Toksisitas Akut & Antidotum

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Toksisitas Akut & Antidotum by Mind Map: Toksisitas Akut & Antidotum

1. Definisi

1.1. Racun

1.1.1. Zat yang dalam dosis kecil dapat membahayakan kesehatan

1.2. Keracunan

1.2.1. Adanya racun dalam tubuh sehingga menimbulkan gangguan kesehatan

2. Kapan timbul gejala?

2.1. Keracunan akut

2.1.1. Paparan jangka waktu singkat, efek akut

2.2. Keracunan kronis

2.2.1. Paparan jangka waktu lama, efek subletal

2.3. Keracunan campuran

2.3.1. Paparan jangka waktu lama, efek segera

2.3.2. Paparan jangka waktu singkat, efek subletal

3. Jenis racun

3.1. Toksisitas

3.1.1. Kuat

3.1.2. Sedang

3.1.3. Lemah

3.2. Sumber/bidang kegunaannya

3.2.1. Industri

3.2.2. Pertanian

3.2.3. Rumah Tangga

3.2.4. Medik

3.3. Organ sasaran utama

3.3.1. Hepatotoksin

3.3.2. Nefrotoksin

3.3.3. Neurotoksin

4. Penanganan keracunan akut

4.1. Suportif (menolong fungsi vital tubuh)

4.1.1. Airway

4.1.2. Breathing

4.1.3. Circulation

4.1.4. Disability

4.1.5. Environment

4.2. Spesifik (berdasarkan cara kerjanya)

4.2.1. Mencegah absorbsi lebih lanjut

4.2.1.1. Permukaan Tubuh (mata, kulit)

4.2.1.1.1. Guyur dengan air mengalir perlahan

4.2.1.1.2. Jauhkan dari sumber racun

4.2.1.2. GIT

4.2.1.2.1. Emesis/menginduksi muntah

4.2.1.2.2. Gastric Lavage/cuci lambung

4.2.1.2.3. Activated charcoal

4.2.1.2.4. Cathartics/menginduksi BAB

4.2.1.2.5. Whole bowel irrigation

4.2.1.2.6. Surgical removal

4.2.2. Mempercepat eksresi

4.2.2.1. Outside the body

4.2.2.1.1. Hemodialisis

4.2.2.1.2. Hemoperfusi

4.2.2.1.3. Hemofiltrasi

4.2.2.1.4. Transfusi tukar

4.2.2.1.5. Plasmapharesis

4.2.2.2. Inside the body

4.2.2.2.1. Forced diuresis (diberi minum air yang banyak untuk menginduksi BAK, infus)

4.2.2.2.2. Manipulasi pH

4.2.2.2.3. Multiple dose activated charcoal

4.2.3. Mengurangi efek/toksisitasnya secara farmakologik (dengan menteralkan racun atau antagonis kerja racun)

4.2.3.1. Physical antidote (mengikat racun sehingga absorbsi racun di saluran cerna terhambat)

4.2.3.1.1. Susu bubuk, air, putih telur

4.2.3.2. Peritoneal dialysis

4.2.3.3. Chemical antidote (mengikat racun sehingga tidak berefek/terhambat absorbsinya)

4.2.3.3.1. Dimecarpol/BAL, KMNO4

4.2.3.4. Physiological antidote (zat sebenarnya sudah ada dalam tubuh)

4.2.3.4.1. Atropin, Asetilsistein, Antikonvulsan, Antihistamin

4.3. Rehabilitasi (mengurangi/menghilangkan ketidakmampuan akibat gangguan yang timbul