Human Immunodeficiency Virus (HIV)

mainmap HIV versi indonesia

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Human Immunodeficiency Virus (HIV) by Mind Map: Human Immunodeficiency Virus (HIV)

1. Metode untuk deteksi

1.1. uji serologi

1.2. Western block

1.3. uji virologi

1.3.1. mendeteksi asam nukleat

1.4. test bercak darah kering

2. Mekanismenya

2.1. 1) HIV akan menyerang reseptor inang dan menembus sel targetnya

2.2. 2) HIV akan melepaskan RNA ke dalam sel dan harus direpikasi menjadi DNA

2.3. 3) DNA sedang dibentuk dengan bantuan enzim yang disebut dengan reverse transcriptase

2.4. 4) Virus DNA memasuki inti sel

2.5. 5) DNA virus sedang diintegrasikan ke DNA inang dengan integrase

2.6. 6) DNA sel yang terinfeksi akan menghasilkan RNA virus serta protein yang dibutuhkan untuk menyusun HIV baru

2.7. 7) Virus baru dirakit menjadi RNA dan beberapa protein pendek

2.8. 8) virus bertunas melalui membran sel dan membungkus dirinya sendiri dalam fragmen membran sel yang terlepas dari membrane sel

2.9. 9) vurus yang bertunas harus susdah dewasa untuk dapat menginfeksi sel lain sehingga protease HIV akan memotong protein struktural dari virus yang menyebabkan menata kembali dan menjadi dewasa

3. manipulasi perkembangan vaksin

3.1. vaccina HIV belum dikembangkan disebabkan

3.1.1. kurangnya daya imun alamiah terhadap HIV

3.1.2. tipe HIV bermacam-macam

3.1.3. kurangnya korelasi imun dengan vaksin

3.1.4. kurangnya model uji coba binantang yang bisa memprediksi keefektifan vaksin pada manusia

4. Epidemiology kasus HIV di Indonesia dan Sumbar

4.1. banyak penyakit infeksi yang umum akan ikut serta

4.1.1. Pneumocystis carinii pneumonia (PCP)

4.1.2. Esophageal candidiasis

4.2. Jumlah kasus baru HIV Jan- Maret 2020 di Indonesia 11.160 org(71,6%) di usia 25-49 tahun terbanyak pada LSL dan waria (21,2%), Menkes mei 2020

4.3. Jumlah kumulatif HIV sampai maret 2020, 388.724 orang ( 67,4% dari target 90% estimasi ODHA =640.443 org

4.4. Kasus AIDS 123.231 org

4.5. Jumlah ODHA sampai maret 2020 yg mendapat ARV 133.358 orang (35%)

4.6. angka putus obat ARV masih tinggi (21%)

4.7. rekomendasi bimbingan tekhnis, monitoring dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan test and treat

4.8. Jumlah kasus HIV meningkat setiap tahunnya ,rekomendasi depkes layanan berkesinambungan , monitoring ODHA dalam pengobatan dan ODHA putus obat , layanan pemeriksaan viral load pada ODHA

5. penularan

5.1. berhubungan sex dengan seseorang yang mengidap HIV tampa kondom

5.2. saling tukar janrum suntik dengan orang penderita HIV

5.3. dari Ibu ke anak saat hamil atau menyusui

5.4. tertusuk jarum yang terkontaminasi HIV

5.5. transfusi darah atau transpantasi organ

5.6. digigit oleh pasien HIV

5.7. kontak dengan kulit yang terluka atau mukosa membran

6. cara kuman pathogen menghindari inang

6.1. kuman HIV masuk melalui permukaan mukosa genital selama masa penularan

6.2. HIV menyelimuti paku(trimer) untuk mengikat dan menginveksi sel

6.2.1. itu mendukung 3 molekul gp120, yang digunakan HIV untuk mengenggam dan amsuk ke dalam sel yg terinfeksi

6.3. setelah gp120 berikatan dengan CD4 pada nukloekapsid sel T yg mengandung genom virus dan enzim memasuki sel target

7. Respon imun

7.1. virus HIV menyerang sel CD4

7.2. jika jumlah CD 4 ( berkurang, sistem kekebalan tubuh sedikit sel yang membantunya mempertahankan tubuh dari organisme lain) resiko lebih besar akan sakit

7.3. protein membran CD4 dan CCR5 merupakan target infeksi HIV

8. Pengobatan

8.1. Antoretroviral therapy (ART)

8.1.1. kombinasi obat HIV ( HV regimen)

8.1.2. tidak bisa mengobati HIV tapi mengurangi transmisi

8.2. obatnya belum ditemukan tapi menjaga virus terkendali

8.3. latihan tiap hari/OR

8.4. keseimbangan nutrisi dalam dietnya

8.5. resiko minum obat

8.5.1. efek samping

8.5.2. intekaksi obat

8.5.3. resistensi obat

9. gejala

9.1. umum

9.1.1. demam,sakit tenggorokan

9.1.2. ada ruam kemerahan dan sakit kepala berat

9.1.3. berar badan menurun drastis

9.1.4. daya ingat menurun drastis , depresi dan gangguan syaraf, pneumonia

9.1.5. stadium 1 : klinis asimptomatis, limphadenopati general, aktifitas Normal

9.1.6. stadium 2: klinis BB menurun 10%, kelainan mukosa ringan , dermatitis, ulkus oral,herpes ,sinusistis bakhterialis , aktifitas Normal

9.1.7. stadium 3: BB menurun lebih 10%, diare kronis lebih 1 bulan, demam lebih satu bulan, kandidiasis, oral hairy leukoplakia, TB paru, pneumonia aktifitas 50% di TT ,stadium 4: HIV wasting syndrome

9.2. gejala tidak umum

9.2.1. letih

9.2.2. kel getah bening bengkak

9.2.3. ada perlukaan di bibir dan alat kelamin

9.2.4. nyeri otot

9.2.5. nyeri sendi

9.2.6. mual muntah

9.2.7. berkeringat malam

10. Karakteristik

10.1. parasit intra seluler

10.1.1. membutuhkan sel inang untuk bertahan hidup

10.1.2. dikenal sebagai CD4 T-helper cells yang mana penting untuk kekebalan terhadap respin imum

10.1.3. sebagai target imun sel

10.2. dikalsifikasikan sebagai HIV tipe 1 dan tipe 2

10.3. tidak bisa pindah melalui keringat , air ludah , ar mata , dan gigitan nyamuk