Get Started. It's Free
or sign up with your email address
ATOM by Mind Map: ATOM

1. SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI ATOM

1.1. Perkembangan teori atom dilakukan untuk menyempurnakan teori sebelumnya. Pada tahun 1800 mulai ditemukan beberapa penemuan yang terkait dengan teori atom yang baru. Terdapat beberapa perkembangan yang berhubungan dengan teori ini, salah satunya adalah teori ini dikembangkan oleh beberapa tokoh yang berbeda.

1.1.1. TEORI ATOM JOHN DALTON

1.1.1.1. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum Lavoisier atau hukum kekekalan massa dan hukum Proust atau hukum susunan tetap.

1.1.1.1.1. Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi

1.1.2. TEORI ATOM THOMSON

1.1.2.1. Pada tahun 1897, Thomson menemukan partikel yang bermuatan negatif dan disebut dengan elektron. Elektron merupakan penemuan yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan teori atom sebelumnya.

1.1.2.1.1. Atom merupakan sebuah bola kecil bermuatan positif & di permukaannya tersebar elektron bermuatan negatif

1.1.3. TEORI ATOM RUTHERFORD

1.1.3.1. Teori yang ditemukan oleh Rutherford berasal dari eksperimen penembakan inti atom lempengan emas dengan partikel alfa (sebuah partikel dengan massa empat kali massa atom hidrogen dan muatan positif sebesar dua kali muatan elektron). Eksperimen ini dinamakan Geiger-Marsden.

1.1.3.1.1. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif merupakan pusat massa Inti atom dikelilingi elektron yang bergerak dalam ruang hampa

1.1.4. TEORI ATOM BOHR

1.1.4.1. Teori atom Bohr berawal dari kelemahan teori atom Rutherford. Kelemahan itu adalah lintasan elektron yang disampaikan Rutherford belum sempurna untuk menjelaskan struktur suatu atom karena dianggap bertentangan dengan teori elektrodinamika klasik Maxwell.

1.1.4.1.1. Atom terdiri atas inti bermuatan positif Elektron bergerak mengelilingi inti dalam lintasan tertentu

1.1.5. TEORI ATOM MEKANIKA GELOMBANG

1.1.5.1. Alasan teori mekanika kuantum dikembangkan adalah untuk menyempurnakan teori atom Bohr. Teori mekanika kuantum disempurnakan oleh Erwin Schrödinger yang merupakan fisikawan dari Austria dan peraih Nobel Fisika pada tahun 1933

1.1.5.1.1. Menurut teori kuantum, atom memiliki dualism sifat sebagai materi dan gelombang

2. STRUKTUR DASAR ATOM

2.1. PROTON

2.1.1. oBermuatan posistif oMassa = 1,673 x10-24 oRelatif +1 oColumb +1,6x10-19 oDitemukan oleh Eugine Goldstein

2.2. ELEKTRON

2.2.1. oBermuatan Negatif oMassa= 9,11 x 10-28 gram oRelatif -1,6x10-19 oDitemukan oleh john dalton

2.3. NEUTRON

2.3.1. oTidak bermuatan oMassa 1,675x 10-24 oRelatif 0 oColumb 0 oDitemukan oleh rutherford

3. SISTEM PERIODIK UNSUR

3.1. JARI JARI ATOM

3.1.1. Jari-jari atom semakin besar dari atas ke bawah dalam suatu golongan unsur terdapat kulityang bertambah. Jari-jari atom semakin kecil dari kiri ke kanan dalam suatu periode karena intim atom mengandung proton yang lebih banyak.

3.2. JARI JARI ION

3.2.1. Kation

3.2.1.1. - Jari-jari kation lebih kecil dari atom netralnya. - Untuk unsur golongan utama elektron pada kulit luar terlepas. Ion bermuatan positif dapat juga mengikat elektron yang tersisalebih kuat ke inti antom sehingga ukura kation lebih kecil.

3.2.2. Anion

3.2.2.1. Jari-jari anion lebih besar dari pada atom netralnya. - Penambahan electron akan meningkatkan gaya tolak antara electron sehingga ion membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengikat electron pada kulit yang sama menimbulkan pengembangan kulit terluar.

3.3. ENERGY IONISASI

3.3.1. - Energy ionisasi pertama energy yang di butuhkan untuk melepaskan suatu electron dari suatu atom dalam fas gas. - Menunjukkan kemudahan untuk suatu kation.

3.4. AFINITAS ELECTRON

3.4.1. Aturan (n+l) Tingkat energy orbital ditemukan oleh n dan atau shg orbital menurut kenaikan tingkat energinya tergantung pd nilai (n+l). - Semakin besar nilainya makin besar tingkat energinya. - Jika nilainya sama maka n mempunyai nilai energy yang lebih rendah.

3.5. LARANGAN PAULI

3.5.1. Setiap electron mpy bilangan kuantum utama yang nilainya beragam bilangan ini berguna untuk membedakan tingkat energinya seperti pada orbital s, px, py, dxy,....... karena masing-masing dapat diisi 2 elektron.

3.6. ATURAN HUND

3.6.1. Pengisian electron pd orbital p (3 buah), d (5 buah) dan f (7 buah) menimbulkan masalah jika mengandung dua electron atau lebih.

4. ELEKTRON VALENSI

4.1. ATURAN (n+l)

4.1.1. Tingkat energi orbital ditentukan oleh n dan atau shg urutan orbital menurut kenaikan tingkat energinya tergantung pada nilai (n+l).

4.1.2. Semakin besar nilainya, makin besar tingkat energinya.

4.1.3. Jika nilainya sama maka n mempunyai energi yang lebih rendah.

4.2. LARANGAN PAULI

4.2.1. • Orbital s maksimal terisi 2 elektron • Orbital p maksimal terisi 6 elektron • Orbital d maksimal terisi 10 elektron • Orbital f maksimal terisi 14 elektron

4.3. ATURAN HUND

4.3.1. Pengisian elektron pada orbital p (3 buah), d (5buah), dan f (7 buah) menimbulkan masalah jika mengandung dua elektron atau lebih.

4.3.2. Pengisian orbital yang mempunyai energi sama (p, d, dan f) harus sedemikian rupa sehingga elektron sebanyak mungkin tidak berpasangan atau menyendiri.

4.3.3. Jika dua elektron atau lebih tidak berpasangan maka energi terendah adalah bila semua spinnya sejajar atau searah.