Kepemimpinan Demokratis

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Kepemimpinan Demokratis by Mind Map: Kepemimpinan Demokratis

1. teori kepemimpinan

1.1. teori kepemimpinan

1.1.1. Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu: pemimpin sebagai subjek, dan yang dipimpin sebagai objek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan kepemimpinannya.

1.2. teori kepemimpinan kontemporer

1.2.1. Teori Atribut Kepemimpinan mengemukakan bahwa kepemimpinan semata-mata merupakan suatu atribusi yang dibuat orang atau seorang pemimpin mengenai individu-individu lain yang menjadi bawahannya. Beberapa teori atribusi yang hingga saat ini masih diakui oleh banyak orang yaitu: Teori Penyimpulan Terkait (Correspondensi Inference), yakni perilaku orang lain merupakan sumber informasi yang kaya. Teori sumber perhatian dalam kesadaran (Conscious Attentional Resources) bahwa proses persepsi terjadi dalam kognisi orang yang melakukan persepsi (pengamatan).

1.3. Teori Kontingensi (Contigensy Theory)

1.3.1. Teori-teori kontingensi berasumsi bahwa berbagai pola perilaku pemimpin (atau ciri) dibutuhkan dalam berbagai situasi bagi efektivitas kepemimpinan. Teori Path-Goal tentang kepemimpinan meneliti bagaimana empat aspek perilaku pemimpin mempengaruhi kepuasan serta motivasi pengikut. Pada umumnya pemimpin memotivasi para pengikut dengan mempengaruhi persepsi mereka tentang konsekuensi yang mungkin dari berbagai upaya. Bila para pengikut percaya bahwa hasil-hasil dapat diperoleh dengan usaha yang serius dan bahwa usaha yang demikian akan berhasil, maka kemungkinan akan melakukan usaha tersebut. Aspek-aspek situasi seperti sifat tugas, lingkungan kerja dan karakteristik pengikut menentukan tingkat keberhasilan dari jenis perilaku kepemimpinan untuk memperbaiki kepuasan dan usaha para pengikut.

1.4. Teori Kepemimpinan Sifat ( Traits Leadership Theory )

1.4.1. Teori ini menyatakan bahwa efektifitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya, sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukannya diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan “The greatma theory”.

2. konsep kepemimpinan

2.1. menurut peter G.northhouse

2.1.1. 1. Kepemimpinan adalah sebuah proses

2.1.2. 2. Kepemimpinan melibatkan pengaruh

2.1.3. 3. Kepemimpinan muncul di dalam kelompok

2.1.4. 4. Kepemimpinan melibatkan tujuan bersama

2.2. perbedaan manajer dengan pemimpin

2.2.1. 1. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.

2.2.2. 2. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.

2.2.3. 3. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.

3. model kepemimpinan

3.1. 1. Model Kontigensi Fiedler

3.1.1. hubungan antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations)

3.1.2. struktur tugas (the task structure)

3.1.3. kekuatan posisi (position power)

3.2. 2. Model Kepemimpinan Vroom – Jago

3.2.1. a) Model ini harus dapat memberikan kepada para pemimpin, gaya yang harus dipakai dalam berbagai situasi

3.2.2. b) Tidak ada satu gaya yang dapat dipakai dalam segala situasi

3.2.3. c) Fokus utama harus dilakukan pada masalah yang akan dihadapi dan situasi dimana masalah ini terjadi

3.2.4. d) Gaya kepemimpinan yang digunakan dalam satu situasi tidak boleh membatasi gaya yang dipakai dalam situasi yang lain

3.2.5. e) Beberapa proses social berpengaruh pada tingkat partisipasi dari bawahan dalam pemecahan masalah.

3.3. 3.Model Kepemimpinan Jalur Tujuan

3.3.1. Model kepemimpinan jalur tujuan (path goal) menyatakan pentingnya pengaruh pemimpin terhadap persepsi bawahan mengenai tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalur pencapaian tujuan. Dasar dari model ini adalah teori motivasi eksperimental. Model kepemimpinan ini dipopulerkan oleh Robert House yang berusaha memprediksi ke-efektifan kepemimpinan dalam berbagai situasi.

3.4. 4. Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard

3.4.1. Pendekatan situasional atau pendekatan kontingensi merupakan suatu teori yang berusaha mencari jalan tengah antara pandangan yang mengatakan adanya asas-asas organisasi dan manajemen yang bersifat universal, dan pandangan yang berpendapat bahwa tiap organisasi adalah unik dan memiliki situasi yang berbeda-beda sehingga harus dihadapi dengan gaya kepemimpinan tertentu.

4. kesimpulan

4.1. kepemimpinan adalah kemampuan untuk mencapai tujuan bersama.

4.2. efektif

4.3. realistis

4.4. lebih unggul

4.5. sosialisasi