Начать. Это бесплатно
или регистрация c помощью Вашего email-адреса
DEMOKRASI LIBERAL создатель Mind Map: DEMOKRASI LIBERAL

1. Menurunnya usaha kerajinan masyarakat

2. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan pengeluaran pemerintah untuk operasi keamanan semakin meningkat

3. Merupakan pemotongan nilai uang (sanering) dengan cara memotong semua uang yang bernilai Rp 2,50 ke atas hingga nilainya hanya tinggal setengahnya

4. Ekonomi

4.1. Kebijakan Pemerintah

4.1.1. Gunting Syarifudin

4.1.2. Mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia)

4.1.3. Gerakan Benteng

4.1.4. Ali - Baba

4.1.4.1. Untuk memajukan pengusaha pribumi

4.1.4.2. Agar para pengusaha pribumi bekerjasama memajukan ekonomi nasional

4.1.4.3. Pertumbuhan dan perkembangan pengusaha swasta nasional pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional

4.1.4.4. Memajukan ekonomi Indonesia perlu adanya kerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi

4.1.5. Faktor Tersendatnya Perekonomian Indonesia

4.1.5.1. Belum memiliki pengalaman untuk menata ekonomi secara baik, belum memiliki tenaga ahli dan dana yang diperlukan secara memadai

4.1.5.2. Kabinet terlalu sering berganti menyebabkan program program kabinet yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan, sementara program baru mulai dirancang

4.1.6. Menurunnya konsumsi bahan makanan terutama beras dan pertumbuhan penduduk di Jawa meningkat pesat

4.2. Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor terutama hasil bumi yaitu pertanian dan perkebunan

4.2.1. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan berhubung banyaknya pemberontakan dan gerakan separatisme di berbagai daerah di wilayah Indonesia

4.3. Dampak

4.3.1. Bagi Indonesia

4.3.1.1. Angka pertumbuhan jumlah penduduk yang besar

4.3.1.2. Kemerosotan tingkat kesejahteraan penduduk

4.3.2. Bagi Belanda

4.3.2.1. Hasil hasil produksi perkebunan dan pertambangan mengalir ke Belanda

4.3.2.2. Belanda menjadi pusat perdagangan

4.3.2.3. Keuntungan besar diperoleh kaum swasta Belanda dan pemerintah kolonial Belanda

5. SITI KOMARIAH 12 MIPA 6

6. Melaksanakan pemilu menurut rencana yang sudah ditetapkan

7. Kabinet Sukiman (27 April 1951 - 3 April 1952) - Masyumi

7.1. Program

7.1.1. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif

7.1.2. Menyelesaikan persiapan pemilu untuk membentuk dewan konstituante

7.1.3. Membuat dan melakukan rencana kemakmuran nasional dalam jangka pendek

7.1.4. Mempercepat usaha penempatan bebas pejuang dalam pembangunan

8. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif berdasarkan kepentingan rakyat dan menuju perdamaian dunia

9. Kabinet Natsir (6 September 1950 - 20 Maret 1951) - Masyumi

9.1. Program

9.1.1. Melakukan persiapan dan penyelenggaraan pemilu

9.1.2. Menggiatkan usaha keamanan dan ketentraman

9.1.3. Pelaksanaan program industrialisasi

9.1.4. Mengembangkan dan memperkokoh ekonomi rakyat

9.1.5. Melakukan konsolidasi dan penyempurnaan susunan pemerintahan

10. Pengertian

10.1. Demokrasi Liberal adalah suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi daripada badan eksekutif.

11. Politik

11.1. Tujuan

11.1.1. Mencegah pemerintahan yang otoriter/diktator

11.1.2. Mempertahankan kemerdekaan RI

11.1.3. Usaha menyatukan kembali RIS menjadi NKRI

11.2. Pembentukan

11.2.1. 1.0

11.2.1.1. Maklumat No. X tanggal 16 Oktober 1946 tentang KNIP

11.2.1.2. Maklumat No. 3 tanggal 3 November 1946 tentang Parpol

11.2.1.3. Maklumat No. 4 tanggal 4 November 1946 tentang kabinet parlementer

11.3. Kabinet

11.3.1. Kabinet Wilopo (3 April 1952 - 30 Juli 1953) - PNI

11.3.1.1. Program

11.3.1.1.1. Melaksanakan pemilu untuk konstituante dan dewan dewan daerah

11.3.1.1.2. Menyederhanakan organisasi pemerintahan

11.3.1.1.3. Memajukan tingkat penghidupan rakyat

11.3.1.1.4. Mempertinggi produksi nasional

11.3.2. Kabinet Ali Sastroamijoyo I (30 Juli 1953- 12 Agustus 1955) - PNI

11.3.2.1. Program

11.3.2.1.1. Penyelesaian pertikaian politik

11.3.2.1.2. Pelaksanaan politik bebas-aktif

11.3.2.1.3. Menciptakan kesejahteraan rakyat

11.3.2.1.4. Program dalam negeri

11.3.3. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (25 Maret 1956 - 14 Maret 1957) - PNI

11.3.4. Kabinet Djuanda (9 April 1957 - 10 Juli 1959) - Zaken Kabinet

11.3.4.1. Program

11.3.4.1.1. Membentuk dewan nasional

11.3.4.1.2. Melanjutkan pembatalan KMB

11.3.4.1.3. Normalisasi keadaan RIM

11.3.4.1.4. Memperjuangkan Irian Barat

11.4. Program

11.4.1. Melaksanakan keputusan KAA pertama di Bandung

11.4.2. Memulai membangun secara teratur berjangka waktu 5 tahun

11.4.3. Mewujudkan pergantian ekonomi kolonial

12. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 3 Maret 1956) - Masyumi

12.1. Program

12.1.1. Memperkembangkan politik kerja sama Asia - Afrika

12.1.2. Memberantas korupsi

12.1.3. Menghilangkan faktor faktor yang menimbulkan inflasi