Arsitektur Sistem Memori

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Arsitektur Sistem Memori by Mind Map: Arsitektur Sistem Memori

1. TEKNOLOGI DAN BIAYA SISTEM MEMORI

1.1. Memori Magnetic Core (tahun 1960)

1.1.1. terbuat dari elemen besi yang berbentuk donat yang disebut magnetic core (inti magnetis)

1.1.2. dapat di susun dengan sirkuit lain untuk menjadi memori banks(bank memori)

1.2. Memori Solid State

1.2.1. CPU yang diproduksi masal untuk tujuan komersil

1.2.2. CPU nya menggunakan teknologi vacuum tube (tabung hampa udara)

1.2.3. menjalankan aritmatika decimal.

1.2.4. Memori utamanya 1000 word (setiap word besarnya 60 bit dan menyimpan 12 karakter 5 bit)

2. ORGANISASI MEMORI

2.1. Berguna untuk meningkatkan kecepatan pengaksesan system penyimpanan yang besar.

2.2. Jenis organisasi Memori

2.2.1. Interleave High Order

2.2.1.1. Setiap penyimpanan berisi blok alamat yang berurutan.

2.2.1.2. menggunakan bank memori yang berbeda untuk program dan datanya

2.2.2. Interleave Low Order

2.2.2.1. Alamat yang berurutan berada dalam bank yang terpisah

2.2.2.2. setiap peralatan perlu mengakses semua bank saaat menjalankan program atau mentransfer data.

2.2.2.3. Banyak komputer berkinerja tinggi menggunakan Inteleave Low Order

3. JENIS MEMORI

3.1. Memory Read Only (ROM)

3.1.1. Peralatan memori yang dapat dibaca namun tidak dapat ditulis oleh CPU

3.1.2. PROM (Programming Read Only Memory)

3.1.2.1. ROM yang diprogram oleh pabrik pembuatnya

3.1.2.2. kita tidak bisa mengubah isinya

3.1.3. EPROM (Erasable PROM)

3.1.3.1. ROM yang dapat dihapus dengan menggunakan sinar ultraviolet

3.1.3.2. setelah itu dapat deprogram kembali

3.1.4. EAROM(Electrically Alterable ROM)

3.1.4.1. ROM yang dapat deprogram oleh computer dengan menggunakan operasi arus tinggi

3.1.4.2. digunakan untuk menyimpan informasi yang jarang sekali berubah

3.2. Memory Read / Write

3.2.1. Sifat Fisik

3.2.1.1. Statis lawan dinamis

3.2.1.1.1. Static RAM (SRAM)

3.2.1.1.2. Dynamic RAM (DRAM)

3.2.1.2. Volatil lawan Non-Volatil

3.2.1.2.1. Memori Volatile

3.2.1.2.2. Memori Non Volatile

3.2.1.3. Read Destruktif lawan Read Non-Destruktif

3.2.1.3.1. Memori Read Destruktif

3.2.1.3.2. Memori Read Non-Destruktif

3.2.1.4. Removable lawan Permanen

3.2.1.4.1. Memori Removable

3.2.1.4.2. Memori Non Removable

3.2.2. Organisasi Logis

3.2.2.1. Teralamatkan (addressed)

3.2.2.1.1. Menggunakan alamat untuk menentukan sel yang dibaca dan ditulis.

3.2.2.2. Asosiatif

3.2.2.2.1. Menggunakan isi dari bagian word untuk menentukan sel yang dibaca atau ditulis

3.2.2.3. Akses Urut

3.2.2.3.1. Menggunakan pita magnetis untuk mengakses data secara urut.

3.2.3. Memori Archival

3.2.3.1. Memori non volatile

3.2.3.1.1. dapat menyimpan banyak data

3.2.3.1.2. biaya penyimpanan yang sangat murah

3.2.3.1.3. dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama

3.2.3.2. Disk Optis

3.2.3.2.1. menyimpan data dengan mengubah secara internal sifat reflektif dari

3.2.3.2.2. bidang kecil yang ada pada disk dan membaca data dengan cara mendeteksi

3.2.3.2.3. secara visual yang telah diubah

3.2.3.3. WORM Memori (Word Once Read Many Times)

4. MEMORI CACHE

4.1. Buffer berkecepatan tinggi yang digunakan untuk menyimpan data yang diakses

4.2. waktu akses memori cache lebih cepat 5 – 10 kali dibandingkan memori utama

4.3. Kegunaan Memori Cache

4.3.1. Program cenderung menjalankan instruksi yang berurutan

4.3.2. Program biasanya mempunyai simpul untuk tempat menjalankan kelompok instruksi

4.3.3. Compiler menyimpan array dalam blok lokasi memori yang bersebelahan.

4.3.4. Compiler biasanya menempatkan item data yang tidak berhubungan didalam segmen data.

4.4. Jenis entry Cache

4.4.1. Memori Cache

4.4.1.1. SRAM berkecepatan tinggi

4.4.1.2. data yang disimpan merupakan kopi dari data memori utama

4.4.2. Address Tag (Tag Alamat

4.4.2.1. Menunjukan alamat fisik data yang ada dalam memori utama

4.5. Sub system cache

4.5.1. Tag Subsystem

4.5.1.1. Menyimpan alamat dan menentukan apakah sesuai dengan data yang diminta

4.5.2. Memory subsistem

4.5.2.1. Menyimpan dan mengantarkan data

4.6. Teknik Pemetaan cache

4.6.1. Cache Asosiatif

4.6.1.1. Disebut juga Fully Associative Cache.

4.6.1.2. Menyimpan tagnya di dalam memori asosiatif atau memori yang ekuivalen secara fungsional

4.6.1.3. Cache dapat menempatkan sembarang jalur refill selama akses memori

4.6.1.4. Membandingkan alamat yang ada dengan semua alamat yang disimpan

4.6.2. Direct Mapped Cache

4.6.2.1. Membagi memory utama menjadi K kolom dengan N refill line per kolomnya

4.6.3. Set Cache Asosiatif

4.6.3.1. Mengkombinasikan organisasi asosiatif dan direct (langsung)

4.6.3.2. Mengorganisir memori utama dan memorinya sendiri menjadi kolom jalur refil N

4.6.4. Sector Mapped Cache

4.6.4.1. Merupakan modifikasi dari cache asosiatif

4.6.4.2. Jalur refill memori utama dan cache dikelompokan menjadi sector (row)

5. MEMORI VIRTUAL

5.1. Paging

5.1.1. teknik yang berorientasi hardware untuk mengelola memori fisik

5.1.2. digunakan agar program besar dapat berjalan pada komputer yang mempunyai fisik kecil.

5.1.3. Hardware memori virtual membagi alamat logis yaitu

5.1.3.1. page number

5.1.3.2. word offset.

5.1.4. Membagi alamat logis dan memori menjadi page yang berukuran tertentu.

5.2. Segmentasi

5.2.1. teknik yang berorientasi pada struktur logis dari suatu program.

5.2.2. Membagi alamat logis dan memori menjadi page yang ukuran berubahubah.

5.2.3. Data segmen