1. Genetika
1.1. Kromosom
1.1.1. Kromosom Tubuh(Autosom)
1.1.1.1. Fungsi : menentukan sifat-sifat tubuh pada makhluk hidup
1.1.2. Kromosom Kelamin(Gonosom)
1.1.2.1. Fungsi : menentukan jenis kelamin
1.1.3. Mitosis
1.1.3.1. Profase
1.1.3.2. Metafase
1.1.3.3. Anafase
1.1.3.4. Telofase
1.1.4. Meiosis
1.1.4.1. Meiosis 1
1.1.4.1.1. Profase I
1.1.4.1.2. Metafase I
1.1.4.1.3. Anafase I
1.1.4.1.4. Telofase I
1.1.4.2. Meiosis 2
1.1.4.2.1. Profase II
1.1.4.2.2. Metafase II
1.1.4.2.3. Anafase II
1.1.4.2.4. Telofase II
1.2. Gen
1.2.1. Terletak di Lokus
1.2.2. Tiap gen yang menempati lokus disebut Alel
1.2.3. Sebagai materi Hereditas
1.2.4. Penentu suatu sifat
1.2.5. Penyimpan Informasi
1.2.6. Penyimpan memori sejati
1.3. Perbedaan DNA dan RNA
1.3.1. DNA
1.3.1.1. Terletak dalam nukleus (kromosom),mitokondria dan kloroplas
1.3.1.2. Bentuk rantai : Panjang,ganda dan terpilin
1.3.1.3. Berkaitan erat dengan penurunan sifat serta sintesis protein
1.3.1.4. Basa Nitrogen : Purin yaitu adenin(A) dan guanin(G),sedangkan pirimidin yaitu Timin(T),dan Sitosin(C)
1.3.1.5. Tetap(Kadarnya tidak dipengaruhi aktivitas sintesis protein)
1.3.1.6. Gula : Deoksiribosa(ribosa yang kehilangan satu atom oksigen pada atom C nomor 2)
1.3.2. RNA
1.3.2.1. Terletak dalam sitoplasma terutama dalam ribosom,dan dalam nukleus
1.3.2.2. Rantai pendek dan tunggal
1.3.2.3. Berikatan erat dengan sintesis protein
1.3.2.4. Basa nitrogen : Purin,yaitu adenin(A) dan guanin(G),sedangkan pirimidin yaitu urasil(U) dan sitosin(C)
1.3.2.5. Tidak tetap(kadarnya tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein
1.3.2.6. D-ribosa(pentosa)
1.3.2.7. RNA duta(mRNA)
1.3.2.8. RNA Transfer(tRNA)
1.3.2.9. RNA-d
1.3.2.10. RNA ribosom(rRNA)
2. Teori
2.1. Ovisma
2.1.1. Sifat keturunan dimiliki sel telur dari individu betina.Cairan individu jantan hanya menggiatkan perkembangan sel telur.
2.2. Animakulisma
2.2.1. Di dalam cairan individu jantan terdapat hewan-hewan(Animalkulus)->spermatozoa : terdapat sifat keturunan;telur hanya berkembang spermatozoa.
2.3. Performasi
2.3.1. Dikemukakan oleh Anthonie van Leewenhoek(1637-1723),Swammerdam(1637-1680) dan Bonnet(1720-1793).Ketiga ahli sains tersebut berpendapat bahwa calon manusia sudah terdapat sebelumnya pada gamet.
2.4. Epigenesis
2.4.1. Sel telur yang telah dibuahi spermatozoa akan tumbuh sedikit demi sedikit.
2.5. Pangenesis
2.5.1. Sel kelamin terdapat tunas-tunas yang tumbuh menjadi makhluk baru setelah sel telur dibuahi spermatozoa.
2.6. Plasma Benih
2.6.1. Gamet tidak dibentuk oleh jaringan tubuh,melainkan oleh jaringan khusus.Kerusakan pada jaringan tidak mempengaruhi gamet tidak diwariskan pada keturunan
3. What?
3.1. Pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya.
3.2. Genetika(ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat)
4. Hukum
4.1. Mendel I
4.1.1. Hukum I mendel atau disebut juga hukum segregasi(pemisahan) menyatakan pada saat pembentukan gamet terjadi pemisahan alel secara bebas dan akhirnya berada dalam gamet yang berbeda-beda
4.1.1.1. Fenotipe
4.1.1.2. Genotipe
4.1.1.3. Homozigot
4.1.1.4. Parental
4.1.1.5. Filial
4.1.1.6. Alel
4.2. Mendel II
4.2.1. Hukum II mendel atau hukum penggabungan bebas menyatakan bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat,maka diturunkanya sepasang sifat secara bebas,tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain.