Jenis PPh ( Yohanes Peter, AKL3 /29 )

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Jenis PPh ( Yohanes Peter, AKL3 /29 ) by Mind Map: Jenis PPh ( Yohanes Peter, AKL3 /29 )

1. PPh pasal 15

1.1. Charter Penerbangan Dalam Negeri

1.1.1. Objek Pajak

1.1.1.1. berupa uang

1.1.2. Tarif

1.1.2.1. 1,8 % x Peredaran Bruto (1,8%berasal dari 6% x 30%)

1.1.3. Pemotong

1.1.3.1. Badan pemerintah

1.1.3.2. Subjek Pajak Badan Dalam Negeri

1.1.3.3. Penyelenggara Kegiatan

1.1.3.4. BUT

1.2. Pelayaran Dalam Negeri

1.2.1. Objek Pajak

1.2.2. Tarif

1.2.2.1. 30% x 4% x Peredaran bruto = 1,2% x Peredaran Bruto

1.2.3. Pemotong

1.2.3.1. pihak yang membayar

1.3. Pelayaran dan/atau Penerbangan Luar Negeri

1.4. Kantor Perwakilan Dagang Asing (representative office/liaison office) di Indonesia

1.5. WP yang melakukan kegiatan usaha jasa maklon internasional di bidang produksi mainan anak-anak

2. PPh pasal 21

2.1. pajak atas penghasilan berupa

2.1.1. gaji

2.1.2. upah honorarium

2.1.3. tunjangan

2.2. Peserta Wajib Pajak PPh 21

2.2.1. Pegawai atau karyawan.

2.2.2. Penerima uang pesangon

2.2.3. pensiun

2.2.4. Bukan pegawai

2.3. Komponen Perhitungan PPh 21

2.3.1. Penghasilan bruto

2.3.2. Penghasilan tidak rutin

2.3.3. Iuran BPJS

2.4. Tarif PPh 21

2.4.1. Penghasilan Kena Pajak (PKP)

2.4.2. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

2.4.3. Tarif Progresif PPh 21

3. PPh pasal 22

3.1. pemungut pajak

3.1.1. DJBC

3.1.2. KPA

3.1.3. Bendahara pengeluaran

3.1.4. BUMN

3.1.5. Industri dan eksportir

3.2. Tarif

3.2.1. Atas impor

3.2.1.1. yang menggunakan Angka Pengenal Importir (API) = 2,5% x nilai impor

3.2.1.2. non-API = 7,5% x nilai impor

3.2.1.3. yang tidak dikuasai = 7,5% x harga jual lelang

3.2.2. pembelian barang yang dilakukan oleh DJPB, Bendahara Pemerintah, BUMN/BUMD

3.2.2.1. 1,5% x harga pembelian tidak termasuk PPN dan tidak final

3.2.3. penjualan hasil produksi

3.2.3.1. Kertas = 0.1% x DPP PPN (Tidak Final)

3.2.3.2. Semen = 0.25% x DPP PPN (Tidak Final)

3.2.3.3. Baja = 0.3% x DPP PPN (Tidak Final)

3.2.3.4. Otomotif = 0.45% x DPP PPN (Tidak Final)

3.2.4. penjualan hasil produksi

3.2.4.1. Pungutan PPh Pasal 22 kepada penyalur/agen, bersifat final

3.2.5. penjualan

3.2.5.1. Pesawat udara pribadi dengan harga jual lebih dari Rp 20.000.000.000

3.2.5.2. Kapal pesiar dan sejenisnya dengan harga jual lebih dari Rp 10.000.000.000

3.2.5.3. Apartemen Rp. 10.000.000.000

4. PPh pasal 23

4.1. Pembayaran

4.1.1. dilakukan oleh pihak pemotong yang kemudian menyetorkannya melalui Bank Persepsi

4.2. Tarif PPh 23

4.2.1. Tarif 15% dari jumlah bruto

4.2.1.1. Dividen

4.2.1.2. Hadiah

4.2.2. Tarif 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain yang berkaitan dengan penggunaan harta kecuali sewa tanah dan/atau bangunan

4.2.3. Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi dan jasa konsultan

4.2.4. Bagi Wajib Pajak yang tidak ber-NPWP akan dipotong 100% lebih tinggi dari tarif PPh Pasal 23

4.3. Jenis Objek PPh 23

4.3.1. Penilai

4.3.2. Aktuaris

4.3.3. Akuntansi

4.3.4. Hukum

4.3.5. Perencanaan kota dan arsitektur landscape

4.3.6. Penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara

5. PPh pasal 25

5.1. pajak yang dibayar secara angsuran

5.2. Tujuannya adalah untuk meringankan beban wajib pajak

5.3. Pajak penghasilan yang dipotong sesuai Pasal 21

5.3.1. pemilik NPWP dan tambahan 20% bagi yang tidak memiliki NPWP

5.3.2. Pajak penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan sesuai pasal 24; lalu dibagi 12 atau total bulan dalam pajak masa setahun

5.4. Tarif

5.4.1. WP – OPPT

5.4.1.1. PPh 25 bagi OPPT = 0.75% x omzet bulanan tiap masing-masing tempat usaha

5.4.2. WP – OPSPT

5.4.2.1. PPh 25 bagi OPSPT = Penghasilan Kena Pajak (PKP) x Tarif PPh 17 ayat (1) huruf a UU PPh (12 bulan)

6. PPh pasal 26

6.1. pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima Wajib Pajak Luar Negeri di Indonesia

6.2. Tarif PPh Pasal 26

6.2.1. 20%

6.2.1.1. Dividen

6.2.1.2. Bunga

6.2.1.3. Pensiun

6.2.1.4. sewa

6.2.2. tax treaty atau Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B)

7. PPh pasal 29

7.1. PPh Kurang Bayar (KB) yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh, yaitu sisa dari PPh yang terutang dalam tahun pajak yang bersangkutan dikurangi dengan kredit PPh (PPh Pasal 21, 22, 23, dan 24) dan PPh Pasal 25.

7.2. Tarif PPh Pasal 29

7.2.1. Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu (WPOP-PT)

7.2.1.1. PPh 25 yang sudah dilunasi = 0.75 x jumlah penghasilan / omzet per bulan

7.2.1.2. PPh 29 yang harus dilunasi = PPh yang masih terutang – PPh 25 yang sudah dilunasi

7.2.2. Wajib Pajak Badan (WPB)

7.2.2.1. Angsuran PPh 25 = PPh terutang tahun lalu x 12

7.2.2.2. PPh 29 yang harus dilunasi = PPh yang terutang – angsuran PPh 25.