1. Bangkitnya Kembali Peradaban Islam
1.1. Kebangkitan Islam mulai muncul menjelang Perang Dunia II pecah dan semakin kokoh.
1.2. Kebangkitan Islam mengambil bentuk aktivitas sosial yang mendidik generasi muda.
2. Menelaah Perkembangan Islam pada Masa Kejayaan
3. Kemajuan Islam pada Periode Klasik
3.1. FAKTOR EKSTERNAL 1. Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan. Pengaruh Persia pada saat itu sangat penting di bidang pemerintahan. Selain itu, mereka banyak berjasa dalam perkembangan ilmu filsafat dan sastra. Adapun pengaruh Yunani masuk melalui berbagai macam terjemah dalam banyak bidang ilmu, terutama filsafat. 2. Gerakan Terjemah Pada masa Periode Klasik, usaha penerjemahan kitab-kitab asing dilakukan dengan giat sekali. Pengaruh gerakan terjemahan terlihat dalam perkembangan ilmu pengetahuan umum terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, dan sejarah.
3.2. FAKTOR INTERNAL 1. konsistensi dan istiqamah umat Islam kepada ajaran Islam, 2. ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk maju, 3. Islam sebagai rahmat seluruh alam, 4. Islam sebagai agama dakwah sekaligus keseimbangan dalam menggapai kehidupan duniawi dan ukhrawi.
4. Tokoh-tokoh Kejayaan Islam
4.1. Ibnu Rusyd (520‒595 H)
4.1.1. menguasai ilmu fiqh, ilmu kalam, sastra Arab, matematika, fisika astronomi, kedokteran, dan filsafat.
4.2. Al-Ghazali (450‒505 H)
4.2.1. * Beliau dididik dalam keluarga dan guru yang zuhud (hidup sederhana dan tidak tamak terhadap duniawi). * Menulis berbagai macam buku yang jumlahnya mencapai 288 buah, mengenai taṡawwuf, teologi, filsafat, logika, dan fiqh.
4.3. AI-Kindi (805‒873 M)
4.3.1. Hasil karyanya di bidang-bidang : filsafat, logika, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, politik, musik, dan matematika. Beliau berpendapat, bahwa filsafat tidak bertentangan dengan agama karena sama-sama membicarakan tentang kebenaran.
4.4. AI-Farabi (872‒950 M)
4.4.1. menekuni berbagai bidang ilmu pengetahuan, antara lain: logika, musik, kemiliteran, metafisika, ilmu alam, teologi, dan astronomi.
4.5. Ibnu Sina (980‒1037 M)
4.5.1. Beliau belajar bahasa Arab, geometri, fisika, logika, ilmu hukum Islam, teologi Islam, dan ilmu kedokteran. Pada usia 17 tahun, ia telah terkenal dan dipanggil untuk mengobati Pangeran Samani,