MODUL BELA NEGARA KEPEMIMPINAN PANCASILA

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
MODUL BELA NEGARA KEPEMIMPINAN PANCASILA by Mind Map: MODUL BELA NEGARA KEPEMIMPINAN PANCASILA

1. Pendahuluan

1.1. Fasilitator

1.1.1. Dr. Ir. Sugiarto Sumas, MT

1.1.2. Widyaiswara Ahli Utama / IV-e

1.1.3. Pusdiklat SDM Ketengakerjaan Kemnaker

1.1.4. [email protected]

1.2. Deskripsi singkat

1.2.1. Mata pelatihan ini memfasilitasi Peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan substansi nilai-nilai wawasan kebangsaan yang meliputi kedudukan Pancasila sebagai visi kemerdekaan, struktur dan sistematika UUD NRI tahun 1945, Ketahanan Nasional, Kewaspadaan Nasional, dan nilai-nilai dasar bela negara dalam sebuah kerangka kerja yang utuh sebagai fondasi pengembangan integritas dan kepemimpinan guna mengelola kinerja organisasi pelayanan publik secara berkesinambungan sebagai wujud dari upaya bela negara.

1.3. Tujuan pembelajaran

1.3.1. Peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan substansi nilai-nilai wawasan kebangsaan yang meliputi kedudukan Pancasila sebagai visi kemerdekaan, struktur dan sistematika UUD NRI tahun 1945, Ketahanan Nasional, Kewaspadaan Nasional, dan nilai-nilai dasar bela negara dalam sebuah kerangka kerja yang utuh untuk mengawal integritas dan kepemimpinan guna mengelola kinerja organisasi pelayanan publik secara berkesinambungan sebagai wujud dari upaya bela negara.

1.4. Indikator Keberhasilan

1.4.1. 1. Peserta mampu mengaktualisasikan cinta tanah air melalui persepektif Astagatra;

1.4.2. 2. Peserta mampu mengaktualisasikan kesadaran berbangsa dan bernegara berdasarkan sistematika UUD NRI Tahun 1945;

1.4.3. 3. Peserta mampu mengaktualisasikan keyakinan dan kesetiaan kepada Pancasila dalam pelaksanaan tugas jabatan sebagai ASN;

1.4.4. 4. Peserta mampu Menjelaskan keseimbangan kepentingan sektoral dan kinerja organisasi sebagai wujud bela negara dalam profesionalisme ASN;

1.4.5. 5. Peserta mampu Mengaktualisasikan kemampuan awal bela negara dengan pengembangan integritas dan kepemimpinan guna mengelola kinerja organisasi pelayanan publik secara berkesinambungan sebagai wujud dari upaya bela negara.

2. A. Aktualisasi Cinta Tanah Air melalui perspektif Astagatra

2.1. Indikator Keberhasilan

2.1.1. Mengaktualisasikan cinta tanah air melalui analisis kolaboratif berbasis Astagatra untuk diaplikasikan dalam berbagai isu kontemporer.

2.2. Sub Materi Pokok

2.2.1. 1. Pengertian Aktualisasi

2.2.1.1. Kebutuhan seseorang untuk mengimplementasikan minat, bakat, kreativitas secara bertanggung jawab dan mandiri.

2.2.1.1.1. 1. Penolakan terhadap penyeragaman, yang artinya setiap individu yang memiliki kreativitas akan melakukan hal yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya.

2.2.1.1.2. 2. Penerimaan diri. Setiap individu yang sudah terpenuhi kebutuhan aktualisasi nya cenderung dapat menerima dirinya sendiri apa adanya, orang lain, maupun lingkungannya.

2.2.1.1.3. 3. Minat sosial. Individu yang memiliki minat sosial tinggi mempunyai rasa persaudaraan yang tinggi pada orang lain, penuh simpati dan berperikemanusiaan

2.2.1.1.4. 4. Kreativitas. Individu yang mampu mengaktualisasikan diri juga memiliki kesegaran apresiasi, kemampuan memandang sesuatu dari sudut pandang yang unik.

2.2.2. 2. Perspektif Astagatra;

2.2.2.1. Terdiri dari 3(tiga unsur) mengenai kehidupan alamiah, yaitu kedudukan geografi, keadaan dan kekayaan alam, serta keadaan dan kemampuan manusia, disebut juga dengan Tri Gatra. Interaksi ketiga aspek alamiah tersebut melahirkan 5(lima) aspek berikutnya mengenai kehidupan sosial, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, disebut Panca Gatra.

2.2.2.1.1. Rasa cinta tanah air merupakan modal dasar utama kekuatan bangsa untuk menghadapi bentuk-bentuk baru AGHT.

2.2.3. 3. Nilai Cinta Tanah Air.

2.2.3.1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari hati sanubari seorang warga negara untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan

2.2.3.1.1. 1. Mendorong Terbangunnya Daya Juang Bangsa

2.2.3.1.2. 2. Mendorong Profesionalisme Bangsa

2.2.3.1.3. 3. Mendorong Implementasi Nilai Cinta Tanah Air

2.3. Rangkuman

2.3.1. a. Aspek kehidupan nasional terdiri dari 3 (tiga) mengenai kehidupan alamiah, yaitu kedudukan geografi, keadaan dan kekayaan alam, serta keadaan dan kemampuan manusia, disebut juga dengan tri gatra. Interaksi ketiga aspek alamiah tersebut melahirkan 5 (lima) aspek berikutnya mengenai kehidupan sosial, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, disebut panca gatra. Kedelapannya disebut dengan asta gatra.

2.3.2. b. Mengaktualisasikan kecintaan terhadap tanah air Indonesia, tiap warga harus mengenal Indonesia seutuhnya mengenai arti dan makna identitas serta keberadaan bangsa dan negara Indonesia.

2.4. Latihan (menganalisis cinta tanah air melalui diskusi berpasangan atau kelompok kecil)

2.4.1. 1. Pemutaran dan Diskusi Video Isu Kontemporer Terkait Aktualisasi Cinta Tanah Air

2.4.2. 2. Desk research latar belakang informasi.

2.4.3. 3. Analisis faktor penghambat dan pendorong

2.4.4. 4. Pemetaan faktor berpengaruh berdasarkan astagatra.

2.4.5. 5. Konsolidasi faktor berpengaruh lintas kelompok.

2.5. Umpan balik dan tindak lanjut

2.5.1. Video dari fasilitator di atas boleh jadi pernah ditonton atau belum ditonton sebelumya. Jika sudah maka diharapkan pemahaman saudara mengenai materi pertama ini semakin dalam. Jika belum, saudara diharapkan dapat mendiskusikan makna dibalik film pertama pada materi pertama ini.

3. B. Aktualisasi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Berdasarkan Sistematika UUD NRI Tahun 1945

3.1. Indikator keberhasilan

3.1.1. Mengaktualisasikan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara berdasarkan sistematika UUD NRI tahun 1945 melalui analisis kolaboratif dalam isu kontemporer.

3.2. Sub Materi Pokok

3.2.1. 1. Amanat Konstitusi;

3.2.1.1. Tujuan negara, sebagaimana tertulis dalam amanat konstitusi Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) NRI tahun 1945 yaitu: 1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2) Memajukan kesejahteraan umum, 3) Mencerdaskan kehidupan bangsa, 4) Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

3.2.1.2. 2. Sebagai perbandingan, negara Amerika memiliki suatu konsep strategis yang disebut dengan DIME yang sudah digunakan sejak tahun 1960-an. DIME sebagai representasi kekuatan nasionalnya merupakan singkatan dari Diplomacy (diplomasi), Informational (informasional), Miltary (militer), dan Economy (ekonomi). Keempat elemen tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya

3.2.2. 2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara.

3.2.2.1. Nilai kesadaran berbangsa dan bernegara memiliki dua arti yaitu pertama, nilai kesadaran berbangsa merupakan nilai untuk selalu menciptakan nilai-nilai kerukunan, persatuan dan kesatuan dalam keberagaman di lingkungan masing-masing dan kedua, nilai kesadaran bernegara merupakan nilai yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945

3.2.2.1.1. a. Pendekatan Kesadaran Warga Negara secara persuasif

3.2.2.1.2. b. Sasaran Kegiatan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara adalah lingkungan pendidikan, lingkungan pemerintahan, lingkungan instansi swasta, dan komunitas lainnya

3.2.2.1.3. c. Teknik Pembelajaran Kesadaran Berbangsa dan Bernegara menggunakan pendekatan kontekstual

3.3. Rangkuman

3.3.1. a. Tujuan negara, sebagaimana tertulis dalam amanat konstitusi Pembukaan UUD NRI tahun 1945 yaitu: 1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2) Memajukan kesejahteraan umum, 3) Mencerdaskan kehidupan bangsa, 4) Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

3.3.2. b. Negara Amerika memiliki suatu konsep strategis yang disebut dengan DIME yang sudah digunakan sejak tahun 1960-an. DIME sebagai representasi kekuatan nasionalnya merupakan singkatan dari Diplomacy (diplomasi), Informational (informasional), Miltary (militer), dan Economy (ekonomi). Keempat elemen tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Jauh melampaui Amerika Serikat, Indonesia sudah menerapkan keempat elemen kekuatan tersebut dalam Tujuan Negara.

3.4. Latihan (melalui diskusi berpasangan atau kelompok kecil))

3.4.1. a. Pemutaran dan Diskusi Video Isu Kontemporer Terkait Aktualisasi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara berdasarkan sistematika UUD NRI tahun 1945

3.4.2. b. Desk research latar belakang informasi.

3.4.3. c. Analisis faktor penghambat dan pendorong.

3.4.4. c. Pemetaan faktor berpengaruh berdasarkan astagatra.

3.4.5. e. Konsolidasi faktor berpengaruh lintas kelompok.

3.5. Umpan Balik

3.5.1. Video dari fasilitator di atas boleh jadi pernah ditonton atau belum ditonton sebelumya. Jika sudah maka diharapkan pemahaman saudara mengenai materi kedua ini semakin dalam. Jika belum, saudara diharapkan dapat mendiskusikan makna dibalik video kedua pada materi kedua ini.

4. C. Aktualisasi Keyakinan dan Kesetiaan Kepada Pancasila Sebagai ASN

4.1. Indikator keberhasilan

4.1.1. Mengaktualisasikan Keyakinan dan Kesetiaan kepada Pancasila dalam konteks ASN melalui analisis kolaboratif berbasis sila-sila Pancasila untuk diaplikasikan dalam berbagai isu kontemporer.

4.2. Sub Materi Pokok

4.2.1. 1. Kedudukan, peran, dan fungsi Pancasila;

4.2.1.1. 1. Syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin adalah ada yang “dipimpin

4.2.1.2. 2. Seorang pemimpin yang baik harus paham kebutuhan pengikutnya,

4.2.1.3. 3. Kebutuhan manusia menurut Maslow tersebut dapat digambarkan dalam sebuah bentuk piramida, yang dimana kebutuhan paling dasar adalah kebutuhan fisiologis atau fisik, lalu di atasnya kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri

4.2.1.4. 4. Semua unsur kebutuhan manusia itu terdapat dalam nilai- nilai Pancasila.

4.2.1.5. 5. Kepemimpinan Pancasila adalah kepemimpinan yang memahami dan mengupayakan perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang tidak hanya berkutat antara kepentingan ego dan material semata

4.2.2. 2. Meyakini Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan.

4.2.2.1. Pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945

4.3. Rangkuman

4.3.1. a. Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki subjek yang dipimpin dan yang dipimpin adalah manusia.

4.3.2. b. Seorang pemimpin yang baik harus paham akan kebutuhan orang yang dipimpinnya

4.3.3. c. Teori Maslow mengklasifikasikan kebutuhan manusia kedalam lima hierarki yang mana pemenuhan-nya bersifat berjenjang dalam artian ketika kebutuhan dasar itu terpenuhi maka ia akan naik ke kebutuhan selanjutnya hingga mencapai kebutuhan pada tingkat tertinggi.

4.3.4. d. Kepemimpinan Pancasila adalah kepemimpinan yang memahami dan mengupayakan perwujudan kebutuhan manusia yang paripurna yang tidak hanya berkutat antara kepentingan ego dan material semata.

4.4. Latihan (melalui diskusi berpasangan dan kelompok kecil

4.4.1. a. Pemutaran dan Diskusi Video Isu Kontemporer Terkait Keyakinan dan Kesetiaan kepada Pancasila

4.4.2. b. Desk research latar belakang informasi.

4.4.3. c. Analisis faktor penghambat dan pendorong.

4.4.4. d. Pemetaan faktor berpengaruh berdasarkan sila-sila Pancasila.

4.4.5. e. Konsolidasi faktor berpengaruh lintas kelompok

5. D. Kepentingan Sektoral, Kinerja Organisasi, Aktualisasi Bela Negara Dalam Profesionalisme ASN

5.1. Indikator keberhasilan

5.1.1. Menginternalisasi kepemimpinan dan nilai-nilai dasar bela negara dalam konflik kepentingan sektoral sebagai wujud aplikasi bela negara dalam profesionalisme ASN.

5.2. Sub Materi Pokok

5.2.1. 1. . Kepentingan Sektoral dan Kinerja Organisasi

5.2.1.1. Sentimen dan kepentingan sektoral sering menjadi hambatan dalam melakukan koordinasi dalam organisasi.

5.2.2. 2. Aktualisasi Bela Negara dalam Profesionalisme Aparatur Sipil Negara.

5.2.2.1. Rencana Kerja Pemerintah K/L dan Pemerintah Daerah merupakan perwujudan bela negara sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Hal itu juga berarti segenap ASN di dalam K/L dan Pemerintahan Daerah yang menjalankan kebijakan tersebut juga merupakan perwujudan bela negara.

5.3. Rangkuman

5.3.1. a. Sentimen dan kepentingan sektoral sering menjadi hambatan dalam melakukan koordinasi dalam organisasi.

5.3.2. b. Sejatinya kebijakan yang dituangkan dalam regulasi dibuat untuk kepentingan rakyat. Sehingga perlu ditekankan bahwa segenap Rencana Kerja Pemerintah K/L dan Pemerintah Daerah merupakan perwujudan bela negara sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

5.3.3. c. Masalah tumpang tindih regulasi masih terjadi, sehingga masih tergambar bahwa sentimen dan kepentingan sektoral masih menjadi penghambat koordinasi dalam organisasi.

5.4. Latihan

5.4.1. Untuk lebuh menginternalisasikan tentang aktualisasi Bela Negara dalam profesionalisme ASN dalam konteks kepentingan sektoral dan kinerja organisasi, saudara diminta melakukan simulasi atau permainan dengan metode kartu edukasi. Permainan ini masih menjadi media yang menghibur, sehingga populer digunakan sebagai sarana edukasi yang bersifat sosial. Nilai edukasi disampaikan melalui konten yang terdapat dalam kartu, namun tidak menghilangkan unsur menyenangkan karena didukung tata cara bermain yang sedemikian rupa.

5.5. Umpan Balik

5.5.1. Sudahkah saudara melakukan permainan kartu edukasi? Jika sudah maka diharapkan pemahaman saudara mengenai Kepentingan sektoral, kinerja organisasi, aktualisasi Bela Negara dalam profesionalisme ASN semakin dalam. Jika belum, saudara dapat melakukan permainan kartu edukasi untuk memahami Kepentingan sektoral, kinerja organisasi, aktualisasi Bela Negara dalam profesionalisme ASN.

6. E. Metaplan Aksi Perubahan sebagai aktualisasi kemampuan awal bela negara melalui kesinambungan integritas dan kinerja organisasi pelayanan publik dalam kerangka kerja nilai nilai dasar bela negara

6.1. Indikator keberhasilan

6.1.1. Menerapkan kerangka kerja nilai-nilai dasar bela negara dan konsepsi kebangsaan untuk menganalisis dan mengembangkan aksi perubahan untuk mendukung kesinambungan integritas dan kinerja organisasi pelayanan publik sebagai wujud kemampuan awal bela negara.

6.2. Sub Materi Pokok

6.2.1. 1. Kondisi Ideal Ketahanan Nasional;

6.2.1.1. a. Gatra Ideologi

6.2.1.1.1. Kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasional dan kemampuan untuk menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai- nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

6.2.1.2. b. Gatra Politik

6.2.1.2.1. Kondisi kehidupan politik bangsa yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang sehat dan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas

6.2.1.3. c. Gatra Ekonomi

6.2.1.3.1. Kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila, yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing yang tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata.

6.2.1.4. d. Gatra Sosual Budaya

6.2.1.4.1. Kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan Pancasila, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

6.2.1.5. e. Gatra Pertahanan Keamanan

6.2.1.5.1. Kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.

6.2.2. 2. Aktualisasi Kemampuan Awal Bela Negara

6.2.2.1. Kesiapan tiap warga negara secara psikis maupun secara fisik merupakan kemampuan awal bela negara warga tersebut.

6.2.3. 3. Integritas dan Kinerja Organisasi Pelayanan Publik

6.2.3.1. Dalam konteks pelayanan publik, integritas organisasi pelayanan publik akan meningkatkan kepercayaan publik.

6.3. Rangkuman

6.3.1. a. Integritas merupakan konsistensi antara dua hal, yaitu pikiran dan tindakan dalam bentuk pengambilan keputusan.

6.3.2. b. Integritas mengharuskan seseorang pegawai untuk bersikap jujur dan transparan, berani, bijaksana dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

6.3.3. c. Kinerja karyawan merupakan suatu hasil yang dapat dicapai oleh seseorang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi

6.3.4. e. Integritas berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di sektor pemerintahan.

6.4. Latihan

6.4.1. a. Review dan konsolidasi hasil survei mini dan penugasan sebelumnya.

6.4.2. b. Mendiskusikan Konsep kepemimpinan berbasis nilai-nilai dasar bela negara.

6.4.3. c. Mendiskusikan dan membuat Metaplan nilai-nilai dasar bela negara.

6.4.4. d. Memaparkan hasil diskusi kelompok

6.5. Umpan Balik

6.5.1. Sudahkah saudara melakukan diskusi dan tugas kelompok? Apakah Saudara berhasil membuat metaplan aksi perubahan sebagai aktualisasi Kemampuan Awal Bela Negara melalui kesinambungan integritas dan kinerja organisasi pelayanan publik dalam kerangka kerja nilai-nilai dasar bela negara? Jika sudah maka saudara dapat melanjutkan untuk mempelajari Agenda berikutnya. Jika belum, saudara dapat meninjau kembali materi pokok di atas sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.

7. PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR

8. F. Survei Mini mengenai Persepsi, Preferensi dan Aspirasi Masyarakat Tentang Bela Negara

8.1. 1. Peserta Dibagi menjadi 4 Kelompok

8.2. 2. Setiap Kelompok menyusun Instrumen Survei Mini Tentang Bela Negara

8.2.1. 1. Bagaimana persepsi (tanggapan) masyarakat tentang Bela Negara ?

8.2.2. 2. Apa preferensi (hal yang diutamakan) masyarakat tentang Bela Negara ?

8.2.3. 3. Apa aspirasi (harapan dan tujuan) masyarakat tentang Bela Negara ?

8.3. 3. Responden survei mini adalah ASN di lingkungan kantor masing-masing dan masyarakat sekitar kantor