Subjektivitas Orang Tua Anak dalam Berinteraksi dengan Dokter Anak

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Subjektivitas Orang Tua Anak dalam Berinteraksi dengan Dokter Anak by Mind Map: Subjektivitas Orang Tua Anak dalam Berinteraksi dengan Dokter Anak

1. menerima perlakuan yang diberikan dokter

2. Merupakan implementasi manifestasi power dari diri informan yang terbentuk serta terkumpul dari cuplikan akses kebutuhan, keinginan, dan pengetahuan informan.

3. Dari dokter, apabila terjadi interaksi antara dokter dengan informan yang tidak berjarak, dan memungkinkan untuk menghasilkan bentuk resistensi yang tidak langsung atau tertunda (passive resistence).

4. Dengan tujuan untuk memperoleh dan mengkontrol praktik medis yang memenuhi harapan, secara tidak langsung informan menggunakan power atau relasi mereka.

5. Informan yang menunjukkan mereka tidak resisten

6. Informan yang menyatakan resisten

6.1. tidak mengikuti saran dokter

6.2. menyatakan penolakan secara langsung (memberikan argumen)

6.3. beralih ke dokter yang lain

7. Resisten adalah sikap untuk berperilaku bertahan, berusaha melawan, menentang atau upaya oposisi

8. Orangtua anak memiliki kuasa dan mampu menggunakannya dengan cara tersendiri ketika berinteraksi dengan dokter

8.1. 2 sumber yang dibentuk oleh relasi power

8.1.1. Eksternal

8.1.2. Internal

9. kepercayaan yang menjadi syarat dalam hubungan serta menghasilkan keberhasilan interaksi

10. Dokter dan informan sama-sama memiliki dan mengaplikasikan power dan relasinya menjadi latar belakang mereka.

10.1. Interaksi power yang terjadi antara informan dan dokter, tidak lepas dari konstruksi masif power yang kemudian membentuk order of things (Foucault, 1980)

10.2. Di kehidupan power saling berimplikasi dan terdifusi ke realitas

10.3. Power dan power relasi tidak hanya bersifat represif, tetapi juga produktif dan motivatif