1. Pengertian Kredit
1.1. “credere” yang berarti percaya
1.1.1. Bagi sipemberi kredit adalah ia percaya kepada si penerima kredit bahwa kredit yang disalurkannya pasti akan dikembalikan sesuai perjanjian.
1.1.2. Bagi sipenerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai jangka waktu.
2. Jenis-Jenis Manajemen Kredit
2.1. Dari Segi Kegunaan
2.1.1. Kredit Investasi
2.1.2. Kredit Modal Kerja
2.2. Dari Segi Tujuan Kredit
2.2.1. Kredit Produktif
2.2.2. Kredit Konsumtif
2.2.3. Kredit Perdagangan
2.2.4. Kredit Ditinjau Dari Segi Jangka Waktu
2.2.4.1. Kredit Jangka Pendek
2.2.4.2. Kredit Jangka Menengah
2.2.4.3. Kredit Jangka Panjang
2.2.5. Kredit Ditinjau Dari Segi Jaminannya
2.3. Dari Sektor Usaha
2.3.1. Kredit Pertanian
2.3.2. Kredit Peternakan
2.3.3. Kredit Industry
2.3.4. Kredit Pertambangan
2.3.5. Kredit Pendidikan
2.3.6. Kredit Profesi
2.3.7. Kredit Perumahan
3. Prinsip Pemberian Kredit
3.1. Prinsip 7P
3.1.1. Personality
3.1.2. Parti
3.1.3. Purpose
3.1.4. Prospect
3.1.5. Payment
3.1.6. Profitability
3.1.7. Protection
3.2. Prinsip 5C
3.2.1. Character
3.2.2. Capacity
3.2.3. Capital
3.2.4. Collateral
3.2.5. Condition
3.3. Prinsip 3R
3.3.1. Return
3.3.2. Repayment
4. Prospek Pemberian Kredit
4.1. 1. Pengajuan berkas-berkas 2. Penyelidikan berkas pinjaman 3. Wawancara 1 4. On the spot 5. Wawancara 2 6. Keputusan kredit 7. Penandatanganan akad kredit/ perjanjian lainnya 8. Realisasi kredit 9. Penyaluran atau penarikan dana
5. Jaminan Kredit
5.1. 1. Jaminan benda berwujud 2. Jaminan benda tak berwujud 3. Jaminan orang 4. Tanpa jaminan 5. Jaminan karena undang-undang dan karena perjanjian 6. Jaminan umum dan jaminan khusus 7. Jaminan yang bersifat kebendaan dan 8. Jaminan Perseorangan
6. Pengertian Manajemen Dana Bank
6.1. Ilmu dan seni mengatur proses penarikan dan pengumpulan dana yang optimal dan dengan cost of money yang wajar.
7. Sumber Dana Bank
7.1. Sumber Intern
7.1.1. Dana yang bersumber dari dalam bank, seperti setoran modal / penjualan saham, pemupukan cadangan, laba yang ditahan, dan lain-lain, dana ini sifatnya tetap.
7.2. Sumber Ekstern
7.2.1. Dana yang bersumber dari luar bank atau pihak ketiga, seperti deposito, giro, call money, dan lain-lain. Dana ini sifatnya sementara atau harus di kembalikan.
8. Jenis-jenis Alokasi Dana Bank
8.1. Primary Reserve (cadangan primer)
8.2. Secondary Reserve (cadangan sekunder)
8.3. Loan Portofolio (Kredit)
8.4. Loan to deposit ratio (LDR)
8.5. Portofolio Investment
8.6. Fixed Assets (Aktiva Tetap)
9. Simpanan
9.1. Simpanan atau tabungan adalah dana yang dipercayakan masyarakat kepada bank dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan it
10. Rekening Giro
10.1. Rekening giro berfungsi sebagai sarana untuk menyimpan (menabung) saja, karena saldonya minimum nol dan tidak boleh di pergunakan untuk menarik kredit dari bank itu atau dengan kata lain saldonya harus tetap positif.
11. Simpanan Tabungan
11.1. Tabungan atau saving adalah pendapatan yang tidak di konsumsi atau pendapatan di kurangi dengan konsumsi (rumus S=Y-C), jika hasilnya positif berarti terdapat tabungan, tetapi apabila negatif maka terjadi dissaving (terdapat utang).
12. Simpanan Deposito
12.1. Deposito merupakan pengganti jasa giro sebagai sarana menabung, karena jasa giro kurang menarik bagi pemilik uang untuk menabungkan uangnya pada rekening koran. Deposito ini bunganya lebih besar karena mempunyai tenggang waktu yang pasti.
12.1.1. Deposito Berjangka
12.1.2. Deposito On call
12.1.3. Sertifikat Deposito