Sejarah profesi keguruan di Indonesia

Начать. Это бесплатно
или регистрация c помощью Вашего email-адреса
Sejarah profesi keguruan di Indonesia создатель Mind Map: Sejarah profesi keguruan di Indonesia

1. Dalam sejarah pendidikan guru Indonesia, guru pernah mempunyai status yang sangat tinggi di masyarakat, mempunyai wibawah yang sangat tinggi, dan dianggap sebagai orang yang serba tahu. Peranan guru saat itu tidak hanya mendidik anak di depan kelas, mendidik masyarakat, tempat masyarakat untuk bertanya, baik untuk memecahkan masalah pribadi maupun sosial.

2. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1871 didirikan sekolah Kweekschool (Pendidikan Keguruan) sebagai sekolah untuk para calon guru. Pada tahun 1974 sekolah ini ditutup. Pada tahun 1879 pemerintah mendirikan Hoofdenschool yang bertujuan mendidik calon-calon pegawai pemerintah. Pada akhir tahun 1911 dibentuklah Perserikatan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang anggotanya terdiri dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Pada kongres pertama, PGHB membentuk sebuah badan asuransi jiwa nasional yang pertama atau yang disebut Onderlinge Levensverzekering Maatschappij P.G.H.B., yang kemudian hari menjadi Asuransi Jiwa Bumipoetra.

3. Kekuasaannya Indonesia resmi jatuh ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. Guru-guru Indonesia sampai akhir masa pendudukan Jepang (1945) tidak membentuk organisasi sendiri, melainkan menggabungkan diri pada organisasi bentukan Jepang seperti Putera dan Jawa Hokakai yang bagi Jepang sangat berpotensi untuk pengerahan massa demi kemenangan Perang Asia Timur Raya.

4. September 1950 pemerintah mendirikan lembaga pendidikan guru sementara secara masal yang disebut Kursus Pengajar untuk Kursus Pengantar Kepada Kewajiban Belajar (KPKPKB). Pada perkembangan selanjutnya, tahun 1954 sesuai dengan saran Mr. Mohammad Yamin, didirikanlah perguruan tinggi yang bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) untuk mendidik guru sekolah menengah. Pada tahun 1961 berdasarkan kesepakatan antara Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (PD dan K) dan Departemen Perguruan Tinggi.

5. DAFTAR PUSTAKA 1.Umar,umar.2019.”pengantar profesi keguruan,Rajawali Press 2019. 2.Sidiq,umar . 2018.”Etika dan profesi keguruan”. Jl. Pahlawan Gg.III/27 Tulungagung – Jatim 66226.STAI Muhammadiyah Tulungagung.

6. guru guru di indonesia di angkat dari orangorang yang tidak berpendidikan khusus untuk memangku jabatan guru

7. Pada mulanya guru diangkat dari orang-orang yang tidak memiliki pendidikan khusus yang ditambah dengan orang-orang yang lulus dari sekolah guru (kweekschool) yang pertama kali didirikan di Solo tahun 1852. Karena mendesaknya keperluan guru maka Pemerintah Hindia Belanda mengangkat lima macam guru yaitu:

7.1. 1. Guru lulusan sekolah guru yang dianggap sebagai guru yang berwenang penuh.

7.2. 4. Guru yang dimagangkan kepada seorang guru senior, yang merupakan calon guru.

7.3. 3. Guru bantu, yakni yang lulus ujian guru bantu.

7.4. 2. Guru yang bukan sekolah guru, tetapi lulus ujian yang diadakan untuk menjadi guru.

8. 5. Guru yang diangkat karena keadaan yang sangat mendesak yang berasal dari warga yang pernah mengecap pendidikan.

9. Pencanangan guru sebagai profesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 Desember 2004. Dalam sejarah pendidikan guru di Indonesia, guru pernah mempunyai status yang sangat tinggi dalam masyarakat, mempunyai wibawa yang disegani, dan dianggap sebagai orang yang serba mengetahui. Peranan guru ketika itu tidak hanya mendidik anak di sekolah namun ia juga mendidik masyarakat. Namun demikian status dan kewibawaan guru yang tinggi itu mulai memudar seiring dengan kemajuan zaman, perkembangan ilmu dan teknologi, kepedulian guru, serta besarnya imbalan atau jasa (Sanusi, dk; 1991).