Bentuk-bentuk perjuangan melawan Jepang

Начать. Это бесплатно
или регистрация c помощью Вашего email-адреса
Bentuk-bentuk perjuangan melawan Jepang создатель Mind Map: Bentuk-bentuk perjuangan melawan Jepang

1. KOOPERATIF

1.1. PUTERA

1.1.1. Memberikan semangat nasionalisme, anti kolonialisme dan imperialisme

1.2. Chuo Sangi In ( Badan Penasihat Pusat)

1.2.1. oleh para pemimpin dimanfaatkan untuk melatih kedisipilinan, salah satu sarannya adalah pembentukan Barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh penduduk

1.3. Barisan Pelopor (Syuishintai)

1.3.1. Menyalurkan aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda dengan pidato-pidatonya.

2. GERAKAN BAWAH TANAH

2.1. Gerakan Kelompok Sutan Syahrir

2.1.1. Kelompok ini merupakan pendukung demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang karena merupakan negara fasis

2.2. Golongan Persatuan Mahasiswa

2.2.1. Sebagian besar berisi kelompok persatuan mahasiswa anti Jepang dari Ika Daigaku (sekolah kedokteran) yang terhimpun dalam Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia (BAPERPI)

2.3. Kelompok Pemuda Menteng 31

2.3.1. Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah pemuda yang bekerja pada bagian propaganda Jepang (Sendenbu). Tadinya Jepang ingin menggunakan mereka sebagai alat, tetapi kelompok ini malah memanfaatkannya untuk menggerakkan semangat nasionalisme

2.4. Golongan Kaigun

2.4.1. Kelompok ini anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang. Mereka selalu menggalang dan membina kemerdekaan dengan berhubungan kepada tokoh-tokoh Angkatan Laut Jepang yang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

3. PERLAWANAN BERSENJATA

3.1. Perlawanan Rakyat di Cot Pleing (10 November 1942)

3.1.1. Perlawanan dipimpin oleh seorang guru mengaji, Tengku Abdul Jalil di Lhoseumawe, Aceh. Diawali dari serbuan Jepang ke masjid di Cot Pleing. Tengku Abdul Jalil wafat ditembak Jepang.

3.2. Perlawanan Rakyat di Pontianak (16 Oktober 1943)

3.2.1. Dilakukan oleh suku Dayak di pedalaman serta kaum feodal di hutan-hutan. Terjadi karena penderitaan yang diakibatkan kekejaman Jepang. Tokoh perlawanan dari kaum ningrat yakni Utin Patimah.

3.3. Perlawanan Rakyat di Sukmanah, Singaparna, Jawa Barat (25 Februari 1944)

3.3.1. Dipimpin oleh KH. Zainal Mustafa yang tidak tahan dengan kebiasaan "Seikeirei" dari Jepang. KH. Zainal Mustafa dan 27 orang pengikutnya dihukum mati oleh Jepang tanggal 25 Oktober 1944.

3.4. Perlawanan Rakyat di Cidempet, Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944)

3.4.1. Dipimpin oleh H. Madriyas, Darini, Surat, Tasiah dan H. Kartiwa. Perlawanan ini disebabkan oleh cara pengambilan padi milik rakyat yang dilakukan Jepang dengan kejam. Perlawanan rakyat dapat dipadamkan secara kejam dan para pemimpin perlawanan ditangkap oleh Jepang.

3.5. Pemberontakan PETA di Blitar (14 Februari 1945)

3.5.1. Dipimpin oleh Supriyadi sebagai salah satu pemberontakan terbesar pada masa pendudukan Jepang.