMA akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yg lebih tinggi. Siswa yg langsung terjun ke dunia kerja tentu memerlukan bimbingan karir