PSIKOLOGI KONSELING

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
PSIKOLOGI KONSELING by Mind Map: PSIKOLOGI KONSELING

1. Keterampilan Interpersonal Konselor

1.1. Pengertian Keterampilan Interpersonal

1.2. Proses Keterampilan Interpersonal

1.2.1. Saling mengenal dan mempercayai

1.2.2. Saling berkomunikasi secara tepat dan jelas

1.2.3. Saling menerima dan mendukung

1.2.4. Menyelesaikan konflik dan masalah dalam berhubungan dengan orang lain secara konstruktif

1.3. Faktor-faktor Keterampilan Interpersonal

1.3.1. Keterbukaan

1.3.2. Membangun Kepercayaan

1.3.3. Komunikasi

1.3.4. Mendengarkan

1.4. Bentuk-bentuk Keterampilan Interpersonal

1.4.1. Menyimak

1.4.2. Berkomunikasi secara efektif

1.4.3. Empati

1.4.4. Problem solving

1.4.5. Leadership

2. Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

2.1. Komunikasi Verbal

2.1.1. Bahasa

2.1.2. Isi

2.1.3. Ownership of speech

2.1.4. Volume

2.1.5. Articulation

2.1.6. Pitch

2.1.7. Emphasis

2.1.8. Rate

2.2. Komunikasi Non-Verbal

2.2.1. Ekspresi wajah

2.2.2. Gaze

2.2.3. Kontak mata

2.2.4. Gesture

2.2.5. Postur

2.2.6. Kedekatan fisik

2.2.7. Pakaian

2.2.8. Cara berdandan

3. PENDEKATAN TEORI HUMANISTIK, INTERPERSONAL, DAN ETIKA KONSELOR

3.1. Pendekatan Teori Humanistik

3.1.1. Pengertian Teori Humanisme

3.1.2. Tokoh Teori Belajar Humanistik

3.1.2.1. Abraham Maslow

3.1.2.2. Carl R. Rogers

3.1.2.3. Arthur Combs

3.1.2.4. Aldous Huxley

3.1.2.5. David Mills dan Stanley Scher

3.1.3. Tujuan Pendekatan Humanistik

3.1.4. Ciri-ciri Psikologi Humanistik

3.1.5. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Teori Humanistik

3.2. Etika Konselor

3.2.1. Pengertian Etika

3.2.2. Etika Konselor

3.2.3. Macam-macam Etika

3.2.3.1. Etika Umum

3.2.3.2. Etika Khusus

3.2.3.2.1. Etika individual

3.2.3.2.2. Etika Sosial

3.2.4. Dimensi Etika dalam Bimbingan dan Konseling

3.2.5. Proses Hubungan Konseling

3.2.5.1. Unik-Umum

3.2.5.2. Objektif-Subjektif

3.2.5.3. Kognitif-Afektif

3.2.5.4. Ambiguitas-Clarity

3.2.5.5. Responsibilitas-Akuntabilitas

3.2.6. Karakter Konselor

3.2.6.1. Keseimbangan Teknis Pribadi

3.2.6.2. Kompetensi Intelektual

3.2.6.3. Spontanitas

3.2.6.4. Penerimaan dan Peduli

3.2.6.5. Memahami dan Empati

3.2.6.6. Hangat dan Interaksi Positif

3.2.6.7. Kongruen dan Transparansi

3.2.6.8. Fleksibel

4. PENDEKATAN TEORI PSIKOANALISIS

4.1. Teori Psikoanalisis

4.1.1. Definisi Teori Psikoanalisis

4.1.2. Struktur Kepribadian menurut Sigmund Freud

4.1.2.1. Id

4.1.2.2. Ego

4.1.2.3. Superego

4.2. Fase dalam Perkembangan Kepribadian

4.2.1. Fase Infatile

4.2.1.1. Fase Oral (0-1 tahun)

4.2.1.2. Fase Anal (1-3 tahun)

4.2.1.3. Fase Falik (3-5 tahun)

4.2.2. Fase Laten (5-12 tahun)

4.2.3. Fase Genital (12 tahun-dewasa)

4.3. Tujuan Pendekatan Teori Psikoanalisis

4.4. Teknik-teknik Konseling Psikoanalisis

4.4.1. Teknik Analisis Kepribadian (Case Histories)

4.4.2. Asosiasi Bebas

4.4.3. Analisis Mimpi

4.4.4. Analisis Resistensi

4.4.5. Analisis Transferensi

4.4.6. Interpretasi

4.5. Implikasi Teori Psikoanalisis dalam Pendidikan

4.5.1. Konsep Kecemasan

4.5.2. Proses Pendidikan Berbasis Kecerdasan Majemuk

4.5.3. Konsep Psikoanalisis: manusia merupakan makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan dasar

4.5.4. Agresivitas Siswa

4.5.5. Pendidikan Inklusif

4.5.6. Penciptaan Kreativitas Peserta Didik

5. TINGKAH LAKU MEMPERHATIKAN

5.1. Definisi Keterampilan Komunikasi dalam Konseling

5.1.1. Pengertian Komunikasi

5.1.2. Pengertian Konseling

5.1.3. Pengertian Komunikasi dalam Konseling

5.2. Keterampilan-keterampilan Komunikasi dalam Konseling

5.2.1. Pembukaan

5.2.2. Penerimaan

5.2.3. Pengulangan pernyataan

5.2.4. Mendengarkan

5.2.5. Mengamati

5.2.6. Menanggapi

5.2.7. Klarifikasi

5.2.8. Pemantulan perasaan

5.2.9. Pemantulan makna

5.2.10. Pemusatan

5.2.11. Penstrukturan

5.2.12. Pengarahan

5.2.13. Penguatan

5.2.14. Nasehat

5.2.15. Penolakan

5.2.16. Ringkasan

5.2.17. Konfrontasi

5.2.18. Penghentian

5.2.19. Mempengaruhi

5.3. Komunikasi sebagai Landasan Keterampilan Konseling

5.4. Teknik-teknik Keterampilan Komunikasi Konseling

5.4.1. Teknik Komunikasi Informatif

5.4.2. Teknik Komunikasi Persuasif

5.4.3. Teknik Komunikasi Pervasif

5.4.4. Teknik Komunikasi Koersif

5.4.5. Teknik Komunikasi Instruktif

5.4.6. Teknik Hubungan Manusiawi (Human Relations)

6. PENGERTIAN DAN KERANGKA ANALISIS PSIKOLOGI KONSELING

6.1. Pengertian

6.1.1. Pengertian Psikologi

6.1.2. Pengertian Konseling

6.1.3. Pengertian Psikologi Konseling

6.2. Kerangka Analisis Psikologi Konseling

6.2.1. Metode-metode Pengembangan Psikologi Konseling

6.2.1.1. Metode Longitudinal

6.2.1.2. Metode Cross-sectional

6.2.1.2.1. Metode Introspeksi

6.2.1.2.2. Metode Ekstrospeksi

6.2.1.2.3. Metode Kuesioner

6.2.1.2.4. Metode Interview

6.2.1.2.5. Metode Dokumentasi

6.2.1.2.6. Metode Sosiometri

6.2.1.2.7. Metode Biografi

6.2.1.2.8. Metode Kelompok

6.2.1.2.9. Metode Tes

6.2.2. Pendekatan dalam Bimbingan Konseling

6.2.2.1. Pendekatan Psikoanalisis

6.2.2.2. Pendekatan Humanistis

6.2.2.3. Pendekatan Rasional Emotif Behavior Therapy (REBT)

6.2.2.4. Pendekatan Behavioral

6.2.2.5. Pendekatan Terapi Realistic

6.2.2.6. Pendekatan Gestalt

6.2.2.7. Pendekatan Analisis Transaksional

7. PENDEKATAN TEORI BEHAVIORISTIK

7.1. Hakikat Pendekatan Teori Behavioristik

7.2. Tujuan Pendekatan Teori Behavioristik

7.3. Teknik-teknik Konseling Behavioristik

7.3.1. Teknik Tingkah Laku Umum

7.3.1.1. Skedul Penguatan

7.3.1.2. Shaping

7.3.1.3. Ekstingsi

7.3.2. Teknik-teknik Spesifik

7.3.2.1. Desensitisasi Sistematik

7.3.2.2. Latihan Asertif

7.3.2.3. Terapi Aversi

7.3.2.4. Pengondisian Operan

7.3.2.5. Penguatan Positif

7.3.2.6. Pencontohan

7.3.2.7. Token Economy

7.3.3. Langkah-langkah Konseling Behavior

7.3.3.1. Melakukan asesmen (assessment)

7.3.3.2. Menentukan tujuan (goal setting)

7.3.3.3. Mengimplementasikan teknik (technique implementation)

7.3.3.4. Evaluasi dan mengakhiri konseling (evaluation termination)