Lahirnya Pancasila

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Lahirnya Pancasila by Mind Map: Lahirnya Pancasila

1. Berdasarkan pengertian dan perannya

1.1. 1. Sebagai dasar yang statis/fundamental

1.2. 2. Tuntunan yang dinamis

1.3. 3. Ikatan yang dapat mempersatukan dan menjamin hidup hak hidup seluruh warga

2. Sejarah

2.1. Pada zaman dahulu sudah ada perjuangan dalam merebut kemerdekaan tetapi masih bersifat kedaerahan.

2.2. Perjuangan dalam kedaerahan dapat teratasi semenjak berdirinya Boedi Oetomo, tepatnya 20 Mei 1908. Karena dari itu tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan nasional.

2.3. Perjuangan yang sudah dilalui akhirnya telah membuahkan hasil dengan munculnya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.

2.4. Pada 9 Maret 1942 pemerintah belanda menyerah tanpa syarat kepada jepang dan akhirnya jepang berkuasa selama 3 tahun, jepang akhirnya terdesak oleh sekutu dan menjanjikan kemerdekaan dengan indonesia dengan mendirikan BPUPKI pada 29 April 1945.

2.4.1. Sidang BPUPKI melakukan rapat dan menghasilkan beberapa dasar yang disampaikan oleh M. Yamin, soepomo dan soekarno mengemukakan dasar negara, dimana soekarno mengusulkan nama dasar negara dengan nama pancasila dan diterima oleh seluruh anggota rapat. karena hal itu juga pada 1 Juni ditetapkan sebagai hari kesaktian pancasila.

2.4.1.1. soekarno mengusulkan trisila dan ekasila dimana hal tersebut yang terpenting dalam pancasila.

2.5. 7 Agustus 1945 dibubarkannya BPUPKI dan berdirinya PPKI. PPKI melakukan sidang pertama pada 18 Agustus 1945.

2.5.1. Pada sidang pertama menghasilkan beberapa butir keputusan :

2.5.1.1. 1.Menetapkan UUD 1945 sebagai dasar negara yang didalamnya terdapat pancasila

2.5.1.2. 2.Memilih Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden.

3. Berdasarkan Fungsi

3.1. 1. Fungsi Yuridis

3.1.1. Sebagai fungsi utama sebagai dasar negara

3.2. 2. Fungsi Sosiologis

3.2.1. Sebagai pengatur hidup masyarakat

3.3. 3. Fungsi Etis dan Filosofis

3.3.1. Sebagai pengatur tingkah laku pribadi

4. Asal Mula Langsung

4.1. langsung dengan terumuskannya Pancasila sebagai filsafat negara sejak dirumuskan oleh para pendiri negara RI

4.2. 1. Asal mula bahan (kausa materialis)

4.2.1. bersumber dari nilai-nila1, adat, budaya sehari-hari bangsa Indonesia

4.3. 2. Asal mula bentuk (kausa formalis)

4.3.1. perumusan bentuk oleh Ir. Soekarno, Moh. Hatta (BPUPKI)

4.4. 3. Asal mula karya (kausa effisien)

4.4.1. menjadi dasar negara yang sah (PPKI)

4.5. 4. Asal mula tujuan (kausa finalis)

4.5.1. penentuan tujuan ketika perumusan pancasila (BPUPKI, Panitia sembilan

5. Asal mula Tidak Langsung

5.1. Terdapat pada pandangan hidup, adat-istiadat, budaya sehari-hari bangsa Indonesia: nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan)

6. Sebagai Sistem Filsafat

6.1. Bentuk Susunan Kesatuan Sila-Sila Pancasila

6.1.1. 1. Kesatuan Organik

6.1.1.1. saling berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi.

6.1.2. 2. Bersifat hirarkis dan berbentuk piramidal

6.1.3. 3. Rumusan Hubungan Sila-sila Pancasila yang saling Mengisi dan saling Mengkualifikasi

6.2. Isi Arti Pancasila

6.2.1. 1. Abstrak Umum Universal

6.2.1.1. tidak kasat mata (tidak dapat ditangkap dengan indra manusia).

6.2.2. 2. Isi Arti Pancasila yang Umum Kolektif

6.2.2.1. wujud pelaksanaan pancasila sebagai dasar filsafat negara secara konkret (operasional)

6.2.3. 3. Isi arti Pancasila yang Khusus, Singular, Konkret

6.2.3.1. Khusus Konkret: pelaksnaan Pancasila dasar filsafat Negara yang diterapkan dalam kehidupan nyata: sosbudekpol. Konkret juga bersifat dinamis, sesuai perkembangan zaman, keadaan, ilmu pengetahuan, teknologi, peradaban manusia.