1. jika IRS-1 terforsforilasi ,ia akan memicu beberapa jalur signaling,yaitu : Jalur IRS/PI3-K (phosphatidylinositol 3-kinase), Jalur Ras/MAPK (mitrogen-activated protein kinase), Jalur Cbl/Cap.
2. Reseptor Insulin
2.1. Insulin merupakan protein kecil dengn BJ(6000 dalton) yng disekresi oleh sel β-pangkreas yang terikat erat engan transpor glukosa dari darah kdalam sel
2.1.1. Jika β- pangkreas tidak dapat memproduksi insulin atau insulin diproduksi dalam sedikit maka akan menyebabkan penyakit diabetes melitus yang ikarakteristikan oleh tingginya kadar gula darah.
2.2. Reseptor insulin termasuk reseptor tirosin kinase, tetapi tidak sama dengan RTK lainnya yang berbentuk monomer,reseptor ini berbentuk dimer.rseeptor insulin terdiri dari 2 subunit α dan 2 subunit β yang dihubungkan dengan ikatan disulfida.
2.2.1. Rantai α berada dibagian ekstraseluler dan merupakan domain ikatan insulin,sedangkan rantai β berada menembus membran.pengikatan suatu ligan pada subunit α akan menyebabkan subuit β mengalami autofosforilasi yang dapat memicu aktivitas katalitik reseptornya.
2.3. Beberapa tempat autofosforilasi pada domain intaseluler subunit β akan mengarahkan jalur signaling dan fungsi yang berbeda. Salah satu protein yang menjadi efektor utama bagi reseptor insulin adalah insulin receptor substrate 1 atau IRS-! Yang terikat dengan protein Grb2,suatu protein adaptor yang memiliki Sh2 domain.
3. Aksi sitokin bersifat pleiotropik, dan juga sebaliknya, aksi setokin juga bisa bersifat redundan
3.1. Jika suatu sitokin berikatan dengan resptornya, ia akan memicu serangkaian peristiwa molekuler yang berujung pada transkripsi gen yang memperantarai berbagai fungsi selular.
3.1.1. Interaksi Sitokin dengan reseptor nya akan memicu perubahan konformasi Reseptor dan pengikatan dengan protein JAK (Janus kinase ).Selanjutnya.JAK memfosforilasi reseptor dan dirinnya sendiri (Transfosforilasi) yang kemudian dapat di ikat oleh STAT (signal transducer and activator of transcription ) yang merupakan protein berdomain Sh2.
4. Reseptor Growth Factor
4.1. Reseptor growth factor adalah reseptor RTK (reseptor tirosin kinase) yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan berbagai bagian dari sel.
4.1.1. Jika suatu Growth faktorberikatan dengan reseptornya,ia akan memicu serangkaian peristiwa molekuler yang berujung pada transkripsi gen.
4.1.1.1. setelah autofosforilase, terjadi pengikatan oleh Grb2, suatu protein yang memiliki Sh2 domain, yang selanjutnya memicu aktivasi Ras, kinase cascade, dan akhirnya mempengaruhi transkripsi gen. Berperan dalam proses proliferasi dan pertumbuhan sel.
5. Reseptor Sitokin
5.1. Sitokin (cytokines) adalah senyawa protein endogen yan diepaskan oleh sel- sel untuk saling berkounikasi (cross-talk).
5.1.1. Sitokin dihasilkan oleh sel leukosit dan berbagai sel dalam tubuh. Sebaliknya, berbagai sel-sel leukosit dan sebagian sel dalam tubuh dapat memberi respon terhadap sitokin.
5.1.1.1. Sitokin sering diberi nama secara khusus, antara lain lymphokine (sitokin yang dibuat oleh limfosit). Monokine (sitokin yang dibuat oleh monosit), chemokine (sitokin yang memiliki aktivitas kemotaktik), Interleukin (sitokin yang dibuat oleh suatu leukosit dan beraksi pada leukosit lainnya) dan Interferon (suatu protein antiviral).