MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PERUBAHAN

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PERUBAHAN

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PERUBAHAN by Mind Map: MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PERUBAHAN

1. A. Aktualisasi Cinta Tanah Air melalui perspektif Astagatra

1.1. 1. Pengertian Aktualisasi

1.1.1. Kebutuhan seseorang untuk mengimplementasikan minat, bakat, kreativitas secara bertanggung jawab dan mandiri.

1.1.1.1. 1. Penolakan terhadap penyeragaman, yang artinya setiap individu yang memiliki kreativitas akan melakukan hal yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya.

1.1.1.2. 2. Penerimaan diri. Setiap individu yang sudah terpenuhi kebutuhan aktualisasi nya cenderung dapat menerima dirinya sendiri apa adanya, orang lain, maupun lingkungannya.

1.1.1.3. 3. Minat sosial. Individu yang memiliki minat sosial tinggi mempunyai rasa persaudaraan yang tinggi pada orang lain, penuh simpati dan berperikemanusiaan

1.1.1.4. 4. Kreativitas. Individu yang mampu mengaktualisasikan diri juga memiliki kesegaran apresiasi, kemampuan memandang sesuatu dari sudut pandang yang unik.

1.1.2. Terdiri dari 3(tiga unsur) mengenai kehidupan alamiah, yaitu kedudukan geografi, keadaan dan kekayaan alam, serta keadaan dan kemampuan manusia, disebut juga dengan Tri Gatra. Interaksi ketiga aspek alamiah tersebut melahirkan 5(lima) aspek berikutnya mengenai kehidupan sosial, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, disebut Panca Gatra.

1.1.2.1. Rasa cinta tanah air merupakan modal dasar utama kekuatan bangsa untuk menghadapi bentuk-bentuk baru AGHT.

1.2. 2. Perspektif Astagatra;

1.3. 3. Nilai Cinta Tanah Air.

1.3.1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari hati sanubari seorang warga negara untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan

1.3.1.1. 1. Mendorong Terbangunnya Daya Juang Bangsa

1.3.1.2. 2. Mendorong Profesionalisme Bangsa

1.3.1.3. 3. Mendorong Implementasi Nilai Cinta Tanah Air

2. B. Aktualisasi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Berdasarkan Sistematika UUD NRI Tahun 1945

2.1. 1. Amanat Konstitusi;

2.1.1. Tujuan negara, sebagaimana tertulis dalam amanat konstitusi Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) NRI tahun 1945 yaitu: 1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2) Memajukan kesejahteraan umum, 3) Mencerdaskan kehidupan bangsa, 4) Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

2.1.2. Nilai kesadaran berbangsa dan bernegara memiliki dua arti yaitu pertama, nilai kesadaran berbangsa merupakan nilai untuk selalu menciptakan nilai-nilai kerukunan, persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan masing-masing dan kedua, nilai kesadaran bernegara merupakan nilai yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945

2.1.2.1. a. Pendekatan Kesadaran Warga Negara secara persuasif

2.1.2.2. c. Teknik Pembelajaran Kesadaran Berbangsa dan Bernegara menggunakan pendekatan kontekstual

2.1.3. 2. Sebagai perbandingan, negara Amerika memiliki suatu konsep strategis yang disebut dengan DIME yang sudah digunakan sejak tahun 1960-an. DIME sebagai representasi kekuatan nasionalnya merupakan singkatan dari Diplomacy (diplomasi), Informational (informasional), Miltary (militer), dan Economy (ekonomi). Keempat elemen tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya

2.2. 2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara.

3. C. Aktualisasi Keyakinan dan Kesetiaan Kepada Pancasila Sebagai ASN

3.1. 1. Kedudukan, peran, dan fungsi Pancasila;

3.1.1. 1. Syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin adalah ada yang “dipimpin

3.1.2. 2. Seorang pemimpin yang baik harus paham kebutuhan pengikutnya,

3.1.3. 3. Kebutuhan manusia menurut Maslow tersebut dapat digambarkan dalam sebuah bentuk piramida, yang dimana kebutuhan paling dasar adalah kebutuhan fisiologis atau fisik, lalu di atasnya kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri

3.1.4. 4. Semua unsur kebutuhan manusia itu terdapat dalam nilai- nilai Pancasila.

3.1.5. 5. Kepemimpinan Pancasila adalah kepemimpinan yang memahami dan mengupayakan perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang tidak hanya berkutat antara kepentingan ego dan material semata

3.2. 2. Meyakini Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan.

3.2.1. a. Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki subjek yang dipimpin dan yang dipimpin adalah manusia.

3.2.2. b. Seorang pemimpin yang baik harus paham akan kebutuhan orang yang dipimpinnya

3.2.3. c. Kepemimpinan Pancasila adalah kepemimpinan yang memahami dan mengupayakan perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang tidak hanya berkutat antara kepentingan ego dan material semata.

4. D. Kepentingan Sektoral, Kinerja Organisasi, Aktualisasi Bela Negara Dalam Profesionalisme ASN

4.1. 1. . Kepentingan Sektoral dan Kinerja Organisasi

4.1.1. Sentimen dan kepentingan sektoral sering menjadi hambatan dalam melakukan koordinasi dalam organisasi.

4.2. 2. Aktualisasi Bela Negara dalam Profesionalisme Aparatur Sipil Negara.

4.2.1. Rencana Kerja Pemerintah K/L dan Pemerintah Daerah merupakan perwujudan bela negara sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Hal itu juga berarti segenap ASN di dalam K/L dan Pemerintahan Daerah yang menjalankan kebijakan tersebut juga merupakan perwujudan bela negara.

5. E. Metaplan Aksi Perubahan sebagai aktualisasi kemampuan awal bela negara melalui kesinambungan integritas dan kinerja organisasi pelayanan publik dalam kerangka kerja nilai nilai dasar bela negara

5.1. 1. Kondisi Ideal Ketahanan Nasional;

5.1.1. a. Gatra Ideologi

5.1.1.1. Kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional dan kemampuan untuk menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai- nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

5.1.2. b. Gatra Politik

5.1.2.1. Kondisi kehidupan politik bangsa yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang sehat dan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas

5.1.3. c. Gatra Ekonomi

5.1.3.1. Kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila, yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing yang tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata.

5.1.4. d. Gatra Sosual Budaya

5.1.4.1. Kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

5.1.5. e. Gatra Pertahanan Keamanan

5.1.5.1. Kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.

5.2. 2. Aktualisasi Kemampuan Awal Bela Negara

5.2.1. Kesiapan tiap warga negara secara psikis maupun secara fisik merupakan kemampuan awal bela negara warga tersebut.

5.3. 3. Integritas dan Kinerja Organisasi Pelayanan Publik

5.3.1. Dalam konteks pelayanan publik, integritas organisasi pelayanan publik akan meningkatkan kepercayaan publik.