Perkembangan peserta didik berdasarkan Teori Ekologi Brofenbrenner dan Teori Life-Span Erikson Te...

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Perkembangan peserta didik berdasarkan Teori Ekologi Brofenbrenner dan Teori Life-Span Erikson Teori Life-Span Erikson by Mind Map: Perkembangan peserta didik berdasarkan Teori Ekologi Brofenbrenner dan Teori Life-Span Erikson Teori Life-Span Erikson

1. Nama: Waldi Tandi Datu

2. Teori Life-Span Erikson

2.1. Teori perkembangan rentang hidup (life-span) adalah teori tentang perkembangan seseorang melalui tahapan. Teori ini dikemukakan oleh Erik Erikson (1902-1994).

2.1.1. Menurut teori Erikson, ada delapan tahap perkembangan yang akan dilalui oleh orang di sepanjang rentang kehidupannya, yaitu:

2.1.1.1. 1. Kepercayaan versus ketidakpercayaan.

2.1.1.2. 2. Otonomi versus ragu dan malu

2.1.1.3. 3. Inisiatif versus rasa bersalah

2.1.1.4. 4. Upaya versus inferioritas

2.1.1.5. 5. Identitas versus kebingungan

2.1.1.6. 6. Intimasi versus isolasi

2.1.1.7. 7. Generativitas versus stagnasi

2.1.1.8. 8. Integritas versus putus asa

3. Teori Ekologi Perkembangan Brofenbenner Satu hal yang terpenting dalam teori ekologi perkembangan Brofenbenner adalah bahwa pengkajian perkembangan anak dari subsistem manapun, harus berpusat pada anak, artinya pengalaman hidup anak yang dianggap menjadi penggerak utama bagi perkembangan karakter dan habitnya di kemudian hari. Masing-masing subsistem dalam teori Brefenbrenner. Dapat di uraikan sebagai berikut :

3.1. Mikrosistem

3.1.1. Mikrosistem merupakan lingkungan yang paling dekat dengan pribadi peserta didik yaitu meliputi keluarga, guru, individu, teman-teman sebaya, sekolah, lingkungan tempat tinggal, dan hal-hal lain yang sehari-hari ditemui oleh peserta didik.

3.2. Mesosistrm

3.2.1. Mesosistem mencakup interaksi di antara mikrosistem di mana masalah yang terjadi dalam sebuah mikrosistem akan berpengaruh pada kondisi mikrosistem yang lain. Misalnya hubungan antara pengalaman keluarga dengan pengalaman sekolah, pengalaman sekolah dengan pengalaman keagamaan, dan pengalaman keluarga dengan pengalaman teman sebaya, serta hubungan keluarga dengan tetangga.

3.3. Ekosistem

3.3.1. Eksosistem adalah sistem sosial yang lebih besar di mana anak tidak terlibat interaksi secara langsung, akan tetapi dapat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Sebagai contoh, jam kerja orangtua bertambah yang menyebabkan peserta didik kehilangan interaksi dengan orangtuanya sehingga kurangnya keterlibatan orangtua dalam pola asuh tersebut tentunya mempengaruhi perkembangan anak.

3.4. Makrosistem

3.4.1. Makrosistem adalah sistem lapisan terluar dari lingkungan anak. Subsistem makrosistem terdiri dari ideologi negara, pemerintah, tradisi, agama, hukum, adat istiadat, budaya, nilai masyarakat secara umum, dan lain sebagainya, di mana individu berada.

3.5. Kronosistem

3.5.1. Kronosistem mencakup pengaruh lingkungan dari waktu ke waktu beserta caranya mempengaruhi perkembangan dan perilaku. Contohnya seperti perkembangan teknologi dengan produk-produk turunannya, seperti internet dan gadget, membuat peserta didik mahir, nyaman, dan terbiasa menggunakannya untuk pendidikan maupun hiburan.

4. Nim: 2020002045

5. Kelas 1A