1. Computational Thinking
1.1. Pengertian
1.1.1. Computational Thinking adalah kemampuan komprehensif dalam memecahkan persoalan yang mengarah pada solusi yang memanfaatkan alat komputasi (komputer atau IT secara umum, termasuk manusia)
1.2. Komponen
1.2.1. Decomposition
1.2.1.1. Memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana
1.2.2. Pattern Recognition
1.2.2.1. Mengidentifikasi pola antarmasalah
1.2.3. Abstraction
1.2.3.1. Fokus pada informasi penting dan mengabaikan informasi irelean
1.2.4. Algorithms
1.2.4.1. Membangun langkah-langkah solusi bagi tiap masalah
2. Augmented Reality
2.1. Pengertian
2.1.1. Teknologi yang menghubungkan benda digital dua atau tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata
2.2. mirip dengan
2.2.1. VR (Virtual Reality)
2.2.1.1. Full tertutup dari dunia nyata, hanya merasakan/melihat dunia virtualnya saja
2.3. ciri khas
2.3.1. Dunia nyata masih menjadi tempat utama namun dalam penglihatan masih ada tambahan elemen visual
2.4. Contoh penerapan
2.4.1. Kegiatan sehari-hari
2.4.1.1. Make up tester online
2.4.2. Keamanan
2.4.2.1. Google Binocular
2.4.3. Kesehatan
2.4.3.1. Imagine guided neosurgery
2.4.4. Pendidikan
2.4.4.1. Augmanted Classroom
2.5. Jenis
2.5.1. Projection base AR
2.5.1.1. AR yang memproyeksikan digital images ke dunia nyata
2.5.2. Recognition-based AR
2.5.2.1. AR yang memberikan view alternatif pada obyek nyata secara digital
2.5.3. Outlining AR
2.5.3.1. AR yang membuat wireframes pada dunia nyata
2.5.4. Location-based AR
2.5.4.1. AR yang menambahkan visual digital dengan menyusuaikan dengan lokasi di dunia nyata
2.6. Dampak
2.6.1. Positif
2.6.1.1. Meningkatkan kemampuan spasial
2.6.1.2. membantu proses pembelajaran
2.6.1.3. Membantu orang dengan disabilitas
2.6.1.4. Efektif dan praktis
2.6.2. Negatif
2.6.2.1. Menyebabkan disorientasi individu pada lingkungan sekitarnya
2.6.2.2. Dapat menyebabkan kecanduan
3. Big Data
3.1. Definisi
3.1.1. berasal dari manapun
3.1.2. berukuran besar
3.2. 3V penting
3.2.1. Velocity
3.2.1.1. Kecepatan processing data
3.2.2. Volume
3.2.2.1. Jumlah dari data
3.2.3. Variety
3.2.3.1. Banyak tipe data
3.3. Permasalahan
3.3.1. apa operasi pada data
3.3.1.1. proses analitik atau sematik
3.3.1.1.1. RDF/OWL
3.3.2. dimana tempat data disimpan
3.3.2.1. penyimpanan terdistribusi
3.3.2.1.1. Amazon s3
3.3.3. dimana model pemrogramannya
3.3.3.1. Proses terdistribusi
3.3.3.1.1. Map reduce
3.3.4. bagaimana data disimpan dan diindeks
3.3.4.1. database gratis dan kinerja tinggi
3.4. Contoh
3.4.1. data sensorik
3.4.1.1. Informasi cuaca
3.4.2. data sosial media
3.4.3. data foto dan video
3.5. Big data analitik
3.5.1. pemeriksaan kumpulan data
3.5.1.1. membuat keputusan yang tepat
3.5.1.2. tren pasar
3.5.1.3. prefensi pelanggan
3.5.1.4. pola tersembunyi
3.5.1.5. kolerasi yang tidak diketahui
3.5.2. tujuan
3.5.2.1. produk dan servis baru
3.5.2.1.1. analisis data besar
3.5.2.2. pembuatan keputusan yang baik dan tepat
3.5.2.2.1. kemampuan analisis
4. Additive Manufacturing
4.1. Dikenal juga sebagai 3D Printing
4.2. Digunakan dalam berbagai industri
4.2.1. Kosmetik
4.2.2. Kesehatan
4.2.3. Kedirgantaraan
4.3. Kelebihan
4.3.1. mampu mencetak barang yang kompleks dan rumit
4.3.2. Produksi barang lebih cepat
4.3.3. Memungkinkan sistem zero inventory
4.4. Kekurangan
4.4.1. Biaya mesin pencetak 3d yang cenderung mahal
4.4.2. Terdapat batasan ukuran objek cetakan
4.4.3. Kekuatan dan ketahanan cetakan yang lebih rendah
4.4.4. menambah waktu dan biaya produksi
5. Cloud Computing
5.1. Pengertian
5.1.1. Cloud Computing adalah komputasi berbasis internet dimana resources, perangkat lunak, dan informasi disediakan ke komputer dan perangkat lainnya secara langsung
5.2. Jenis-Jenis
5.2.1. Platform (PaaS)
5.2.2. Software (SaaS)
5.2.3. Infrastructure (IaaS)
5.2.4. Service based application programming interface (API)
5.3. Contoh penyedia layanan
5.3.1. Windows Azure
5.3.2. Amazon API Gateway
5.3.3. Google Cloud
5.4. Contoh pemakaian pribadi
5.4.1. gmail
5.4.2. yahoo
5.4.3. dropbox
5.4.4. docs
5.5. Benefits
5.5.1. Scalability & Flexibility
5.5.2. Cost Effective
5.5.3. Produktivitas dan Kolaborasi
5.6. Challenges
5.6.1. Sekuritas
5.6.2. Data Privacy
5.6.3. legacy system
6. The Internet of Things
6.1. definisi
6.1.1. Interkoneksi dalam objek sehari-hari
6.1.1.1. dalam
6.1.1.1.1. Keamanan
6.1.1.1.2. Transportasi
6.1.1.1.3. Pelayanan Kesehatan
6.1.1.1.4. Peralatan sehari-hari
6.1.1.1.5. produksi
7. Cybersecurity
7.1. Sejarah
7.1.1. 1960
7.1.1.1. Password
7.1.1.1.1. 1970
7.2. Jenis
7.2.1. keamananan dalam
7.2.1.1. infrastruktur penting
7.2.1.2. informasi
7.2.1.3. seluler
7.2.1.4. jaringan
7.2.1.5. endpoint
7.2.1.6. aplikasi
7.2.1.7. cloud
7.3. Ancaman
7.3.1. cyber crime
7.3.1.1. akses illegal untuk pencurian identitas, penipuan/pembobolan
7.3.2. cyber warfare
7.3.2.1. Perang cyberspace
7.3.3. cyber terrorism
7.3.3.1. menganggu kesejahteraan negara
7.3.3.2. menyadap komunikasi politik
7.3.3.3. mencuri data dan manipulasi
7.4. Berfungsi untuk
7.4.1. Mencegah cyberattack
7.4.2. mengurangi dampak cyberattack
8. Autonomous Robot
8.1. memiliki karakteristik
8.1.1. mandiri
8.1.2. repetitif
8.2. memiliki
8.2.1. keuntungan
8.2.1.1. menurunkan
8.2.1.1.1. biaya karyawan
8.2.1.2. meningkatkan
8.2.1.2.1. efisiensi
8.2.1.2.2. keamanan
8.2.2. kerugian
8.2.2.1. meningkatkan
8.2.2.1.1. biaya modal
8.2.2.1.2. kompleksitas
8.2.2.2. menurunkan
8.2.2.2.1. biaya pemeilharaan
8.2.3. kegunaan
8.2.3.1. dalam bidang
8.2.3.1.1. logistik
8.2.3.1.2. pekerjaan berbahaya
8.2.3.1.3. inspeksi kualitas
9. Simulation
9.1. definisi
9.1.1. simulasi pada optimasi jaringan
9.1.1.1. menggunakan
9.1.1.1.1. data real time dari AI
9.2. memiliki keuntungan
9.2.1. less financial risk
9.2.2. bisa test berulang-ulang
9.2.3. dapat melihat
9.2.3.1. resiko yang akan terjadi
9.2.3.2. dampak jangka pendek/panjang
9.3. pada aplikasi
9.3.1. otomotif
9.3.2. kesehatan
9.3.3. teknik sipil dan arsitektur
9.3.4. ekonomi dan keuangan
9.3.5. prediksi cuaca
10. System Integration
10.1. definisi
10.1.1. menggabungkan kompen berbeda jadi satu
10.1.1.1. tujuan
10.1.1.1.1. Menghubungkan fungsi yang bisa bekerja bersamaan
10.2. memiliki
10.2.1. keuntungan
10.2.1.1. produktifitas meningkat
10.2.1.2. keputusan diambil lebih cepat
10.2.1.3. efektivitas biaya
10.2.2. metode
10.2.2.1. integrasi vertikal
10.2.2.2. integrasi horizontal
10.2.2.3. format data umum
10.2.2.4. poin poin integrasi
10.2.3. jenis
10.2.3.1. Legacy system integration
10.2.3.2. Enterprise application integration (EAI)
10.2.3.3. Third-party system integration
10.2.3.4. B2B Integration