1. Ekonomi
1.1. Landasan
1.1.1. Ekonomi merupakan aktivitas manusia yg berhubungan dgn produksi, distribusi, serta konsumsi yg berupa barang & jasa.
1.1.2. bidang keilmuan yg dpt menyelesaikan permasalahan kehidupan manusia melalui seluruh sumber ekonomi yg tersedia berdasarkan pd teori serta prinsip dlm suatu sistem ekonomi yg dianggap efektif & efisien (Abraham Maslow)
1.2. Peran ekonomi mikro dan ekonomi makro
1.2.1. EKONOMI
1.2.1.1. Peran ekonomi,Fungsi produksi,Efisiensi dan efektivitas biaya dalam pendidikan
1.2.2. PENDIDIKAN
1.2.2.1. Investasi untuk pembangunan suatu bangsa
1.3. Analisis Biaya
1.3.1. Makro
1.3.1.1. Skala gaji guru dan jam terbang mengajar.
1.3.1.2. Penataran dan latihan pra jabatan.
1.3.1.3. Pengelompokan siswa di sekolah dan di dalam kelas.
1.3.1.4. Penggunaan metode dan bahan mengajar.
1.3.1.5. Sistem evaluasi.
1.3.1.6. Supervisi pendidikan.
1.3.2. Mikro
1.3.2.1. Pengeluaran untuk pelaksanaan pembelajaran.
1.3.2.2. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah.
1.3.2.3. Pengeluaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
1.3.2.4. Pengeluaran untuk kesejahteraan pegawai.
1.3.2.5. Pengeluaran untuk administrasi pembinaan teknis educative.
1.3.2.6. Pengeluaran untuk pendataan.
2. Historis/Sejarah
2.1. Landasan
2.1.1. Sejarah
2.1.1.1. keadaan pd masa lampau dgn segala macam kejadian/ kegiatan yg berpengaruh pd masa sekarang ini.
2.1.2. Bangsa
2.1.2.1. Bangsa yg besar adalah bangsa yg tdk melupakan sejarah, karena dgn sejarah suatu bangsa dpt mengetahui siapa leluhurnya, bagaimana kehidupannya pd masa itu, adat istiadat, peradaban, dsb.
2.1.3. Perjalanan sejarah pendidikan dunia
2.1.3.1. mulai dari zaman Hellenisme (150 SM-500), zaman Pertengahan (500-1500), zaman Humanisme/Renaissance, zaman Reformasi, dan Kontra Reformasi (1600-an).
2.2. Sejarah Pendidikan
2.2.1. Dunia
2.2.1.1. Zaman realism, Zaman rasionalisme, Zaman naturalisme, Zaman developmentalisme, Zaman nasionalisme,Zaman liberalism, Zaman positivism, Zaman individualisme, zaman sosialisme.
2.2.2. Indonesia
2.2.2.1. Zaman Pengaruh Hindu dan Budha
2.2.2.2. Zaman Pengaruh Islam (Tradisional)
2.2.2.3. Zaman Pengaruh Nasrani (Khatolik dan Kristen)
2.2.2.4. Zaman Kolonial Belanda
2.2.2.5. Zaman Kolonial Jepang
2.2.3. Perjuangan Bangsa Indonesia
2.2.3.1. Zaman Kemerdekaan (Awal)
2.2.3.2. Zaman ’Orde Lama
2.2.4. Masa Pembangunan
2.2.5. Masa Reformasi
3. Politik dan Hukum (Yuridis)
3.1. Landasan
3.1.1. Politik dlm pendidikan adalah hal yg bersangkutan dgn berbagai kebijakan di dlm pendidikan.
3.1.2. Pendidikan hrs mempunyai landasan hukum yg kuat, agar pendidikan mempunyai pondasi untuk berpijak
3.1.3. Seorang calon guru/guru hrs memahami landasan hukum dlm bidang pendidikan sbg acuan & pedoman agar terhindar dr penyimpangan2 ketentuan yg berlaku dlm melaksanakan tugasnya.
3.1.4. Seorang calon guru/guru tdk hanya paham ttg ketentuan undang-undang pokok bidang pendidikan saja, tetapi perlu memahami undang-undang dasar, undangundang, peraturan pemerintah, peraturan mentri dlm bidang pendidikan
3.2. Landasan Pendidikan
3.2.1. Undang Undang Dasar 1945 yaitu pasal 31 dan 32.
3.2.2. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3.2.3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3.2.4. Undang-Undang yang berkaitan dengan kependidikan
3.2.5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan.
3.2.5.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. – Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidik. – Permendiknas Nomor 5 Tahun 2006 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun 2006, termasuk pemberian Block Grant/Subsidi Sekolah. – Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. – Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. – Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Peraturan Mendiknas Nomor 23 Tahun 2006.
3.2.6. Yang berhubungan dengan Peraturan Kepegawaian
3.2.6.1. PP Nomor 47 Tahun 2005 tentang PNS yang menduduki Jabatan Rangkap. – PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS. – Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 21 Tahun 2005 tentang Pedoman Pendataan dan Pengolahan Tenaga Honorer
3.2.7. Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan
3.2.7.1. PP Nomor 27 Tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah. – PP Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar. – PP Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. – PP Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi.
4. Psikologis
4.1. Landasan
4.1.1. Psokologis
4.1.1.1. Dasar pemahaman & pengkajian ilmu dr sudut karakteristik dan perilaku manusia sebagai individu.
4.1.1.2. Membahas berbagai informasi ttg kehidupan manusia pd umumnya serta gejala-gejala yg berkaitan dgn aspek pribadi manusia pd setiap tahapan usia perkembangan ttt untuk mengenali & menyikapi manusia sesuai dgntahapan usia perkembangannya yg bertujuan untuk memudahkan proses pendidikan
4.1.1.3. Membantu guru dlm pelaksanaan PBM dpt memahami struktur psikologis siswa & kegiatan siswa, shg guru dpt melaksanakan kegiatan2 pembelajaran scr efektif & sesuai dgn tingkat perkembangan siswa.
4.2. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar
4.2.1. Faktor intern (dari dalam diri siwa)
4.2.1.1. Faktor kelelahan (kelelahan jasmani dan kelelahan rohani)
4.2.1.2. Faktor jasmaniah (kesehatan, cacat tubuh)
4.2.1.3. Faktor psikologis (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, keterampilan dan kesiapan belajar)
4.2.2. Faktor ekstern (yang berasal dari luar diri siswa)
4.2.2.1. Lingkungan keluarga,
4.2.2.2. Sekolah
4.2.2.3. Masyarakat
5. Filosofis
5.1. Filsafat
5.1.1. berasal dari bahasa Yunani “Philos dan Sofia”yaitu “cinta terhadap kebijaksanaan”
5.2. Filsafat Pendidikan
5.2.1. hasil pemikiran & perenungan scr mendalam sampai ke akar-akarnya mengenai pendidikan.
5.3. Peran Penting
5.3.1. memberikan sebuah kerangka acuan bidang filsafat pendidikan guna mewujudkan cita-cita pendidikan yg diharapkan oleh suatu masyarakat/ bangsa.
5.4. Mazhab
5.4.1. Mazhab esensialisme: menerapkan prinsip idialisme & realism scr eklektis (tdk meleburkan kedua prinsip masing -masing).
5.4.2. Mazhab perenialisme: adanya persamaan antara perenialisme dgn esensialisme yaitu membelakurikulum tradisional yg berpusat pd matapelajaran yg pokok-pokok (subject centered).
5.4.3. Mazhab progresivisme: siswa akan mengalami perkembangan apabila berinteraksi dgn lingkungan.
5.4.4. Mazhab rekonstruksionisme: kelanjutan dr cara berpikir logis & progresif dlm pendidikan.
5.5. Falsafah Pendidikan Pancasila
5.5.1. Pancasila sebagai pandangan hidup menata kehidupan bangsa, termasuk di dalamnya pendidikan.
5.5.2. Kajian Filsafat Pancasila
5.5.2.1. Secara ontologis: ada lima nilai dasar yg selanjutnya merupakan kristalisasi nilai-nilai yg diyakinikebenarannya oleh bangsa Indonesia yg menimbulkan tekad untuk mewujudkan nilai-nilai tsb dlm sikap tingkah laku & perbuatan. Bahwa Pancasila dilahirkan dlm tiga hal yaitu niai-nilai adat istiadat serta kebudayaan dan nilai-nilai religius.
5.5.2.2. Secara epistemologis: Pancasila sbg filsafat dimaksudkan adalah upaya untuk mencari hakikat Pancasila sbg suatu sistem pengetahuan. Pancasila sbg sistem filsafat pd hakikatnya juga merupakan sistem pengetahuan. Ini berarti Pancasila telah menjadi suatu belief system, sistem cita-cita, menjadi suatu ideologi. Oleh karena itu Pancasila hrs memiliki unsur rasionalitas terutama dlm kedudukannya sbgsistem pengetahuan.
5.5.2.3. Secara aksiologi: Pancasila adalah sesuatu yg benar-benar bernilai. Memiliki nilai hakiki atau sesuatu yg sejak semula sudah mempunyai nilai (nilai Instrinsik). Di sisi lain, Pancasila adalah sesuatu yg diberi nilai, diberi nilai buatan karena dpt dipakai sbg sarana mencapai tujuan.
6. Sosial dan Budaya/Kultural
6.1. Landasan
6.1.1. ILMU SOSIOLOGI
6.1.1.1. ilmu yg mempelajari ttg keberadaan masyarakat.
6.1.2. KAJIAN SOSIOLOGIS PENDIDIKAN
6.1.2.1. analisis ilmiah ttg proses sosial & pola-pola interaksi sosial di dlm sistem pendidikan: hubungan kemanusiaan di sekolah, pengaruh sekolah pd perilaku anggotanya, pola interaksi antara sekolah dgn kelompok sosial lainnya.
6.1.3. BUDAYA
6.1.3.1. hasil cipta karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajari dan dimiliki oleh anggota masyarakat.
6.2. HUBUNGAN TIMBAL BALIK
6.2.1. BUDAYA
6.2.1.1. Dengan budaya, maka pendidikan akan berjalan sesuai dengan baik sesuai adat dan aturan yang berlaku di dalam masyarakat.
6.2.2. PENDIDIKAN
6.2.2.1. Dengan pendidikan maka budaya di masyarakat dpt dibentuk, dikembangkan, dilestarikan, dan dapat diwariskan kpd generasi muda.
6.3. Sifat Dasar Masyarakat Indonesia
6.3.1. ZAMAN PENJAJAHAN
6.3.1.1. Adanya segmentasi ke dlm bentuk kelompok sosial (golongan sosial) yg akan memunculkan subbudaya tersendiri.
6.3.1.2. Struktur sosial yg terbagi-bagi.
6.3.1.3. Mengalami konflik antar kelompok.
6.3.1.4. Saling adanya ketergantungan di bidang ekonomi.
6.3.1.5. Dominasi politik oleh salah satu klp atas kelompok yg lain.
6.3.1.6. Integrasi sosial sukar dpt tumbuh.
6.3.2. Saat ini
6.3.2.1. Secara horizontal ditandai oleh adanya keatuan-kesatuan sosial/komunitas berdasarkan perbedaan atas suku, agama, adat- istiadat, ras, & kedaerahan.
6.3.2.2. Secara vertical ditandai oleh perbedaan pola kehidupan antara lapisan atas, menengah, & lapisan rendah.
7. Antropologis
7.1. Landasan
7.1.1. Antropologis
7.1.1.1. ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat, & kepercayaannya pd masa lampau (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI, 2020)
7.1.2. Antropologi
7.1.2.1. merupakan wawasan mendasar tertentu tentang kondisi manusia, yg berlaku dlm banyak situasi sehari-hari (Eriksen, 2004)
7.2. pendidik perlu memahami
7.2.1. pendidik perlu memahami landasan antropologi pendidikan: diharapkan guru memiliki wawasan yg luas, dpt memberikan penjelasan ttg perlunya melestarikan budaya asli Indonesia kpd peserta didik/siswa & dpt memecahkan permasalahan budaya asli Indonesia agar tdk punah terkikis oleh arus globalisasi
7.3. Pendidikan memperhatikan perbedaan
7.3.1. peserta didik sesuai latar belakang kebudayaan: Perbedaan tingkat perkembangan & kemajuan masyarakat, tingkat kebutuhan, pola pikir, serta cara bertahan hidup setiap suku bangsa di Indonesia dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemahaman tentang wawasan keIndonesiaan setelah penjajahan yang berlangsung cukup lama.
8. Ilmiah dan Teknologi
8.1. Landasan
8.1.1. IPTEK merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, dimulai semenjak manusia hidup.
8.2. DAMPAK PERKEMBANGAN
8.2.1. Dampak Positif
8.2.1.1. Informasi dlm bidang pendidikan dpt diakses dgn lebih cepat & mudah.
8.2.1.2. Adanya e-learning memudahkan proses pendidikan
8.2.1.3. Adanya teleconference memungkinkan adanya kelas virtual, shg antara pendidikan & peserta didik tidak harus dlm satu ruangan
8.2.1.4. Adanya sistem administrasi pd lembaga pendidikan, shg hal yg berhubungan dgn administrasi akan lebih mudah & lebih lancar
8.2.1.5. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sbg sumber pengetahuan & pendidikan pusat
8.2.1.6. Adanya metode pembelajarn dgn sistem baru, untuk memahami pelajaran yg bersifat abstrak
8.2.1.7. Hasil-hasil penelitian dipublikasikan ke jurnal-jurnal nasional maupun internasional, shga dpt mudah diakses oleh warga dunia dgn mudah & cepat
8.2.1.8. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan & pemanfaatan teknologi informasi & komunikasi.
8.2.1.9. Munculnya banyak perpustakaan online, shg mudah diakses oleh pengguna
8.2.1.10. Guru meningkatkan kompetensi mereka dlm berbagai bidang ilmu pengetahuan dan profil lembaga pendidikan yg diakui oleh Pemerintah, dll
8.2.2. Dampak Negatif
8.2.2.1. Dengan perkembangan teknologi informasi, dikarenakan mudahnya mengakses data menyebabkan sebagian orang melakukan plagiasi & pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
8.2.2.2. Berkembangnya sistem administrasi di sebuah lembaga pendidikan, jika terjadi kecrobohan akan berakibat fatal.
8.2.2.3. Kerahasiaan soal test akan mudah bocor kpd kalayak umum.
8.2.2.4. Penyalahgunaan teknologi informasi oleh peserta didik, jadi sangat diperlukan pemantauan dari para pendidik