Produk Penghimpunan Dana (Funding)

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Produk Penghimpunan Dana (Funding) by Mind Map: Produk Penghimpunan Dana (Funding)

1. Penghimpunan dana di bank umum syariah dapat berbentuk

1.1. Giro

1.1.1. Simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat

1.1.2. Penarikan uang di rekening giro dapat menggunakan sarana penarikan yaitu cek dan bilyet giro

1.2. Tabungan

1.2.1. Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati

1.2.2. Simpanan berdasarkan akad wadiah atau investasi dana berdasarkan akad mudharabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat dan ketentuan yang disepakati

1.2.3. Tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu

1.3. Deposito

1.3.1. Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan bank atau pada saat jatuh tempo

1.3.2. Deposito dapat berupa berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara pihak ketiga dengan bank

1.3.3. Jangka waktu : 1,3,6, dan12 bulan

2. Mekanisme operasional penghimpunan dana ini harus disesuaikan dengan prinsip syariah.

2.1. Prinsip Wadiah

2.1.1. Wadiah diartikan sebagai titipan dari satu pihak kepihak yang lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penyimpang menghendakinya.

2.1.1.1. Rukun Wadiah

2.1.1.1.1. Penitip/pemilik barang (mudi'/muwaddi')

2.1.1.1.2. Penerima tiitpan/orang yang menyimpan (muda'/mustawda')

2.1.1.1.3. Barang yang ditetapkan

2.1.1.1.4. Ijab qabul/akad

2.1.1.2. Wadiah terbagi 2 jenis :

2.1.1.2.1. 1. Wadiah Yad Dhamanah Titipan dimana barang titipan selama belum dikembalikan kepada penitip dapat dimanfaatkan oleh penerimah titipan. Apabila dari hasil pemanfaatan tersebut diperoleh keuntungan maka seluruhnya menjadi hak sipenerima titipan.

2.1.1.2.2. 2. Wadiah Yad Amanah Titipan dimana penerimah titipan tidak boleh memanfaatkan barang titipan tersebut sampai diambil kembali oleh penitip.

2.1.2. Prinsip Wadiah dalam syariah diaplikasikan dengan :

2.1.2.1. Giro Wadiah Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional ditetapkan ketentuan giro wadiah (fatwa 2006) sebagai berikut

2.1.2.1.1. 1. Bersifat titipan

2.1.2.1.2. 2.Titipan bisa diambil kapan saja (on call)

2.1.2.1.3. 3. Tidak ada imbalan yang disyaratkan kecuali dalam bentuk pemberian yang bersifat sukarela

2.1.2.1.4. Giro atas dasar akad wadiah

2.1.2.2. Tabungan Wadiah Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional ditetapkan ketentuan mengenai tabungan wadiah (fatwa 2006) sebagai berikut

2.1.2.2.1. 1. Bersifat simpanan

2.1.2.2.2. 2. Simpanan bisa di ambil kapan saja (on call) atau berdasarkan kesepakatan

2.1.2.2.3. 3. Tidak ada imbalan yang disyaratkan kecuali dalam bentuk pemberian yang bersifat sukarela

2.1.2.2.4. Tabungan atas dasar akad wadiah

2.2. Prinsip Mudharabah

2.2.1. Mudharabah bisa disebut dengan al-qiradh yang berarti potongan (al-qathu), karena pemilik modal memotong apabila hartanya untuk perdagangan dengan sebagian keuntungannya

2.2.2. Mudharabah merupakan akad kerja sama antara dua pihak, satu pihak pemberi modal kepada yang lainnya untuk berniaga. Kemudian keuntungan dibagi antara mereka sesuai dengan yang telah disepakati

2.2.2.1. Mudharabah terbagi atas 2 jenis yaitu

2.2.2.1.1. 1. Mudharabah Muqayyadah Akad kerja sama dimana shahibul maal membatasi kepada mudharib dengan batasan jenis usaha, waktu dan tempat usaha

2.2.2.1.2. 2. Mudharabah Muthlaqah Bentuk kerja sama antara shahibul maal dan mudharib yang cakupnya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu dan daerah bisnis

2.2.3. Prinsip mudharabah dalam perbankan syariah diaplikasikan dengan :

2.2.3.1. 1. Tabungan Mudharabah

2.2.3.1.1. Dipergunakan oleh bank dalam mengelola jasa simpanan dari nasabah dan ingin menitipkan dananya untuk tujuan tertentu

2.2.3.1.2. Tujuan yang dimaksud biasanya berkaitan dengan hajat beribadah yang dibutuhkan dana besar dan tidak berjangkauan seperti

2.2.3.1.3. Atas dasar tujuan tersebut, tabungan mudharabah sering disebut jenis tabungan berjangka (targeted saving)

2.2.3.2. 2. Deposito Mudharabah

2.2.3.2.1. Harta benda atau uang yang diberikan ke dalam penguasaan bank untuk pengamatan, investasi, atau sebagai agunan

2.2.3.2.2. Dalam bank syariah, praktik deposito mudharabah merupakan kategori investasi sehingga disebut invesment account bukan saving account sebagaimana pada tabungan, dan deposito boleh diperdayakan pihak bank, dan deposan akan mendapatkan bagi hasil, serta dana deposito pada prinsip dasarnya tidak boleh diambil sesuai dengan permintaan deposan (off call), kecuali pada tanggal yang telah disepakati