1. Hubungan antara Gen, DNA dan Kromosom serta Peranannya dalam Pengaturan Metabolisme dalam Sel
1.1. Hubungan Gen dengan DNA
1.1.1. Gen adalah sepenggal DNA yang diikat protein sebagai penentu sifat organisme.
1.2. Hubungan Gen dengan Kromosom
1.2.1. Di dalam nukleus terdapat kromatin
1.2.2. Saat sel mulai membelah diri, kromatin menebal, memendek, dan mudah menyerap warna membentuk kromosom.
1.2.3. Kromosom adalah struktur padat yang terdiri dari DNA dan protein.
1.2.4. Perubahan DNA dan protein menjadi kromosom diawali pada saat profase.
1.2.5. Molekul DNA akan berikatan dengan protein histon dan non-histon untuk membentuk nukleosom
1.2.6. Nukleosom bergabung memadat dan membentuk benang yang lebih padat dan terpilin menjadi lipatan-lipatan solenoid.
1.2.7. Lipatan solenoid tersusun padat menjadi benang-benang kromatin.
1.2.8. Benang-benang kromatin tersusun memadat membentuk lengan kromatin.
1.2.9. Kromatin mengganda membentuk kromosom.
1.3. Peranan dalam Metabolisme Sel
1.3.1. DNA
1.3.1.1. Mengatur proses metabolisme tubuh
1.3.1.2. DNA inti sel mengatur proses metabolisme untuk protein saja
1.3.2. Gen
1.3.2.1. Mengatur metabolisme membentuk protein
1.3.3. Kromosom
1.3.3.1. Menyimpan informasi genetik
1.3.3.2. Memasukkan informasi genetik ke dalam sel
1.3.3.3. Melindungi gen dan DNA dari kerusakan
1.3.3.4. Membantu mengatur ekspresi gen
2. Hubungan antara Gen, DNA dan Kromosom serta Peranannya dalam Pewarisan Sifat
2.1. Hukum Mendel
2.1.1. Segregation
2.1.1.1. Ada 50% kemungkinan untuk mendapat gen orangtua
2.1.2. Independent Disorder
2.1.2.1. 2 sifat tidak mempengaruhi satu sama lain
2.2. Hubungan dengan Pewarisan Sifat
2.2.1. DNA diwariskan kepada keturunan setelah digandakan melalui replikasi DNA
2.2.2. Gen adalah fragmen DNA yang mengandung sifat tertentu
2.2.3. Gabungan DNA & Protein Histon membentuk kromosom dan akan tampak selama pembelahan
3. Hubungan antara Gen, DNA dan Kromosom serta Peranannya dalam Terjadinya Peristiwa Mutasi
3.1. Mutasi Gen
3.1.1. Perubahan yang terjadi dalam materi genetik sel
3.1.2. Macam-macam
3.1.2.1. Jumlah Basa Nitrogen
3.1.2.2. Silent
3.1.2.3. Nonsense
3.1.2.4. Missense
3.1.2.5. Frameshift
3.2. Mutasi Kromosom
3.2.1. Menyebabkan perubahan materi genetik dalam skala besar
3.2.2. Macam-macam
3.2.2.1. Deletion
3.2.2.2. Duplication
3.2.2.3. Insertion
3.2.2.4. Inversion
3.2.2.5. Translocation
3.2.2.6. Isochromosome
4. Contoh Peristiwa Mutasi Gen
4.1. Kejadian
4.1.1. Mutasi Spontan
4.1.1.1. Akibat pengaruh tidak jelas
4.1.1.2. Alami
4.1.2. Mutasi Induksi
4.1.2.1. Buatan
4.1.2.2. Merubah susunan gen
4.2. Jenis Sel
4.2.1. Somatik
4.2.2. Gametik Germinal
4.3. Perubahan Kode Genetik
4.3.1. Mutasi salah arti
4.3.2. Mutasi diam
4.3.3. Mutasi tanpa arti
4.3.4. Mutasi pergeseran kerangka
5. Contoh Peristiwa Mutasi Akibat Aberasi Kromosom
5.1. Delesi
5.1.1. Sindrom Williams
5.1.2. Strabismus
5.1.3. Sindrom cri-du-chat
5.2. Inversi
5.2.1. Inversi parasentris
5.2.2. Inversi perisentris
5.3. Translokasi
5.3.1. Homozigot
5.3.2. Heterozigot
5.3.3. Robertson
5.3.4. Respirok
5.4. Katenasi
5.5. Duplikasi
5.5.1. Lalat buah Drosophilia Melanogaster
5.5.2. Sindrom Klinefelter pada Manusia
6. Contoh Peristiwa Mutasi Akibat Kelainan Jumlah Kromosom
6.1. Sindrom Patau
6.2. Down Syndrome
6.3. Klinifer Syndrome
6.4. Sindrom wanita super
6.5. Jacob Syndrome
6.6. Turner Syndrome
7. Aaron Rafael Thamin XII IPA 3/2
8. Perbedaan Struktur dan Fungsi DNA dan RNA
8.1. DNA
8.1.1. asam nukleat, biomolekul utama semua makhluk hidup
8.2. RNA
8.2.1. asam nukleat, rangkaian nukleotida yang saling terikat seperti rantai
8.3. Perbedaan
8.3.1. Bentuk
8.3.1.1. DNA: untai ganda, panjang
8.3.1.2. RNA: untai tunggal, pendek
8.3.2. Fungsi
8.3.2.1. DNA: bahan baku sintesis protein
8.3.2.2. RNA: alat sintesis protein
8.3.3. Letak
8.3.3.1. DNA: inti sel mitokondria, plastida, kloroplas, dan sentriol
8.3.3.2. RNA: sitoplasma sel, ribosom, dan inti sel
8.3.4. Komponen Gula
8.3.4.1. DNA: Deoksiribosa
8.3.4.2. RNA: Ribosa
8.3.5. Ukuran
8.3.5.1. DNA: panjang
8.3.5.2. RNA: pendek
8.3.6. Jenis Basa Nitrogen
8.3.6.1. DNA: Pirimidin terdiri atas timin dan sitosin
8.3.6.2. RNA: Pirimidin terdiri atas urasil dan sitosin
8.3.7. Kadar Jumlah
8.3.7.1. DNA: tetap, tidak dipengaruhi sintesis protein
8.3.7.2. RNA: tidak tetap, dipengaruhi sintesis protein
8.3.8. Keberadaan
8.3.8.1. DNA: permanen
8.3.8.2. RNA: periode pendek karena mudah terurai
9. Struktur dan Susunan Kromosom
9.1. Kromosom adalah struktur di dalam sel berupa deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA
9.1.1. STRUKTUR
9.1.1.1. Sentromer (kepala)
9.1.1.2. Lengan (badan utama)
9.1.1.3. Urutan secara rinci
9.1.1.3.1. Membran
9.1.1.3.2. Matriks
9.1.1.3.3. Kromonema
9.1.1.3.4. Kromomer
9.1.1.3.5. Sentromer
9.1.1.3.6. Telomer
9.1.1.3.7. Satelit
9.1.2. SUSUNAN
9.1.2.1. Kromosom pada organisme prokariotik bisa hanya berupa RNA saja, seperti pada virus mozaik. Kromosom juga bisa berupa DNA saja seperti pada virus T, dan dapat mengandung RNA dan DNA, seperti pada bakteri Escherichia coli. Kromosom pada organisme eukariotik mengandung DNA, RNA hasil transkripsi, serta protein histon dan non histon
9.1.2.1.1. Protein non histon: bersifat non basa
9.1.2.1.2. Protein histon: bersifat basa
10. Mekanisme Sintesis Protein
10.1. Transkripsi
10.1.1. Tahapan sintesis protein di mana informasi di untai DNA akan nantinya disalin ke dalam mRNA
10.1.1.1. Inisiasi
10.1.1.1.1. Penerjemahan kode RNA menjadi urutan asam amino. Pada tahap ini, akan disintesis polipeptida menggunakan kode genetik dari mRNA dari ribosom oleh tRNA dengan bantuan dari enzim sintetase tRNA-aminoasif
10.1.1.2. Elongasi
10.1.1.2.1. RNA bergerak dan membuka pilinan heliks ganda DNA sehingga terbentuk molekul RNA.
10.1.1.3. Terminasi
10.1.1.3.1. Setelah RNA polimerase mentranskripsi terminator, maka transkripsi dihentikan dan mRNA akan terpisah dari cetakan DNA.
10.2. Translasi
10.2.1. Penerjemahan kode RNA menjadi urutan asam amino. Pada tahap ini, akan disintesis polipeptida menggunakan kode genetik dari mRNA dari ribosom oleh tRNA dengan bantuan dari enzim sintetase tRNA-aminoasif
10.2.1.1. Inisiasi
10.2.1.1.1. Subunit ribosom kecil mengikat awal urutan mRNA. Lalu, tRNA yang membawa asam amino metionin berikatan dengan kodon awal mRNA.
10.2.1.2. Elongasi
10.2.1.2.1. Ribosom akan menerjemahkan setiap kodon secara bergantian. Asam amino ditambahkan ke rantai dan dihubungkan melalui ikatan peptida.
10.2.1.3. Terminasi
10.2.1.3.1. Setelah ribosom kodon stop, maka terjadi terminasi.
11. Reproduksi Sel
11.1. Mitosis
11.1.1. Menghasilkan dua sel anak dengan jumlah kromosom yang sama seperti sel induk. Hanya terjadi pada sel eukariotik.
11.1.1.1. Profase
11.1.1.2. Metafase
11.1.1.3. Anafase
11.1.1.4. Telofase
11.2. Meiosis
11.2.1. Menghasilkan sel gamet yang mengandung bahan kromosom yang diwariskan kepada keturunannya. Hanya terjadi pada sel gamet/reproduksi.
11.2.1.1. Meiosis 1
11.2.1.1.1. Interfase 1
11.2.1.1.2. Profase 1
11.2.1.1.3. Metafase 1
11.2.1.1.4. Anafase 1
11.2.1.1.5. Telofase 1
11.2.1.2. Meiosis 2
11.2.1.2.1. Profase 2
11.2.1.2.2. Metafase 2
11.2.1.2.3. Anafase 2
11.2.1.2.4. Telofase 2
11.3. Amitosis
11.3.1. Pembelahan secara langsung. Satu sel membelah menjadi dua sel identik. Pembelahan ini banyak terjadi pada organisme uniseluler/prokariotik.
11.4. Gametosis
11.4.1. Spermatogenesis
11.4.1.1. Proses pembentukan gamet jantan / sel sperma yang terjadi di dalam testis.
11.4.2. Oogenesis
11.4.2.1. Proses pembentukan gamet betina / ovum / sel telur yang terjadi di dalam ovarium.