Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Materi PTS Kimia by Mind Map: Materi PTS Kimia

1. Menentukan golongan dan periode unsur - unsur dalam sistem periodik berdasarkan tabel.

1.1. Susunan unsur vertikal disebut golongan

1.2. Susunan unsur horizontal disebut periode

1.3. Contoh : Unsur Hidrogen (H) berada pada periode 1 dan golongan IA

2. Menentukan golongan dan periode unsur - unsur dalam sistem periodik bila diketahui nomor atomnya.

2.1. Periode dapat ditentukan dengan mengetahui jumlah kulit yang dimiliki unsur

2.2. Golongan dapat ditentukan dengan mengetahui jumlah elektron valensi

2.3. Na 11 = 2(1) – 8(2) – 1(3) → periode 3 → golongan 1

3. Menentukan ke empat bilangan kuantum unsur bila diketahui nomor atomnya.

3.1. Untuk menyatakan kedudukan elektron dalam suatu orbital menggunakan empat bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetik (m) dan bilangan kuantum spin (s).

3.2. Untuk bilangan kuantum utama (n) = 1 terletak pada kulit K Untuk bilangan kuantum utama (n) = 2 terletak pada kulit L Untuk bilangan kuantum utama (n) = 3 terletak pada kulit M Dan seterusnya

3.3. Untuk sub kulit s maka bilangan kuantum azimuth (l) = 0 Untuk sub kulit p maka bilangan kuantum azimuth (l) = 1 Untuk sub kulit d maka bilangan kuantum azimuth (l) = 2 Untuk sub kulit f maka Bilangan kuantum azimuth (l) = 3

3.4. Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbital khusus yang ditempati elektron pada subkulit. Nilai bilangan kuantum magnetik bergantung pada nilai kuantum azimuth, yaitu –l , . . .0. . . ., + l.

3.5. Bilangan kuantum spin (s) menyatakan perputaran elektron pada sumbunya (rotasi). Untuk nilai s = + 1/2 maka rotasi elektron searah dengan jarum jam Sedangkan jika nilai s = – 1/2 maka rotasi elektron berlawanan dengan jarum jam.

3.6. Contoh : n = 2n, = 2 ---> kulit L, l = 1 ---> sub kulit p (2p),l = 1 m = -1 , 0, +1, m = +1s = -1/2 (panah ke bawah).

4. Memprediksi rumus Lewis dan rumus bangun senyawa bila diketahui nomor atom unsur pembentuknya.

4.1. Atom akan saling berikatan agar atom stabil seperti gas mulia.

4.2. Mereka akan menjadi oktet atau duplet.

4.2.1. Aturan oktet : kecenderungan unsur unsur menjadikan konfigurasi elektronya sama seperti gas mulia terdekat, dengan jumlah elektron valensi penuh sebanyak 8 buah elektron. Aturan duplet : Konfigurasi elektron stabildengan jumlah dua elektron pada kulit terluar (elektron valensi = 2)

4.3. Contoh : H = 1, O = 2

4.3.1. Rumus Lewis

4.3.2. Rumus Bangun

5. Menentukan ikatan yang terdapat dalam senyawa berdasarkan sifat senyawa tersebut.

5.1. Terdapat 4 perbedaan sifat antero senyawa ion dan senyawa kovalen yaitu Titik dan titik leleh, Kelarutan, Volatilitas, Daya Hantar Listrik

5.2. Semua senyawa ion membentuk Ikatan Polar

5.3. Senyawa kovalen dapat membentuk Ikatan Polar dan Non Polar

5.4. Tkatan kimin terdiri dari Ikaton Ton, Ikatan Kovalen, Ikatan Logam

5.5. Contoh : O2 merupakan ikatan kovalen