tourism introduction

시작하기. 무료입니다
또는 회원 가입 e메일 주소
tourism introduction 저자: Mind Map: tourism introduction

1. BAB 6

1.1. DAERAH TUJUAN PARIWISATA

1.1.1. defenisi

1.1.1.1. derah geografis

1.1.1.1.1. antraksi

1.1.1.1.2. amenitas

1.1.1.1.3. aksebilitas

1.1.1.1.4. masyarakat

1.1.1.2. UN-WTO

1.1.1.2.1. destinasi adalah tempat unik yang memiliki produk untuk di pamerkan

1.1.1.3. TUOHINO, DAN KONU (2014

1.1.1.3.1. Area geografis yang dapat menarik wisatawan.

1.1.2. komponen pembentuk destinasi pariwistaa

1.1.2.1. antractions

1.1.2.2. acces

1.1.2.3. accomodation

1.1.2.4. aminities

1.1.2.5. awareness

1.1.2.6. action

2. bab 7

2.1. wisatawan

2.1.1. pengertian wisatawan adalah orang yang melakukan perjalanan

2.1.1.1. traverel

2.1.1.1.1. orang yang melakukan perjalanan

2.1.1.2. visitor

2.1.1.2.1. pengunjung yang untuk melihat antraksi

2.1.1.3. tourist

2.1.1.3.1. orang yang melakukan perjalanan untuk mendapatkan pelayanan

2.1.2. karakteristik

2.1.2.1. sosio demografis

2.1.2.2. geografis

2.1.2.3. psikografis

2.1.3. jenis-jenis

2.1.3.1. wisatawan nusantara

2.1.3.1.1. wisatawan lokal

2.1.3.2. wisatawan mancanegara

2.1.3.2.1. wisatawan asing

2.1.3.3. wisatawan nasional

2.1.3.3.1. wisatawan indonesia ke luar negri

2.1.4. motivasi

2.1.4.1. diri sendiri

2.1.4.2. mencari hal baru

2.1.4.3. diri sendiri dan mencari hal baru

2.1.4.4. pull faktor ( faktor penarik)

2.1.4.4.1. lacation dimate

2.1.4.4.2. national promotion

2.1.4.4.3. retail advestsing

2.1.4.4.4. dll

2.1.4.5. push factor ( faktor pendorong)

2.1.4.5.1. romance

2.1.4.5.2. relaxtion

2.1.4.5.3. play

2.1.4.5.4. dll

2.1.5. faktor-faktor yang menyebabkan wisatawan tiidak melakukan perjlanan wisata

2.1.5.1. biaya

2.1.5.2. ketiadaan waktu

2.1.5.3. kondisi kesehatan

2.1.5.4. keluarga

2.1.5.5. tidak ada minat

2.1.5.6. kebijakan pemerintah

2.1.6. documen perjalanan

2.1.6.1. surat-surat yang berisi identitas yang digunakan sebagai bukti seseorang adalah wwisatawa selama melakukan perjalanan

2.1.6.1.1. paspor

2.1.6.1.2. exit permit

2.1.6.1.3. visa

2.1.6.1.4. healt certificate

3. BAB 8

3.1. be a travel consultant

3.1.1. mengidentikasi karakter wisatawan

3.1.1.1. wawancara

3.1.1.1.1. apa

3.1.1.1.2. bagaimana

3.1.1.1.3. kapan

3.1.1.1.4. siapa

3.1.1.1.5. dimana

3.1.1.2. menyesuaikan sesuai data

3.1.1.3. merancang rencana perjalanannya

4. BAB 9

4.1. kelembagaan pariwisata

4.1.1. kelembagaan pariwisata di destinasi pariwisata indonesia

4.1.1.1. uu no 10 tahun 2009

4.1.1.2. pembangunan SDM pariwisata

4.1.1.3. penguatan organisasi kepariwisataan

4.1.2. triple helix dan pentahelix

4.1.2.1. pemerintah

4.1.2.2. media

4.1.2.3. akademisi

4.1.2.4. pengusaha

4.1.2.5. komunitas

4.1.3. penguatan sdm pariwisata

4.1.3.1. pemerintah

4.1.3.1.1. sbg regulator dan kontroler

4.1.3.1.2. koordinator

4.1.3.2. akademisi

4.1.3.2.1. konseptor

4.1.3.3. bisnis

4.1.3.3.1. enabler

4.1.3.4. komunitas

4.1.3.4.1. akseralator

4.1.3.5. media

4.1.3.5.1. sebagai ekspander

4.1.4. gabungan industri pariwisata indonesia

4.1.4.1. gabungan asosiasi bidang pariwisata

4.1.5. penguatan organisasi kepariwisataan

4.1.5.1. anggota GIPI

4.1.5.1.1. ASITA

4.1.5.1.2. PHRI

4.1.5.1.3. HPI

4.1.5.1.4. INCCA

4.1.5.1.5. PUTRI

4.1.5.1.6. ICA

4.1.5.1.7. IHGMA

4.1.5.1.8. APJI

4.1.5.1.9. DLL

4.1.5.2. Organisasi kepariwisataan international dan regional

4.1.5.2.1. IHRA

4.1.5.2.2. PATA

4.1.5.2.3. ASEANTA

4.1.5.2.4. AHRA

4.1.5.2.5. WATA

4.1.5.2.6. IATA

4.1.5.2.7. IASET

4.1.5.2.8. dsb

5. BAB 10

5.1. USAHA PARIWISATA

5.1.1. pengertian

5.1.1.1. usaha yang menyediakan jasa/produk untuk pemenuhan wisatawan

5.1.1.2. sekelompok orang yang melakukan kegiatan pariwisata

5.1.2. peran pengusaha pariwisata dalam pembangunan indonesia

5.1.2.1. untuk meningkatkan perekonomian indonesia

5.1.2.2. mengurangi pengangguran

5.1.2.3. memajukan negara

5.1.3. cara menjalankan usaha pariwisata

5.1.3.1. mendaftarkan usahanya kepada pemerintah atau pemerintah daerah

5.1.4. jenis-jenis usaha pariwisata

5.1.4.1. daya tarik wisata

5.1.4.2. kawasan wisata

5.1.4.3. jasa transportasi wisata

5.1.4.4. jasa perjalanan wisata

5.1.4.5. jasa makanan dan minuman

5.1.4.6. penyedia akomodasi

5.1.4.7. penyelenggara pertemuan

5.1.4.8. jasa informasi pariwisata

5.1.4.9. jasa konsultan pariwisata

5.1.4.10. jasa pramuwisata

5.1.4.11. wisata tirta

6. BAB 12

6.1. Managemen pariwisata

6.1.1. pengertian

6.1.1.1. suatu proses mencapai tujuan

6.1.1.2. sebagai kolektivitas orang-orang atau fungsi yang melakukan aktivitas manajemen scr efesien dan efesien

6.1.1.3. sebagai seni dan ilmu pengetahuan

6.1.2. perencanaan

6.1.2.1. proses menerapkan tujuan dan streategi

6.1.2.2. mempunyai visi dan misi

6.1.2.3. tujuan yang sesuai

6.1.2.4. strategi dan proses untuk mencapai suatu tujuan

6.1.2.4.1. wisatawan

6.1.2.4.2. pengangkutan

6.1.2.4.3. daya tarik wisata

6.1.2.4.4. fasilitas pelayanan

6.1.2.4.5. informasi dan promosi

6.1.3. pengorganisasian

6.1.3.1. kegiatan

6.1.3.2. pembagian tugas sesuai SOP

6.1.3.2.1. rekuitment-pelatihan-penempatan-pengembangan

6.1.3.3. SDM harus sesuai komptensi

6.1.4. pelaksanaan

6.1.4.1. kepemimpinan

6.1.4.1.1. kemampuan untuk membuat orang lain memberikan konstribusinya

6.1.4.1.2. proses untuk mencapai tujuan bersama

6.1.4.2. jenis kepemimpinan

6.1.4.2.1. kendali bebas

6.1.4.2.2. kharismatik

6.1.4.2.3. demokratik

6.1.5. pengawasan

6.1.5.1. proses kegiatan untuk ncapai target

6.1.5.2. meniadakan kesalahan

6.1.6. prinsip-prinsip dasar manajemen pariwisata

6.1.6.1. menjunjung tinggi nilai norma dan budaya

6.1.6.2. hak asasi manusia

6.1.6.3. kelstarian alam dan lingkungan

6.1.6.4. memberdayakan masyarakat

6.1.6.5. keterpaduan antar sektor

6.1.6.6. mematuhi kode etik

6.1.6.7. kesatuan indonesia

6.1.7. model managemen pariwisata

6.1.7.1. destinasi pariwisata

6.1.7.2. industri pariwisata

6.1.7.3. kelembagaan kepariwisataan

6.1.7.4. pemsaran pariwisata

7. BAB 14

7.1. PARIWISATA BERKELANJUTAN

7.1.1. defenisi

7.1.1.1. sustainable tourism

7.1.1.1.1. kegiatan

7.1.2. konsep pariwisata berkelanjutan

7.1.2.1. lingkungan

7.1.2.1.1. memanfaatkan lingkungan

7.1.2.2. sosial

7.1.2.2.1. memfaatkan sumber daya lingkungan

7.1.2.3. ekonomi

7.1.2.3.1. menyeimbangkan

7.1.3. sustainable development goals

7.1.3.1. tuajuan wisata berkelanjuta

7.1.3.1.1. menjaga peningkatan kesehteraan masyarakat secara kesinambungan

7.1.3.1.2. pembangunan yang inkusil

7.1.4. prinsip pariwisata berkelanjutan

7.1.4.1. partisipasi

7.1.4.1.1. masyarakat setempat

7.1.4.2. keikutsertaan para pelaku

7.1.4.2.1. lembaga swadaya masyarakat

7.1.4.2.2. kelompok sukarelawan

7.1.4.2.3. pemerintah daerah

7.1.4.2.4. pihak-pihak terkait

7.1.4.3. kepemilikan lokal

7.1.4.3.1. lapangan pekerjaan

7.1.4.4. penggunaan sumber daya berkelanjutan

7.1.4.4.1. tidak berlebihan

7.1.4.5. mewadahi tujuan-tujuan masyarakat

7.1.4.6. daya dukung

7.1.4.6.1. fisik

7.1.4.6.2. alami

7.1.4.6.3. sosial

7.1.4.6.4. budaya

7.1.4.7. monitor dan evaluasi

7.1.4.7.1. mencakup penyususnan pedoman, evaluasi kegiatan dampak pariwisata

7.1.4.8. akuntibilitas

7.1.4.8.1. perencanaan memberi perhatian dan kesempatan

7.1.4.9. pelatihan

7.1.4.9.1. program-program

7.1.4.10. promosi

7.1.4.10.1. memperkuat

7.1.5. contoh pembangunan pariwisata berkelanjutan

7.1.5.1. reposible tourism

7.1.5.1.1. pariwisata bertanggung jawab

7.1.5.2. accesbile tourism

7.1.5.2.1. upaya berkelanjutan untuk memastikan tujuan wisata

7.1.5.3. ecotourism

7.1.5.3.1. melestiakn alam dan spesies langka

7.1.5.4. rural tourism

7.1.5.4.1. desa wisata

8. chap 1 peluang dan tantangan pariwisata

8.1. pariwisata menjadi primadona dari 100 negara (UN-WTO)

8.1.1. peringkat kedua di dunia

8.1.1.1. daya tarik pariwisata naik setiap tah

8.1.2. ltidak lebih dari 1 juta pertahun lulusan pariwisata

8.1.3. pertumbuhan industri pariwisata selalu diatas 10 persen pertahun

8.2. tantangan

8.2.1. ASN dibidang pariwisata banyak yang bukan lulusan pariwisata

8.2.1.1. pembanguann yang tidk maksimal

8.2.1.1.1. tempat wisata yang terbengkalai

8.2.1.2. minimnya strategi pengembangan pariwisata

9. chap 2 sejarah dan ilmu paradigma pariwisata

9.1. komponen yang mendasari lahirnya kegiatan pariwisata

9.1.1. sifat dasar manusia

9.1.1.1. homo ludens

9.1.1.1.1. manusia yang bermain

9.1.1.2. homo safiens

9.1.1.2.1. manusia yang berfikir

9.1.1.3. homo fabrik

9.1.1.3.1. manusia yang bekerja

9.1.2. hospitality

9.1.2.1. rumah yang siap menerima apa saja

9.2. fokus kajian ilmu pariwisata

9.2.1. terminologi ilmu

9.2.1.1. syarat agar pariwisata diakui sbg kajian ilmu

9.2.1.1.1. ontologi

9.2.1.1.2. epistologi

9.2.1.1.3. aksiologi

9.3. pengertian paradigma pariwisata

9.3.1. kerangka berfikir

9.3.1.1. bagaimana model

9.3.1.2. apa landasan pariwisata

9.3.1.3. bagaimana pandangan tentang pariwisata

9.3.2. shifting tourism paradigma

9.3.2.1. 1990

9.3.2.1.1. profit aproach (ekonomi)

9.3.2.2. 1980-2000

9.3.2.2.1. people aproach (culture)

9.3.2.3. 2000-2021

9.3.2.3.1. planrt aproach (environment)

9.3.2.4. 2022>

9.3.2.4.1. participatory aproach(visitor behavior

9.3.2.5. from LARGE SIZE TO SMALL SIZE and FROM VOLUME TO VALUES

10. Chap 3 defenisi, konsep2 dan sistem.

10.1. defenisi

10.1.1. perjalnan

10.1.1.1. kegiatan yang dilakukan untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya

10.1.2. wisata

10.1.2.1. kegiatan pejalanan untuk meliihat dan mempelajari daya tarik yang di kunjungi dalam waktu sementara

10.1.3. pariwisata

10.1.3.1. segala sesuatu yang berkaitan dengan wisata

10.1.4. kepariwisataan

10.1.4.1. keseluruhan kegiatan yang bekaitan dengan pariwisata

10.1.4.1.1. multidimenasi

10.1.4.1.2. multidisiplin

10.2. sistem kepariwisataan

10.2.1. destinasi pariwisata

10.2.2. industri pariwisata

10.2.3. kelembagaan kepariwisataan

10.2.4. pemasaran pariwisata

11. chap 4

11.1. kebijakan pariwisata di indonesia

11.1.1. pengertian kebijakan

11.1.1.1. seperangkat pernyataan

11.1.1.2. tindakan atau prinsip yang dirancang

11.1.1.2.1. pemerintah

11.1.1.2.2. organisasi

11.1.1.2.3. individu

11.1.2. pengertian umum uu

11.1.2.1. aturan main bagi rakyat untuk mengatur kehidupn bersama untuk tujuan negara

11.1.2.2. kumpulan prinsip untuk mengatur

11.1.2.2.1. pemerintah

11.1.2.2.2. rakyat

11.1.3. ringkasan isi uu no 10 tahun 2009

11.1.4. sejarah

11.1.4.1. presiden soeharto

11.1.4.1.1. hingga sekarang

12. BAB 5

12.1. DAYA TARIK WISATA

12.1.1. daya tarik wisata

12.1.1.1. kemampuan untuk dapat menarik suatu "kegiatan wisata"

12.1.1.1.1. antraksi wisata (antraction)

12.1.2. aspek yang membentuk daya tarik

12.1.2.1. daya tarik

12.1.2.1.1. nilai

12.1.2.1.2. unik

12.1.2.1.3. indah

12.1.2.2. 3s+2s

12.1.2.2.1. something to do

12.1.2.2.2. something to see

12.1.2.2.3. something to buy

12.1.2.2.4. something to enjoy

12.1.2.2.5. something to impress

12.1.3. jenis-jenis daya tarik wisata

12.1.3.1. daya tarik wisata alam

12.1.3.1.1. lingkungan laut

12.1.3.1.2. keunikan alam

12.1.3.2. daya tarik wisata buatan

12.1.3.2.1. wisata khushs buatan tangan manusia

12.1.3.3. daya tarik wisata budaya

12.1.3.3.1. tangible (terwujud)

12.1.3.3.2. intangible ( tidak terwujud)

13. BAB 11

13.1. pemasaran pariwisata

13.1.1. konsep pemasaran jasa/pariwisata

13.1.2. pengertian pemasaran

13.1.2.1. serangkaian proses

13.1.2.1.1. menciptakan

13.1.2.1.2. mengkomunikasikan

13.1.2.1.3. menyampaikan produk wisata

13.1.2.1.4. mengelola relasi

13.1.3. karakteristik produk wisata

13.1.3.1. intagibility

13.1.3.1.1. tidak memiliki bentuk

13.1.3.2. perishability

13.1.3.2.1. produk yg ditawarkan tidak bisa di simpan

13.1.3.3. inseparability

13.1.3.3.1. proses produksi dan komsunsi dilakukan di tempat yang sama

13.1.3.4. variability

13.1.3.4.1. service yang beragam

13.1.4. resiko produk wisata

13.1.4.1. resiko ekonomi

13.1.4.1.1. timbul ketika pertimbangan wisatawan terhadap kepuasan

13.1.4.2. resiko fisik

13.1.4.2.1. wisatawan khawatir dengan kejahatan,penyakit ,dsb

13.1.4.3. resiko psikologi

13.1.4.3.1. tujuan/paket wisata yang tidak sesuai dengan keinginanan wisatawan

13.1.4.4. resiko keragaan destinasi

13.1.4.4.1. wisatawan keceewa dengan produk yang diberikan

13.1.5. service quality

13.1.5.1. keragaan produk

13.1.5.1.1. bukti fisik produk yg dapst dilihat konsumen

13.1.5.2. kompotensi

13.1.5.2.1. reputasi organisasi penyedia produk

13.1.5.3. responvisitas

13.1.5.3.1. keinginan dan kesiapan karyawan dalam memberikan pelayanan

13.1.5.4. empati

13.1.5.4.1. menyesuaikan emosi konsumen

13.1.6. STP

13.1.6.1. segmentasi

13.1.6.1.1. membagi wisatawan ( costumer) menajdi beberapa golongan sesuai karakteristik

13.1.6.2. targeting

13.1.6.2.1. memilih ksrakteristikl wisatawan mana yang akan menjadi target

13.1.6.3. positioning

13.1.6.3.1. menempatkan posisi di bagian mana di dalam target kita

14. BAB 13

14.1. DAMPAK PARIWISATA

14.1.1. pengertian dampak pariwisata

14.1.1.1. pengaruh yang kuat untuk mendatangkan akibat positif mapun negatif

14.1.1.1.1. masyarakat

14.1.1.1.2. pariwisata

14.1.2. dampak pariwisata

14.1.2.1. ekomoni

14.1.2.1.1. dampak positif

14.1.2.1.2. dampak negatif

14.1.2.2. sosial budaya

14.1.2.2.1. dampak positif

14.1.2.2.2. dampak negatif

14.1.2.3. lingkungan

14.1.2.3.1. pelestarian flora dan fauna untuk kepentingan pariwisata

14.1.2.3.2. kampanye kerusakan lingkungan

14.1.2.3.3. konservasi alam karena tuntutan pariwisata yang berkelanjutan

14.1.2.4. dampak negatif terhadap lingkungan

14.1.2.4.1. peningkatan jumlah limbah

14.1.2.4.2. peruskaan habitat kehidupan liar

14.1.3. respons masyarakat

14.1.3.1. euphoria

14.1.3.1.1. penyambutan masyarakat

14.1.3.2. apathy

14.1.3.2.1. puncak pertumbuhan ekonomi

14.1.3.3. irritation

14.1.3.3.1. pembanguanan yang menyimpang

14.1.3.4. antagonism

14.1.3.4.1. kehilangan ketradisionalan suatu tempat