1. skala
1.1. mikro
1.1.1. contoh = *Konflik Antar Individu * Perselisihan antara dua teman mengenai masalah pribadi, seperti kesalahpahaman atau pengkhianatan. contoh ini menunjukkan bagaimana konflik skala mikro sering kali terjadi dalam interaksi sehari-hari dan dapat mempengaruhi hubungan interpersonal di tingkat yang lebih kecil.
1.2. makro
1.2.1. contoh = *Perang Antara Negara * Konflik bersenjata yang melibatkan dua atau lebih negara, seperti Perang Dunia I dan II, yang memengaruhi banyak negara dan populasi. contoh ini menunjukkan bagaimana konflik skala makro melibatkan isu-isu yang lebih luas dan memiliki dampak signifikan pada masyarakat dan hubungan internasional.
2. durasi
2.1. jangka panjang
2.1.1. contoh = *Konflik Israel-Palestina * Sudah berlangsung sejak pertengahan abad ke-20, melibatkan pertikaian territorial dan identitas nasional yang mendalam. contoh ini menunjukkan bagaimana konflik dapat bertahan dalam waktu yang lama, sering kali melibatkan berbagai faktor sejarah, politik, dan sosial.
2.2. jangka pendek
2.2.1. contoh = *Demonstrasi atau Protes * Aksi demonstrasi yang berlangsung selama beberapa hari atau minggu, seperti protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil. contoh ini menunjukkan bagaimana konflik jangka pendek biasanya bersifat sementara dan sering kali dapat diselesaikan dengan dialog atau mediasi yang cepat.
3. pihak yang berkonflik
3.1. antarmasyarakat
3.1.1. contoh= *Pemerintah dan Masyarakat Sipil* protes terhadap kebijakan pemerintah di negara-negara seperti Iran atau Venezuela, di mana warga menuntut perubahan sosial dan politik. *Pengusaha dan Masyarakat Adat * Konflik antara perusahaan tambang dan masyarakat adat yang berjuang untuk mempertahankan hak atas tanah dan lingkungan, seperti yang terjadi di Amazon.
3.2. intergrup
3.2.1. contoh = *Israel dan Palestina* Konflik antara kelompok Yahudi dan Palestina yang berkaitan dengan tanah, identitas, dan hak-hak nasional, yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
3.3. intrapersonal
3.3.1. contoh =*Kesehatan vs. Kebiasaan Buruk* Individu yang ingin menjalani gaya hidup sehat tetapi terjebak dalam kebiasaan merokok atau pola makan yang buruk, mengalami pertempuran antara tujuan kesehatan dan kebiasaan yang sulit diubah. Contoh ini menunjukkan bagaimana konflik intrapersonal dapat timbul dari pertempuran dalam pikiran, perasaan, dan nilai-nilai dalam diri seseorang
3.4. interpersonal
3.4.1. contoh = *Pemimpin dan Anggota Tim* Seorang manajer yang memiliki gaya kepemimpinan yang ketat berkonflik dengan anggota tim yang lebih suka pendekatan kolaboratif dan bebas, menyebabkan frustrasi di kedua belah pihak. Contoh ini menunjukkan bagaimana konflik interpersonal dapat muncul dalam berbagai konteks dan mempengaruhi hubungan antara individu.
3.5. internasional
3.5.1. contoh = *Israel dan Palestina * Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina mengenai klaim atas wilayah, identitas nasional, dan hak-hak sipil. contoh ini menunjukkan bagaimana konflik internasional dapat melibatkan berbagai isu, termasuk politik, ekonomi, dan keamanan.
4. konteks
4.1. ideologi
4.1.1. contoh = Dalam konteks konflik, ideologi sering kali menjadi pendorong utama. Misalnya, konflik di Timur Tengah sering kali berakar pada perbedaan ideologi agama dan nasionalisme.
4.2. politik
4.2.1. contoh = *Konflik di Timor Leste * Penjajahan Indonesia dan perjuangan untuk kemerdekaan melibatkan dinamika politik internal dan internasional, termasuk dukungan dari negara-negara lain dan organisasi internasional. Dari contoh ini menunjukkan bagaimana faktor politik, baik lokal maupun global, memengaruhi dan memperburuk konflik.
4.3. organisasi
4.3.1. contoh = *Perbedaan Pendapat * Dalam rapat tim, anggota memiliki pandangan yang berbeda mengenai strategi pemasaran yang harus diambil. Ketidaksepakatan ini dapat memicu perdebatan yang merugikan suasana kerja.
4.4. budaya
4.4.1. contoh = *Perang Saudara di Yugoslavia* Perpecahan antara berbagai kelompok etnis, seperti Serbia, Kroasia, dan Bosnia, dipicu oleh faktor budaya yang mendalam, termasuk sejarah, bahasa, dan tradisi.
4.5. Ekonomi
4.5.1. contoh = *Krisis Ekonomi* Selama resesi, perusahaan mungkin melakukan pemotongan anggaran atau PHK, yang dapat menyebabkan ketegangan antara manajemen dan karyawan yang kehilangan pekerjaan atau merasa terancam.
5. intensitas
5.1. cepat
5.1.1. contoh = Contoh intensitas cepat dalam konflik bisa dilihat dalam situasi protes yang berubah menjadi kerusuhan. Misalnya, demonstrasi damai yang tiba-tiba menjadi kekerasan karena tindakan provokatif dari pihak tertentu, seperti penangkapan tokoh penting atau penggunaan kekuatan oleh aparat.
5.2. lambat
5.2.1. contoh = contoh intensitas lambat dalam konflik adalah perselisihan antara dua negara yang berlangsung bertahun-tahun tanpa kekerasan langsung, seperti sengketa wilayah yang terus-menerus dinegosiasikan tanpa solusi definitif.
6. Penggunaan kekerasan
6.1. penggunaan senjata
6.1.1. contoh = Contoh penggunaan kekerasan bersenjata kecil dalam konflik dapat dilihat dalam perang saudara di Libya, di mana berbagai kelompok bersenjata menggunakan senjata ringan untuk merebut wilayah.
6.2. peperangan
6.2.1. contoh = perang dunia ke II, perang saudara di amerika dan lain lain
6.3. tanpa kekerasan
6.3.1. contoh = seperti protes damai, pemogokan, boikot dan lain lain
6.4. bersenjata besar
6.4.1. contoh = Perang Dunia II Penggunaan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dengan Jepang, yang mengakibatkan kematian massal dan kehancuran besar.
7. Motivasi/kebutuhan
7.1. sumber daya
7.1.1. contoh = seperti Pertempuran untuk menguasai sumber daya alam, seperti minyak, mineral, atau lahan subur, sering menjadi penyebab utama konflik. Misalnya, konflik di Timur Tengah sering kali dipicu oleh perebutan akses ke ladang minyak.
7.2. kebutuhan sosial ( status, peran, kekuatan )
7.2.1. contoh = Dalam politik, partai politik atau kelompok yang merasa kehilangan kekuasaan mungkin berusaha untuk merebut kembali kontrol, seperti yang terjadi selama Arab Spring. Gerakan massa menuntut kekuasaan politik sering kali dipicu oleh ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang ada.
7.3. kultural/spiritual ( nilai, pemikiran, prinsip )
7.3.1. contoh = Pewarisan Budaya Konflik di Myanmar antara pemerintah dan kelompok etnis Rohingya menunjukkan bagaimana nilai-nilai budaya dan prinsip identitas dapat memicu diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok yang dianggap berbeda. Contoh-contoh ini menyoroti bagaimana nilai, pemikiran, dan prinsip kultural atau spiritual dapat berkontribusi pada munculnya dan eskalasi konflik
8. Dampak
8.1. Destruktif
8.1.1. contoh = Konflik bersenjata seperti Perang Sipil di Suriah mengakibatkan ratusan ribu kematian dan cedera, serta hilangnya banyak jiwa. dan Konflik di Ukraina yang telah memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka, menciptakan krisis pengungsi yang besar.
8.2. konstruktif
8.2.1. contoh =Pembangunan Komunitas, Dalam konflik, individu dan kelompok dapat bersatu untuk memperjuangkan tujuan bersama, memperkuat solidaritas dan rasa komunitas, seperti yang terlihat dalam gerakan protes.
9. Menampilkan
9.1. manifes
9.1.1. contoh = *Protes Publik * Demonstrasi yang jelas dan terorganisir, seperti aksi protes menentang kebijakan pemerintah, di mana peserta secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan mereka. contoh ini menunjukkan bagaimana manifestasi dari konflik dapat dilihat melalui tindakan yang nyata dan dapat diobservasi, yang mencerminkan perbedaan pandangan atau kepentingan antara pihak-pihak yang terlibat.
9.2. laten
9.2.1. contoh = *Ketegangan Emosional * Dalam sebuah tim kerja, anggota mungkin merasa tidak puas tetapi tidak mengungkapkan perasaan tersebut secara langsung, contoh ini menunjukkan bagaimana ketidakpuasan atau konflik dapat ada secara tersembunyi tanpa ekspresi langsung, sering kali menunggu untuk muncul dalam bentuk yang lebih jelas.