PENDEKATAN CLIENT CENTERED

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
PENDEKATAN CLIENT CENTERED by Mind Map: PENDEKATAN CLIENT CENTERED

1. Carl Rogres

1.1. Lahir Januari 1901 di Oak Park

1.2. Anak ke-4 dari 6 bersaudara dari pasangan Walter dan Julia

1.3. Menempuh pendidikan Psikologi Klinis di Columbia University dan menerima gelar Phd di tahun 1931

1.4. Menulis buku "Counseling and Pshycotherapy" pada tahun 1942

1.5. Turut mendirikan pusat koneling di Chicago pd tahun 1945

2. Awalnya dinamakan NONDIRECTIVE CONSELING

2.1. Tahun 1951 diganti menjadi CLIENT-CENTERED

2.1.1. Dikembangkan kembali menjadi PERSON-CENTERED

3. Pandangan tentang manusia

3.1. Memiliki worth dan dignity dalam diri sehingga ia layak mendapatkan penghargaan (respect).

3.2. Memiliki kapasitas dan hal untuk mengatur dirinya sendiri dan mendapat kesempatan dan membuat penilaian yang bijaksana.

3.3. Dapat memilih nilainya sendiri.

3.4. Dapat belajar untuk bertanggung jawab secara konstruktif.

3.5. Memiliki kapasitas untk mengatasi perasaan, pikiran dan tingkah lakunya.

3.6. Memiliki potensi untuk berubah secara konstruktif dan dapat berkembang kearah hidup yang penuh dan memuaskan dengan kata lain aktualisasi diri.

4. Konsep Dasar

4.1. Setiap orang memiliki kapasitas untuk memahami keadaan yang menyebabkan ketidakbahagiaan dan mengatur kembali kehidupanya menjadi lebih baik.

4.2. Kemampuan seseorang untuk menghadapi keadaan ini dapat terjadi dan ditingkatkan jika konselor menciptakan kehangatan, penerimaan dan dapat memahami relasi (proses konseling) yang sedang dibangun.

5. Konsep Kepribadian

5.1. Organism

5.2. Phenomenal Field

5.3. Self

6. Tujuan utama konseling ini adalah pencapaian kemandirian dan integrasi diri

7. Peran Konselor

7.1. Sikap yang selaras dan keaslian (congruence or genuineness).

7.2. Penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard and acceptance)

7.2.1. Unconditional positive :Konselor dapat berkomunikasi dengan konseli secara mendalam dan jujur sebagai pribadi,

7.2.2. – Acceptance : penghargaan spontan terhadap konseli, dan menerimanya sebagai individu yang berbeda dengan konselor

7.3. Pemahaman yang empatik dan akurat (accurate empathic undertanding).

8. Teknik-Teknik Konseling

8.1. Mendengar aktif (active listening)

8.2. Mengulang kembali (restating)

8.3. Memperjelas (clarifying)

8.4. Menyimpulkan (summarizing)

8.5. Bertanya (questioning)

8.6. Menginterpretasi (interpreting)

8.7. Mengkonfrontasi (confronting)

8.8. Merefleksi perasaan (reflecting feelings)

8.9. Memberikan dudukan (supporting)

8.10. Berempati (empathizing)

8.11. Menfasilitasi (facilitating)

8.12. Memulai (initiating)

8.13. Menentukan tujuan (setting goals)

8.14. Mengevaluasi (evaluating)

8.15. Memberikan umpan balik (giving feedback)

8.16. Menjaga (protecting)

8.17. Mendekatkan diri (disclosing self)

8.18. Mencontoh model (modeling)

8.19. Mengakhiri (terminating)