Konsep Ekonomi Gerakan, Gerakan Therbligh, MTM dan MOST.

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Konsep Ekonomi Gerakan, Gerakan Therbligh, MTM dan MOST. by Mind Map: Konsep Ekonomi Gerakan, Gerakan Therbligh, MTM dan MOST.

1. Ekonomi Gerakan

1.1. Definisi

1.1.1. Prinsip yang dipertimbangkan berdasarkan analisa gerakan sehingga menghasilkan gerakan yang ekonomis (nyaman dan produktivistas tinggi)

1.2. Hal yang dihubungkan dengan prinsip Ekonomi Gerakan

1.2.1. Tubuh manusia dan gerakannya

1.2.1.1. Kedua tangan harus dimanfaatkan sepenuhnya

1.2.1.2. Kedua tangan sebaiknya memulai dan mengakhiri gerakan pada saat yang sama

1.2.1.3. Kedua tangan sebaiknya tidak menganggur pada saat yang sama kecuali pada waktu istirahat

1.2.1.4. Gerakan kedua tangan akan lebih mudah jika satu terhadap lainnya simetris dan berlawanan arah

1.2.1.5. Gerakan tangan atau badan sebaiknya dihemat

1.2.1.6. Sebaiknya para pekerja dapat memanfaatkan momentum untuk membantu pekerjaannya, pemanfaatan ini timbul karena berkurangnya kerja otot dalam pekerja

1.2.1.7. Gerakan yang patah-patah, banyak perubahan arah akan memperlambatkan gerakan tersebut

1.2.1.8. Pekerjaan sebaiknya dirancang semudah-mudahnya dan jika memungkinkan irama kerja harus mengikuti irama yang alamiah bagi sipekerja

1.2.1.9. Usahakan sesedikit mungkin gerakan mata

1.2.2. Pengaturan tata letak tempat kerja

1.2.2.1. Sebaiknyadiusahakanagar bahandanperalatanmempunyaitempatyang tetap

1.2.2.2. Tempatkanbahan-bahandanperalatanditempatyang mudah, cepatdanenakuntukdicapai

1.2.2.3. Tempat penyimpanan bahan yang akan dikerjakan sebaiknya memanfaatkan prinsip gaya berat

1.2.2.4. Sebaiknya untuk menyalurkan obyek yang sudah selesai dirancang mekanismenya yang baik

1.2.2.5. Bahan-bahan dan peralatan sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga gerakan-gerakan dapat dilakukan dengan urut-urutan terbaik

1.2.2.6. Tinggi tempat kerja dan kursi sebaiknya sedemikian rupa sehingga alternatif berdiri atau duduk dalam menghadapi pekerjaan merupakan suatu hal yang menyenangkan

1.2.2.7. Tipe tinggi kursi harus sedemikian rupa sehingga yang mendudukinya bersikap (mempunyai postur) yang baik

1.2.2.8. Tata letak peralatan dan pencahayaan sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat membentuk kondisi yang baik untuk penglihatan

1.2.3. Perancangan peralatan

1.2.3.1. Sebaiknya tangan dapat dibebaskan dari semua pekerjaan bila penggunaan dari perkakas pembantu atau alat yang dapat digerakan dengan kaki dapat ditingkatkan

1.2.3.2. Sebaiknyaperalatandirancangsedemikianagar mempunyailebihdarisatukegunaan

1.2.3.3. Peralatan sebaiknya dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pemegangan (penggunaan) dan penyimpanan

1.2.3.4. Bila setiap jari tangan melakukan gerakan sendiri-sendiri, misalnya seperti pekerjaan mengetik. Beban yang didistribusikan pada jari harus sesuai dengan kekuatan masing-masing jari

1.2.3.5. Roda tangan, palang dan peralatan yang sejenis dengan itu sebaiknya diatur sedemikian sehingga beban dapat melayaninya dengan posisi yang baik, dan dengan tenaga yang minimum

1.2.3.6. Mekanisasi atau otomatisasi operasi manual jika secaraekonomi dan teknis layak

2. Gerakan Therbligh

2.1. Definisi

2.1.1. analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan tugasnya

2.2. Tujuan

2.2.1. mengurangi atau menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak efektif

2.3. Awal mula

2.3.1. Frank B. Gilbreth menguraikan gerakan ke dalam 17 elemen gerakan yang disebut Therbligh

2.3.1.1. 1. Mencari (Search/Sh)

2.3.1.2. 2. Memilih (Select/St)

2.3.1.3. 3. Memegang (Grasp/G)

2.3.1.4. 4. Menjangkau (Reach atau Transport Empty/TE)

2.3.1.5. 5. Membawa (Move atau Transport Loaded/TL)

2.3.1.6. 6. Memegang untuk memakai (Hold/H)

2.3.1.7. 7. Melepas (Release load/RL)

2.3.1.8. 8. Mengarahkan (Position/P)

2.3.1.9. 9. Mengarahkan sementara (Pre-Position/PP)

2.3.1.10. 10. Pemeriksaan (Inspect/I)

2.3.1.11. 11. Perakitan (Assemble/A)

2.3.1.12. 12. Lepas rakit (Disassemble/DA)

2.3.1.13. 13. Memakai (Use/U)

2.3.1.14. 14. Kelambatan yang tidak terhindarkan (Unavoidable Delay/UD)

2.3.1.15. 15. Kelambatan yang dapat dihindarkan (Avoidable Delay/AD)

2.3.1.16. 16. Merencana (Plan/Pn)

2.3.1.17. 17. Istirahat untuk menghilangkan kelelahan (rest to overcome fatique)

3. MTM (Methods Time Measurement)

3.1. Definisi

3.1.1. suatu sistem penetapan awal waktu baku yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam film. Sistem ini didefinisikan sebagai suatu prosedur untuk menganalisa setiap operasi atau metode kerja ke dalam gerakan-gerakan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kerja tersebut, dan kemudian menetapkan standar waktu dari masing-masing gerakan tersebut berdasarkan macam gerakan dan kondisi-kondisi kerja yang ada. (Sritomo, 1992).

3.2. Kelebihan

3.2.1. Menentukan waktu penyelesaian suatu pekerjaan sebelum pekerjaan tersebut dilakukan

3.3. Kekurangan

3.3.1. Perlu dilakukan simplifikasi

3.3.2. Sulit dilakukan oleh orang awam

3.4. Satuan Waktu

3.4.1. TMU (Time Measurement Unit )

3.5. Macam-macam MTM

3.5.1. MTM-1

3.5.1.1. Mempertimbangkan 3 tipe pengendalian yg berguna untuk mengetahui pengaruh gerakan kerja, yaitu: pengendalian otot, pengendalian mata, dan pengendalian mental

3.5.1.1.1. Elemen-elemen

3.5.2. MTM-2

3.5.2.1. Perkembangan dari MTM-1 banyak digunakan 1963-1965, lebih ringkas, berupa gabungan dari beberapa gerakan, terdiri dari 9 elemen gerakan yaitu: get, put, regrasp, apply pressure, eye action, foot motion, step, bend and rise, crank.

3.5.2.1.1. Elemen-elemen

3.5.3. MTM-3

3.5.3.1. Dirancang untuk produksi kecil, perawatan dan aktivitas konstruksi, dipakai mulai tahun1970. Terdiri dari 4 elemen gerakan yaitu : handle (H), transport (T), step & motion (SF), bend & arise (B). Tidak digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan, seperti: gerakan manual yg tinggi tingkat pengulangannya. Jika pengulangannya lebih dari 10 kali sebaiknya gunakan MTM-2 atau MTM-1, pekerjaan yg banyak menggunakan mata atau frekuensi penggunaan mata.

3.5.3.1.1. Elemen-elemen

3.5.4. MTM-C

3.5.4.1. Dirancang untuk buruh tak langsung. C singkatan dari clerk, terdiri dari 16 elemen gerakan yaitu: aside (with release), body motion, close, fasten, get, handling, identify, key punch, locate, machines, open, place, read, typing, unfasten, write.

3.5.5. MTM-V

3.5.5.1. Digunakan untuk buruh langsung dalam bengkel mesin. V = Verkt yg smaskiner atau Machine tool. Terdiri dari 5 elemen gerakan yaitu: setting, handling, measuring & gaging, operating, cleaning.

3.5.6. MTM-M

3.5.6.1. Digunakan untuk buruh langsung dalam pekerjaan yg menggunkan alat-alat optik (stereoskopic microscope). M singkatan dari Micro 4M. Merupakan komputersisasi dari MTM-1. 4M singkatan dari Micro, Matic, Methods & Measurement

4. MOST

4.1. Definisi

4.1.1. Salah satu teknik pengukuran kerja yang disusun berdasarkan urutan sub-sub aktivitas

4.2. Satuan Waktu

4.2.1. TMU (Time Measurement Unit )

4.3. Klasifikasi

4.3.1. Urutan Gerakan Umum ( The General Move Sequence)

4.3.1.1. Action Distances (A)

4.3.1.2. Body Motion (B)

4.3.1.3. Gain Control (G)

4.3.1.4. Place (P)

4.3.2. Urutan Gerakan Terkendali (The Controlled Move Sequence)

4.3.2.1. Move Controlled (M)

4.3.2.2. Process Time (T)

4.3.2.3. Align (I)

4.3.3. Urutan Gerakan Memakai Alat (The Tool use Sequence)

4.3.3.1. Fasten (F)

4.3.3.2. Loosen (L)

4.3.3.3. Cut (C)

4.3.3.4. Surface Treat (S)

4.3.3.5. Record (R)

4.3.3.6. Measure (M)