Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Surveilans Gizi by Mind Map: Surveilans Gizi

1. Pengertian

1.1. Menurut PMK No. 14 Tahun 2019 Surveilans Gizi adalah kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap masalah gizi masyarakat dan indikator pembinaan gizi.

1.2. Menurut Zulfianto dan Rachmat (2017) Proses pengamatan masalah program gizi dengan meliputi : pengumpulan, pengolahan, analisis dan pengkajian data secara sistematis serta penyebarluasan informasi untuk pengambilan tindakan sebagai respons segera dan terencana.

2. Tujuan

2.1. Secara Umum, Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsum makanan, perbaikan prilaku dasar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologo

2.2. Untuk pelaksaanaan Teknis Survilans Gizi ini bertujuan : 1. Memberikan Acuan bagi Pemerintah Pusat dan Daerah termasuk Pengelola Program Gizi dalam mendukung program perbaikan gizi 2. Memberikan Acuan teknis pelaksanaan Surveilans Gizi 3. Memberikan Acuan penilaian kinerja program gizi 4. Memberikan Acuan monitoring dan Evaluasi dalam pelaksanaan Program Gizi

3. Prinsip Dasar

3.1. 1. Terjadi Proses Analisis atau Kajian Data 2. Adanya Proses Penyebarluasan informasi, umpan balik, dan pelapuran 3. Adanya tindak lanjut sebagai respon terhadap perkembangan informasi 4. Tersedianya Informasi yang sistematis dan terus menerus 5. Tersedianya data yang akurat dan tepat waktu

4. Ruang Lingkup

4.1. Surveilans Gizi melingkupi Pengumpulan data sebagai dasar pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, perencenaan kegiatan, dan evaluasi hasil kegaiatan

5. Sasaran

5.1. 1. Pemerintah Pusat dan Daerah 2. Tenaga Kesehatan 3. Pengelola Program Gizi di dinas kesehatan daerah kabupaten/kota, dinas kesehatan daerah provinsi, dan kementerian yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan; dan 4. Pemangku kepentingan/pembuat kebijakan.

6. Sejarah

6.1. Awalnya dikembangkan untuk memperediksi situasi pangan dan gizi secara teratur dan terus-menerus sehingga setiap perubahan situasi dapat dideteksi lebih awan untuk segera diberikan pencegahan

6.2. Periode 1986 - 199 dikembangkannya SIDI (Sistem Isyarat Dini untuk Intervensi) di beberapa provinsi.

6.3. Peiode 1990 - 1997 Dikembangkannya SKPG (Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi) dikarenakan Masalah gizi terjadi setiap saat tidak hanya karena kegagalan produksi pertanian. yang kegiatannya meliputi; SIDI, Pemantauan Status Gizi, dan Jejaring Informasi Pangan dan Gizi.

6.4. Pada 1998 Terjadi upaya Revitalisasi sehingga SKPG meliputi: (1) pemetaan situasi pangan dan gizi tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional, (2) memperkirakan situasi pangan dan gizi di tingkat kecamatan, (3) pemantauan status gizi kelompok rentan serta kegiatan Pemantauan Status Gizi (PSG) dan Pemantauan Konsumsi Gizi (PKG), dan (4) Surveilans Gizi Buruk.

7. Manfaat

7.1. 1. Surveilans Gizi dapat memberi informasi keadaan gizi masyarakat secara cepat, tepat, akurat, teratur, dan berkelanjutan 2. Dapat Memberikan informasi dari pencapaian kinerja dalam rangka pengambilan tindakan segera, perencanaan jangka pendek dan menengah serta perumusan kebijakan baik di kota maupun pusat 3. Untuk mengevaluasi pencapaian kinerja perbaikan gizi masyarakat