Kode Etik PSikologi

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Kode Etik PSikologi by Mind Map: Kode Etik PSikologi

1. BAB I PEDOMAN UMUM

1.1. Pasal 1 Pengertiaan

1.2. Pasal 2 Prinsip Umum

2. BAB II MENGATASI ISU ETIKA

2.1. Pasal 3 Majelis Psikologi Indonesia

2.2. Pasal 4 Penyalahgunaan di Bidang Psikologi

2.3. Pasal 5 Penyelesaiaan Isu Etika

2.4. Pasal 6 Diskriminasi yang tidak adil terhadap keluhan

3. BAB VI IKLAN DAN PERNYATAAN PUBLIK

3.1. Pasal 28 Pertanggungjawaban

3.2. Pasal 29 Keterlibatan pihak lain pada pernyataan public

3.3. Pasal 30 Deskripsi program pendidikan non gelar

3.4. Pasal 31 Pernyataan melalui media

3.5. Pasal 32 Iklan diri yang berlebihan

4. BAB V KERAHASIAAN REKAM DAN HASIL PEMERIKSAAN PSIKOLOGI

4.1. Pasal 23 Rekam psikologi

4.2. Pasal 24 Mempertahankan kerahasiaan data

4.3. Pasal 25 Mendiskusikan batasan kerahasiaan data pada pengguna layanan psikologi

4.4. Pasal 26 Pengungkapang kerahasiaan data

4.5. Pasal 27 Pemanfaat hasil pemeriksaan psikologi untuk berbagai tujuan

5. BAB III KOMPETENSI

5.1. Pasal 7 Ruang lingkup kopetensi

5.2. Pasal 8 Peningkatan Kompetensi

5.3. Pasal 9 Dasar-Dasar Pengetahuan Ilmiah dan Sikap Profesional

5.4. Pasal 10 pendelegasian pekerjaan pada lain

5.5. Pasal 11 Masalah dan konflik personal

5.6. Pasal 12 Pemberian layanan psikologi secara darurat

6. BAB VII BIAYA LAYANAN PSIKOLOGI

6.1. Pasal 33 Penjelasan biaya dan batasan

6.2. Pasal 34 Rujukan dan biaya

6.3. Pasal 34 Rujukan dan biaya

6.4. Pasal 35 Keakuratan data dan laporan kepada sumber dana

6.5. Pasal 36 Pertukaran

7. BAB VIII PENDIDIKAN DAN/ATAU PELATIHAN

7.1. Pasal 37 Pedoman umum

7.2. Pasal 38 Rancangan dan penjabaran program pendidikan

7.3. Pasal 39 Keakuratan dalam pendidikan dan pelatihan

7.4. Pasal 40 Informent consent

7.5. Pasal 41 Pengungkapan informasi peserta

7.6. Pasal 42 Kewajiban peserta pendidikan

7.7. Pasal 43 Penilaiaan kinerja pendidikan

7.8. Pasal 44 Keakraban seksual dengan peserta pendidikan

8. BAB IX PENELITIAN DAN PUBLIKASI

8.1. Pasal 45 Pedoman umum

8.2. Pasal 46 Batasan kewenangan dan tangung jawab

8.3. Pasal 47 Aturan dan izin penelitian

8.4. Pasal 48 & 49 Partisipan penelitian & informend cosern an

8.5. Pasal 50 Manupulasi dalam penelitian

8.6. Pasal 52 Pengunaan hewan untuk penelitian

8.7. Pasal 53 Pelaporan dan publikasi hasil penelitian

8.8. Pasal 51 Penjelasan singkat

8.9. Pasal 54 Berbagi data

8.10. Pasal 55 Pemanfaatan karya cipta pihak lain

9. BAB X PSIKOLOGI FORENSIK

9.1. Pasal 56 Hukum dan komitemen pada kode etik

9.2. Pasal 57 Kompetensi

9.3. Pasal 58 tanggung jawab, wewenang dan hak

9.4. Pasal 59 Pernyataan sebagai saksi

9.5. Pasal 60 Peran majemuk

9.6. Pasal 61, Pernyataan media

10. BAB XI ASESESMENT

10.1. Pasal 62,63,64, 65, 66,& 67 Dasar, penggunan , informant consent, interpretasi dalam asesmen

11. BAB XII INTERFENSI

11.1. Pasal 68 Dasar intervensi

12. BAB XIII PSIKOEDUKASI

12.1. Pasal 69 Batasan umum

12.2. Pasal 70 Pelatihan dan tanpa pelatihan

13. BAB XIV KONSELING PSIKOLOGI DAN TERAPI PSIKOLOGI

13.1. Pasal 71 Batasan umum

13.2. Pasal 72 Kualifikasi konselor dan psikoterapis

13.3. Pasal 73 Informant consen

13.4. Pasal 74 Konseling psikologi yang melibatkan keluarga

13.5. Pasal 75 Konseling kelompok

13.6. Pasal 76 Konseling lanjutan

13.7. Pasal 77 Konseling bagi yang perna terlibat dalam keintiman seksual

13.8. Pasal 78 Penjelasan setelah konseling

13.9. Pasal 79 Penghentian sementara konseling

13.10. Pasal 80 Penghentian konseling psikologi

14. BAB IV HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

14.1. Pasal 13 Sikap professional

14.2. Pasal 14 Pelecehan

14.3. Pasal 15 Penghindaran dampak buruk

14.4. Pasal 16 Hubungan majemuk

14.5. Pasal 17 Konflik kepentingan

14.6. Pasal 18 Eksploitasi

14.7. Pasal 19 Hubungan professional

14.8. Pasal 20 Informed consent

14.9. Pasal 21 Layanan psikologi kepada dan atau melalui organisasi

14.10. Pasal 22 Pengalihan dan penghentian layanan psikologi