马上开始. 它是免费的哦
注册 使用您的电邮地址
BEHAVIORISTIK 作者: Mind Map: BEHAVIORISTIK

1. B.F Skinner

1.1. Reinforcement

1.1.1. Perilaku manusia

1.1.1.1. Dapat di bentuk

1.1.1.2. Dapat di rumuskan

1.1.1.3. Dapat di kontrol

1.2. Operant conditioning

1.2.1. Respondent behavior

1.2.2. Operant behavior

1.3. Schedule of reinforcement

1.3.1. Fixed-interval schedule of reinforcement

1.3.2. Fixed-ratio schedule of reinforcement

1.3.3. Variable-interval schedule of reinforcement

1.3.4. Variable-rqtio schedule of reinforcement

1.4. The shaping of behavior

1.4.1. Successive approximation

1.4.2. Supertitious behavior (perilaku takhayul)

1.4.3. The self-control of behavior (perilaku kontrol diri)

1.4.4. Satiation(jenuh)

1.4.5. Aversive stimulation(stimuli yang tdk disukai)

1.4.6. Reinforce oneself(memperkuat diri)

1.5. Elemen dalam operant condition

1.5.1. Reinforcement

1.5.1.1. Positif

1.5.1.2. Negatif

1.5.2. Punishment

1.5.2.1. Positif

1.5.2.2. Negatif

2. Bandura

2.1. Modelling

2.1.1. Keterbatasan reinforcement

2.1.2. Perilaku terbentuk melalui contoh/meniru

2.1.2.1. Banyak perilaku individu yang dipelajari melalui contoh,contohnya bahasa

2.1.2.2. Inhibisi(mengamati oela&menahan diri untuk melakukan)

2.1.3. Perilaku baik-buruk/normal abnormal dihasilkan dari imitasi

2.1.4. Perilaku yang ditiru anak",tak terbatas

2.2. Persamaan pemikiran bandura dan skinner

2.2.1. Semua perilaku(normal-abnormal) dipelajari

2.2.2. Perilaku manusia bisa di modifikasi

2.3. Perbedaan pemikiran bandura dan skinner

2.3.1. Bandura

2.3.1.1. Lebih menekankan pada interaksi manusia

2.3.1.2. Pendekatan:Konteks sosial

2.3.1.3. Tidak semua perilaku dipelajari sebagai hasil dari reinforcement

2.3.2. Skinner

2.3.2.1. Mempelajari manusia melalui binatang

2.3.2.2. Pendekatan konteks individu

2.3.2.3. Perubahan perilaku individu adalah hasil konsekuensi dari reinforcement

2.4. Mengakui peran aspek aspek internal yang kognisi(proses berpikir) mempengaruhi belajar dengan cara mengamati

2.5. Sociobehavioristic approach

2.6. 3faktor yang mempengaruhi modelling

2.6.1. Karakteristik model

2.6.1.1. Kesamaan karakteristik

2.6.1.1.1. Kesamaan usia&jenis kelamin

2.6.1.1.2. Kesamaan status&prestis

2.6.1.1.3. Jenis perilaku yang ditunjukkan model

2.6.2. Atribut pengamat

2.6.3. Konsekuensi menyenangkan yang berpasangan dengan perilaku

2.7. Proses observational learning(modelling)

2.7.1. Atensi

2.7.2. Retensi

2.7.3. Praktek(motor reproduction)

2.7.4. Motivasi&insentif dari peniruan

2.8. The self

2.8.1. Bandura mencetuskan teori tentang self reinforcement (kita menghadiahkan diri sendiri)

2.9. Self efficacy

2.9.1. Keyakinan akan kemampuan diri

2.9.2. Ada 4 sumber informasi

2.9.2.1. Performance attaintment

2.9.2.2. Vicarious experience

2.9.2.3. Verbal persuassions

2.9.2.4. Physical arousal

2.10. Self regulation

2.10.1. Mengatu diri sendiri

2.11. Self reinforcement

2.11.1. Perilaku tidak selamanya dikendalikan diri reinforcement eksternal

2.12. Self regulation

2.12.1. Perilaku yang tidak hanya dibentuk oleh stimulus respon maupun reinforcement

3. Ivan Pavlov

3.1. Classical conditioning

3.1.1. Eksperimen terhadap anjing

3.1.1.1. Stimulus alami(us)

3.1.1.2. Stimulus netral (ns)

3.1.1.3. CS

3.1.1.4. Hasil ns dan us(ur)

3.1.2. Prinsip prinsip

3.1.2.1. Discrimination

3.1.2.2. Extinction

3.1.2.3. Spontaneous recovery

3.2. The behavioral model

3.3. Bentuk kepribadian classical conditioning

3.3.1. Takut gelap

3.3.2. Phobia

3.3.3. Addicted

4. JB.Watson

4.1. Pandangan utama

4.1.1. Stimulus

4.1.2. Respon

4.2. Tidak mempercayai hereditas sbg penentu perilaku

4.2.1. Perilaku manusia dari hasil belajar

4.2.2. Bersifat deterministik

4.3. Pandangan yang sederhana mengenai mind-body

4.3.1. Penolakan consiousness soul

4.4. Psikologi merupakan bagian dari kajian yang bersifat obyektif

4.4.1. Metode impiris

4.4.1.1. Observasi

4.4.1.2. Conditioning

4.4.1.3. Testing

4.4.1.4. Laporan verbal

4.5. Konsep learning

4.6. Pandangan Watson tentang memory

4.6.1. Habits/kebiasaan

4.7. Proses thinking dan speech memiliki keterkaitan erat

4.7.1. Thinking

4.7.1.1. Aktivitas subvocal talking

4.8. Sumbangsih pemikiran watson

4.8.1. Sesuatu yang dapat di kontrol&ada hukum yang mengaturnya

4.8.2. Penolakan terhadap konsep mind dan conscious

4.8.3. Membuka jalan penelitian empiris pada setting eksperimen terkontrol

4.9. Eksperimen watson

4.9.1. Little Albert

4.10. Proses belajar

4.10.1. Stimulus-Respon harus mengandung unsur

4.10.1.1. Dorongan(Drive)

4.10.1.2. Rangsangan(stimulus)

4.10.1.3. Respon(response)

4.10.1.4. Penguatan(reinforcement)

4.11. Pandangan Watson terhadap perilaku manusia

4.11.1. Manusia memiliki potensi baik atau buruk

4.11.2. Manusia dapat mempengaruhi/dipengaruhi perilaku orang lain