1. SINGAPURA
1.1. Kurikulum Sains
1.1.1. Keanekaragaman
1.1.2. Siklus
1.1.3. Energi
1.1.4. Interaksi
1.1.5. Sistem
1.2. Guru Ahli
1.2.1. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
1.2.2. 100 jam pelatihan pengembangan
1.2.3. Penugasan Kerja Guru
1.3. Evaluasi
1.3.1. Ujian Nasional
2. FINLANDIA
2.1. Kurikulum
2.1.1. Organisme dan Lingkungan Hidup
2.1.2. Lingkungan Sekitar
2.1.3. Wilayah Asal
2.1.4. Duni sebagai Lingkungan Hidup Manusia
2.1.5. Fenomena Alam
2.1.6. Zat di Sekitar Kita
2.1.7. Individu dan Kesehatan
2.1.8. Keselamatan
2.2. Guru
2.2.1. Lulusan S2
2.2.2. Mengajar kelas 1 sampai 6
2.3. Evaluasi
2.3.1. evaluasi pendidikan nasional
2.3.2. LUMA Center Finlandia
3. AUSTRALIA
3.1. Kurikulum
3.1.1. Benda-benda dan sifatnya
3.1.2. Fenomena Alam
3.1.3. Sistem
3.1.4. Bumi
3.2. Guru
3.2.1. Lulusan
3.2.2. Mahir
3.2.3. Sangat Berprestasi
3.2.4. Tahap Pascasarjana
3.3. Evaluasi
3.3.1. literasi numerasi
3.3.2. survei internasional
4. INDONESIA
4.1. Kurikulum Nasional
4.1.1. Life Science
4.1.2. Physical Science
4.1.3. Earth Science
4.2. Guru
4.2.1. Lulusan S1 PGSD
4.2.2. Pendidikan Profesi Guru
4.2.3. Guru Penggerak
4.3. Evaluasi
4.3.1. Individu
4.3.2. Angka (rapor)
4.3.3. Kolaborasi Orangtua
5. KOREA
5.1. Kurikulum
5.1.1. Energi dan Kehidupan
5.1.2. Bumi
5.1.3. Hidup Baik
5.1.4. Hidup Bijaksana
5.1.5. Hidup Bahagia
5.2. Guru Profesional
5.2.1. Syarat sertifikat level 2
5.2.1.1. lulus S1
5.2.2. Syarat sertifikat level 1
5.2.2.1. 180 jam pelatihan
5.3. Evaluasi
5.3.1. Subject Learning Diagnostic Test (SLDT)
6. JEPANG
6.1. Kurikulum
6.1.1. Materi dan Energi
6.1.2. Makhluk Hidup dan Lingkungannya
6.1.3. Bumi dan Alam Semesta
6.2. Guru
6.2.1. Lulus S1
6.2.2. Lulus ujian ketenagakerjaan
6.2.3. pengalaman mengajar 10 tahun
6.3. Evaluasi
6.3.1. minat
6.3.2. keinginan
6.3.3. sikap terhadap fenomena alam
6.3.4. pemikiran ilmiah
6.3.5. ekspresi dan pemrosesan
6.3.6. pengetahuan dan pemahaman