Dasar Dasar Sains

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Dasar Dasar Sains by Mind Map: Dasar Dasar Sains

1. Kumpulan hasil kegiatan, prinsip, dan analisis yang dilakukan para ilmuwan dalam bentuk fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, teori-teori sains.

2. C.Sains Sebagai Disiplin Ilmu

3. A. Idealisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikat fisik hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan jiwa dan roh. B. Empirisme C. Rasionalisme adalah dasar kepastian pengetahuan D. Kritisisme merupakan sebuah epistemologi yang mendapatkan akal budi sebagai nilai yang amat tinggi tetapi akal budi memiliki keterbatasan E. Positifisme

3.1. Fungsi Sains Dalam Kehidupan: a.Berfungsi untuk menjelaskan b.Berfungsi untuk meramalkan c.Berfungsi untuk mengontrol d.Berfungsi untuk pelestarian alam e.Berfungsi sebagai dasar untuk perkembangan teknologi

4. 3. Nilai Intelektual : kandungan nilai yang mengajarkan kecerdasan seseorang dalam menggunakan akalnya untuk memahami sesuatu dengan tidak mempercayai tahayul atau kebenaran mitos tetapi lebih kritis analitis dan kritis terhadap pemecahan suatu masalah yang lebih efektif dan efisien

5. 1. Nilao Pendidikan : kandungan nilai yang dapat memberi inspirasi atau ide untuk pemenuhan kebutuhan manusia dengan belajar dan prinsip-prinsip atau aturan-aturan yang berlaku dalam sain sifatnya memodifikasi dari hukum alam untuk diterapkan menjadi hasil karya manusia

6. Penyelidikan : dilakukan secara rasional dan menerapkan metode ilmiah

7. 7. Sains mencoba menjelaskan segala sesuatunya secara terbatas sementara prinsip-prinsip universal tampaknya tidak terbatas

8. Hakikat Sains

8.1. Pengertian Hakikat Sains : Merupakan landasan untuk berpijak dalam mempelajari ilmu pengetahuan alam

8.2. Dimensi sains :

8.2.1. Proses ilmiah : proses memperoleh ilmu pengetahun

8.2.2. Sikap ilmiah : sikap yang dimiliki para ilmuwan dalam mencari dan mengembangkan pengetahuan baru, sikap tersebut di antaranya obyektif terhadap fakta, jujur, teliti, bertanggung jawab, dan terbuka

8.2.3. Produk ilmiah : merupakan makna alam dan berbagai fenomena /perilaku/karakteristik yang dikemas menjadi sekumpulan teori dan konsep,hukum, dan prinsip.

8.3. 3 hal tentang sains

8.3.1. Objek kajian : berupa fakta tentang kedaan, Sifat,dan fenomena alam

8.3.2. Isi sains : pendeskripsian keadaan sifat dan fenomena alam dalam bentuk Fakta,konsep,prinsip,teori dan hukum-hukum tentang alam

9. Ruang Lingkup Sains

9.1. A. Sains Sebagai Pengetahuan Ilmiah

9.2. B.Sains Sebagai Aktivitas Ilmiah

9.2.1. Merupakan usaha yang secara aktif menggali, Mencari, mengejar, atau Menyelidiki sampai Pengetahuan diperoleh

9.3. Cabang Ilmu dan Sains

9.3.1. Ilmu matematika

9.3.2. Ilmu fisika

9.3.3. Ilmu bumi

9.3.4. Ilmu alam

9.3.5. Ilmu sosial

9.3.6. Teknologi

10. Tokoh Tokoh Sains Terkemuka

10.1. Ilmuwan Terhebat Sepanjang Masa

10.1.1. 1. Isac Newton : fisikawan,matematikawan 2. Albert Einstein : terori relativitas 3. Nikola Tesla : listrik alternatif 4. Galileo Galilei : revolusi ilmiah 5. Louis Pasteur : mikrobiologi 6. Thomas Alva Edison : bola lampu listrik 7. Leonardo da Vinci : pelukis

10.2. Ilmuwan Muslim Yang Berpengaruh di Dunia Sains

10.2.1. 1. Jabir Ibnu Hayan : ilmu kimia 2. Al-khawarizmi : al-jabar 3. Al-Kindi : ilmu pengetahuan 4. Ar-Razi : cacar 5. Al-Battani : pencipta alat ukur gata gravitasi 6. Abul Qasim Khalaf bin Al-Abbas : dokter gigi 7. Ibnu Sina : Kedokteran

10.3. Ilmuawan Perempuan yang Penemuannya Mengubah Dunia

10.3.1. 1. Maria Beasely : mesin pembuat barel 2. Florence Parpart : kulkas modern 3. Ada Lovelace : ahli matematika 4. Maria Van Brittan Brown : sistem keamanan televisi sirkuit tertutup 5. Dr. Grace Murray Hopper : ilmuwan komputer 6. Mary Anderson : wiper kaca 7. Ann Tsukamoto : mengisolasi sel 8. Hedy Lamar : spektrum 9. Marie Curie : pelopor radioaktivitas 10. Rosalin Franklin : DNA

10.4. Penghargaan Nobel

10.4.1. Merupakan hasil akhir dari proses penyimpulan yang masuk akal dari berbagai bahan informasi dan pengalaman, sebagai keputusan pikiran dan mempengaruhi sikap perilaku dimana prose proses nya bisa di pertanggung jawabkan, dan dapat di uji ulang.

10.4.2. Ilmuwan Indonesia dengan Penemuan Sains Fenomenal

10.4.2.1. 1. Sedyatmo : kontruksi cakar ayam 2. Warsito Purwo Taruno : ECVT 3. Yogi Ahmad Erlangga : rumus matematika 4. Khoirul Anwar : OFDM 5. B.J. Habibie : teknologi pesawat terbang

11. Nilai dan Keterbatasan Sains

11.1. Defenisi Nilai

11.1.1. Pengertian nilai : yang bersifat abstrak,ideal nilai bukan benda konkret,bukan fakta, tidak hanya persoalan benar dan salah, yang menurut pembuktian empiris melainkan sosial penghayatan dan dikehendaki dan disegani dan tidak disenangi

11.1.2. Menurut Raths terdapat beberapa indikator yang menunjukkan nilai seseorang : 1. Tujuan yang ingin di capai 2. Aspirasi 3. Sikap 4. Minat 5. Perasaan 6. Keyakinan 7. Aktivitas 8. Kekhawatiran dan masala yang dihadapi

11.2. Nilai Dalam Sains :

11.2.1. 2. Nilai Regilius : bagaimana sebagai dasar pemikiran dan tindakan yang berhubungan kepada kesadaran dan kekuasaan Tuhan Yang maha esa

11.2.2. 4. Nilai Praktis : nilai dalam sain yang berhubungan dengan aspek-aspek manfaat air untuk kehidupan seperti sumber pangan sandang perumahan, pengobatan dan kesehatan

11.2.3. 5. Nilai Sosiopolitik : kandungan nilai yang banyak memberikan petunjuk untuk dijadikan pelajaran bagi hubungan interaksi manusia di bidang sosial politik dan ekonomi.

11.3. Keterbatasan Sains

11.3.1. 2. Mencoba membuka dan menjelajahi jalan tetapi tidak pernah tahu cara menutup atau membongkar

11.3.2. 1. Sains menuntut bukti eksperimental atau dapat diamati

11.3.3. 3. Selalu memiliki beberapa efek samping atau masalah terkait yang selalu tampak menyusahkan

11.3.4. 5. Setiap jawaban yang diberikan memiliki banyak pertanyaan baru.

11.3.5. 4. Selalu dibutuhkan jalan pintas untuk mencapai sebagai fokus

11.3.6. 6. Teori-teori sains terbaik terkadang terbukti gagal

12. Etika Keilmuan Saintis

12.1. Defenisi Etika

12.1.1. filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan an kesusilaan.

12.1.1.1. Tujuan etika keilmuan adalah agar seorang ilmuwan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral yaitu prinsip yang baik dan menghindarkan diri dari hal-hal buruk ke dalam perilaku keilmuannya sehingga ia dapat menjadi ilmuwan yang dapat mempertanggungjawabkan perilaku ilmiah nya

12.1.1.1.1. 1. Menyediakan sarana untuk refleksi kritis terhadap perkembangan hidup masyarakat yang semakin pluralistik yang menyajikan manusia pada banyak pandangan moral yang beragam 2. Mengubah cara berpikir masyarakat agar dapat menyesuaikan diri dengan gelombang modernisasi yang melanda seluruh bidang kehidupan masyarakat 3. Menyediakan dasar berpijak dalam menghadapi ideologi-ideologi asing yang berpotensi mempengaruhi kehidupan masyarakat agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi propaganda 4. Menyediakan dasar kemantapan dalam iman dan kepercayaan yang dibutuhkan umat beragaman sekaligus memperluas wawasan terhadap semua dimensi kehidupan masyarakat yang selalu berubah

12.1.2. Macam Macam Etika

12.1.2.1. 2. Etika Normatif : ujian terhadap ajaran norma baik buruk sebagai suatu fakta tanpa perlu menunjukkan alasan nasional di balik ajaran tersebut cukup merefleksikan mengapa hal itu menjadi keharusan

12.1.2.1.1. 1. Etika Umum

12.1.2.1.2. 2. Etika Khusus

12.1.2.2. 1. Etika Deskriptif : cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas seperti adat kebiasaan anggapan tentang baik atau buruk tindakan yang diperbolehkan atau tidak

12.1.3. Manfaat Etika :

12.2. Etika Keilmuan

12.2.1. Merupakan etika normatif yang merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan dalam ilmu pengetahuan

12.3. Sikap ilmuwan

12.3.1. 1. Ndak ada rasa pamrih : suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif dengan menghilangkan pamrih atau kesenangan pribadi 2. Bersikap selektif : sikap yang tujuannya agar para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap berbagai hal yang dihadapi 3. Adanya rasa percaya Ajax baik terhadap kenyataan maupun terhadap alat-alat Indra serta budi 4. Adanya sikap yang mendasar pada suatu kepercayaan dan dengan rasa pasti bahwa setiap pendapat atau teori yang terdahulu telah mencapai kepastian 5. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang ilmuwan harus selalu tidak puas terhadap penelitian yang telah dilakukan sehingga adanya dorong untuk mereset 6. Memiliki sikap etis atau akhlak yang selalu berkehendak untuk mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan kebahagiaan manusia lebih khusus untuk pembangunan bangsa dan negara

13. Sumber - Sumber Sains

13.1. Sumber ilmu pengetahuan alam

13.1.1. 1. Menurut paradigma filsafat barat

13.1.2. 2. Menurut saintis Islam

13.1.2.1. Merupakan sumber pengetahuan yang terbuka luas bagi setiap manusia. Alam yang memiliki hukum yang pasti dan konstan akan membentuk pengetahuan manusia karena hukum alam itulah manusia secara bertahap dapat mengendalikan alam dan mengadakan perkembangan melalui eksperimen dan listrik secara berulang

13.1.2.1.1. A. Usia sebagai pengamat yang berfikir B. Reaksi antara manusia dan alam C. Sarana berpikir ilmiah

14. Proses Sains dan Kebenaran Ilmiiah

14.1. Pengertian pengetahuan sains : Sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena fenomena yang terjadi di alam

14.2. Teori-teori kebenaran ilmiah

14.2.1. 1. Teori Kebenaran korespondensi 2. Teori kebenaran koherensi 3. Teori kebenaran pragmatis 4. Teori kebenaran sintaksis 5. Teori kebenaran semantis 6. Teori kebenaran non deskripsi 7. Teori kebenaran logis yang berlebihan

14.3. Sifat kebenaran ilmiah

14.3.1. 1. Yang rasional-logis 2. Isi empiris 3. Dapat diterapkan

15. Produk Sains

15.1. Pengertian hipotesis hukum dan teori ilmiah

15.1.1. Hipotesis : atau teori yang diusulkan dan dapat diuji baik secara eksperimental atau observasional

15.1.2. Teori : hipotesis yang komprehensif atau set hipotesis yang telah divalidasi oleh pertemuan bukti dari berbagai sumber observasional dan eksperimental

15.1.3. Hukum : relasi empiris yang dapat diringkas dalam cara yang singkat baik secara lisan ataupun matematis dan telah divalidasi oleh eksperimen seperti hukum Newton tentang gerak

15.2. Teori-teori kebenaran

15.2.1. 1. Teori korespondensi : teori kebenaran yang didasarkan pada fakta objektif sebagai dasar kebenarannya

15.2.2. 2. Teori koherensi : Kemudian secara berulang-ulang pada teori korespondensi pada akhirnya akan melahirkan sebuah aksioma atau postulat yang pada umumnya berwujud sebagai kebenaran umum

15.2.3. 3. Teori Pragmatis : Merupakan dasar kebenarannya pada manfaat praktis dalam memecahkan persoalan kehidupan

15.2.4. 4. Teori Performatif : Bedakan antara ujaran konstatif dan ujaran performatif

15.3. PengAplikasian dalam masyarakat

15.3.1. 5. Teori konsensus : Merupakan bahwa ilmu pengetahuan berkembang melalui beberapa tahapan

15.4. Terbentuknya hukum ilmiah

15.4.1. 1. Bagaimana pola keteraturan alam 2. Bagaimana dinamika pada keteraturan itu

15.4.2. Sifat hukum alam

15.4.2.1. 1. Bersifat netral 2. Bersifat universal 3. Sifat lebih pasti

15.5. Teori dan hukum ilmiah

15.5.1. Teori ilmiah merupakan sebuah kumpulan pernyataan yang saling berhubungan dan didukung dengan baik yang menjelaskan berbagai pengamatan dan dapat digunakan untuk membuat prediksi yang dapat diuji

15.5.2. Hukum ilmiah adalah suatu pernyataan di dalam dunia ilmu pengetahuan yang berupa hipotesis yang sebelumnya telah didukung oleh percobaan-percobaan dan menyangkut teori-teori sebelumnya yang dapat mendukung teori dan hukum tersebut

16. New Topic